Andai Cristiano Ronaldo Pulang ke Real Madrid

Twitter @Cristiano

"Dia akan kembali ke Real Madrid suatu hari nanti," janji Florentino Perez saat Ronaldo meninggalkan Madrid tiga tahun lalu.

Fabio Paratici tersenyum saat ditanya soal masa depan Cristiano Ronaldo. Sebagai bocah yang tumbuh di kota kecil bernama Borgonovo Val Tidone, dia cuma bisa mendengar orang-orang membicarakan Gigi Rivera, Mazzola, Roberto Baggio, dan Michel Platini di luar gereja atau di bar-bar di sana. Sekarang, sebagai CEO Juventus, Pratici menjadi salah satu penentu nasib Ronaldo--pemain yang sederajat dengan empat legenda Serie A di atas.

Paratici sama kagumnya dengan Juventus. Buat mereka, Ronaldo adalah pemain spesial. Keduanya percaya bahwa dialah yang bakal membawa 'Si Nyonya Tua' kembali berjaya di Liga Champions.

"Merupakan sebuah privilege di bisa berada di sini. Kami sangat senang dengan keberadannya dan akan memeluknya erat-erat," terang Pratici. Ketika ditanya lagi apakah musim depan Ronaldo bakal tetap berseragam Juventus, Paratici menjawab: "Pasti."

Siapa yang tak senang punya Ronaldo. Gol bakal berdatangan sama banternya dengan duit pemasukan sponsor. Walau kadang, itu masih belum cukup untuk memuaskan klub.

Suka tidak suka, romansa Ronaldo dan Juventus tidaklah mulus. Sejak didatangkan di awal 2018/19, Ronaldo selalu gagal membawa Juventus melangkah ke perempat final. Kekalahan dari Porto menjadi yang teraktual. Ini akut, karena mengangkat 'Kuping Besar" adalah alasan utama mengapa Juventus menggandeng Ronaldo.

Andrea Pirlo kesulitan mewadahi Ronaldo. Dia tak bisa mengenyahkan paham Ronaldosentris. Kian berkarut karena bos Juventus, Andrea Agnelli, sedang merencanakan peremajaan skuat. Harapannya, sih, Ronaldo bisa menuntun domba-domba muda Juventus menuju kejayaan. Sial, yang terjadi justru kebalikannya.

Anjloknya performa Juventus bisa diteropong dalam duel versus Benevento kemarin. Mereka keok 0-1. Padahal, Bianconeri tampil di kandang sendiri dan turun dengan daya terkuatnya--termasuk Ronaldo yang tampil sejak menit awal.

Akibat kekalahan itu, Leonardo Bonucci dkk. terlempar ke peringkat empat, tertinggal 10 angka dari Inter Milan si capolista. Juventus bahkan cuma berjarak 2 poin dari Napoli di posisi kelima. Bisa-bisa mereka gagal dapat karcis ke Liga Champions musim depan.

Dengan kondisi Juventus saat ini dan dan kemungkinan terburuk yang bakal terjadi, masih ada kans Ronaldo bakal pergi musim panas nanti.

[Baca Juga: Nyonya Tua Berganti Rupa]

"Cristiano adalah jantung dari setiap penggemar Real Madrid. Jika saya melihatnya hari ini, saya akan memeluknya. Dia adalah penerus alami [Alfredo] Di Stefano, dan dia akan kembali ke Real Madrid suatu hari nanti."

Itu harapan Presiden Madrid, Florentino Perez, saat ditinggal pergi Ronaldo 2018 lalu. Biar bagaimanapun, mereka tak bisa berhenti merindukannya. Bersama Ronaldo, Madrid mendapatkan 15 gelar. Itu termasuk 4 trofi Liga Champions di dalamnya. Di tangan Ronaldo pula titel topskorer sepanjang sejarah El Real terpatri: 450 gol dari 438 penampilan.

Zinedine Zidane pun menunggu kepulangan Ronaldo. Dia tahu Ronaldo-lah yang bisa menyelamatkan Madrid sekarang. Yah, meski Zidane rada malu-malu mengucapkannya.

"Tapi 'kan sekarang dia pemain Juventus dan kita harus menghargai itu," katanya.

Marcelo punya kelakuan lain. Di Instagram, dia blakblakan mengetik "Soon" dalam unggahan video nostalgianya dengan Ronaldo. Ya, memang sebegitunya Madrid merindukan Ronaldo.

Mau bagaimana lagi, produksi gol Madrid pampat setelah dia angkat kaki. Cuma 1,7 rata-rata gol per laga mereka di lintas kompetisi. Silakan komparasikan dengan musim terakhir Ronaldo di 2017/18. Rerata gol Madrid menyentuh 2,38 di tiap pertandinganya.

[Baca Juga: Menakar Problem Real Madrid]

Untungnya Madrid masih punya Karim Benzema. Striker peranakan Aljazair itu menyumbang 17 dari total 49 gol Madrid di La Liga. Bila dipersentase angkanya mencapai 35% atau melebihi kontribusi Lionel Messi buat Barcelona.

Balaidos menjadi saksi bisu tuah Benzema terbaru. Dia terliabt atas seluruh gol Madrid ke gawang Celta Vigo (2 gol dan 1 assist). Eits, itu baru di La Liga, belum di Liga Champions. Benzema bertengger sebagai topskorer Madrid lewat 5 golnya.

Namun, Batman saja tak bekerja sendirian. Dia butuh Robin dan Alfred untuk membersihkan Gotham. Sama halnya dengan Benzema yang memerlukan bantuan dari pemain lain buat memupuk gol Madrid.

Eden Hazard, Marcos Asensio, dan Vinicius Junior jangan ditanya. Kalkulasi gol mereka di La Liga baru menyentuh angka 8. Itu bahkan tak genap setengah dari jumlah lesakan Benzema. Masuk akal 'kan kalau Benzema puyeng?

Saat Madrid bersua Borussia Muenchengladbach di babak 16 besar Liga Champions, Telefoot menyibak perbincangan Benzema dengan Ferland Mendy soal Vinicius.

"Dia cuma melakukan apa yang dia inginkan. Jangan bermain dengannya, Bro. Dia bermain melawan kita," kata Benzema kepada Mendy.

Benar saja, di babak kedua Benzema tak mengirimkan satu umpan pun ke Vinicius. Tentu ini bukan pertanda yang baik buat rumah tangga Madrid.

Di lain sisi, sulit pula untuk membela Vincius. Kontribusinya untuk Madrid amat minim. Hanya 4 gol dan 3 assist yang dibuatnya dari 1.731 menit pementasan di La Liga dan Liga Champions. Dengan kata lain, Vinicius butuh 240 menit untuk berkontribusi langsung atas gol timnya.

Mengacu Understat, Vinicius menjadi pemain Madrid yang terburuk dalam hal konversi peluang. Dia baru mengemas 3 lesakan di La Liga sementara angka harapan golnya ada pada titik 5,40.

Meski, ya, terlalu naif kalau menyalahkan Vinicius doang. Usianya masih 20 tahun dan masih butuh waktu untuk berkembang. Vinicius cuma salah satu dari beberapa kesalahan Madrid beberapa tahun ke belakang. Mulai dari salah beli pemain yang membuat regenerasi tak berjalan mulus, sampai cedera Hazard yang tak berkesudahan.

Pertanyaannya, apakah Ronaldo bisa mengatasi masalah Madrid?

Secara matematis, iya. Sebab, petaka Madrid dimulai setelah ditinggal pergi Ronaldo. Penurunan produktivitas sejak musim 2017/18 adalah bukti nyatanya. Oke, usia Ronaldo sekarang sudah mencapai 36 tahun. Dengan kata lain, kualitasnya tak akan sama lagi seperti dulu. Khususnya soal stamina, kecepatan, dan ketahanan fisik. 

Kini Ronaldo sudah mulai nyaman bermain sebagai penyerang, tak lagi winger. Tak ada yang salah dengan itu. Nyatanya Ronaldo masih memimpin daftar topskorer Serie A dengan 23 gol dari 24 pementasan. Torehan ini masih lebih baik dibanding Romelu Lukaku, di posisi kedua, dengan 19 gol dari 26 laga.

Sementara buat Zidane, pergeseran posisi Ronaldo itu tak akan berpengaruh banyak. Toh, Zidane memang sudah menahbiskan Ronaldo sebagai goal getter utama sejak menduduki kursi pelatih di 2016. Sementara Benzema diplot sebagai pemain depan yang sifatnya lebih playmaking. Pembangunan serangan di sepertiga akhir lapangan adalah tanggung jawabnya sehingga Madrid dapat mengandalkan Ronaldo untuk mencetak gol.

Konsep main ini masih cukup relevan buat Madrid sekarang. Ronaldo nantinya akan menjadi tandem ideal buat Benzema Dengan begitu Madrid tak akan bergantung ke Benzema doang untuk memproduksi gol.

Andai pakem 4-3-3 seret, Zidane bisa beralih ke format dua penyerang. FYI, Zidane pernah menaruh Ronaldo dalam wadah 4-4-2 dan 4-3-1-2 di periode 2017/18. Hasilnya manjur. Madrid menyabet empat titel di musim itu, termasuk gelar Liga Champions yang ketiga secara beruntun. 

Ada efek samping dari kedatangan Ronaldo ke Madrid. Ongkos jadi pertimbangan terdepan. Transfermakrt mencantumkan banderol Ronaldo di angka kisaran 60 juta euro. Itu memang bukan harga pasti, akan tetapi Juventus jelas tak akan melepasnya dengan harga murah.

Kemudian perkara gaji. Menurut laporan Salarysport, upah Ronaldo mencapai 1 juta poundsterling per pekannya. Bukan perkara mudah bagi klub mana pun di era pandemi seperti sekarang, termasuk Madrid.

Terlebih sekarang Madrid menaungi Hazard yang bergaji 532 ribu poundsterling per pekan, Sergio Ramos di angka 463 ribu, lalu Luka Modric, Marcelo, dan Toni Kroos yang ada di kisaran 350 ribu. Oh, iya, Madrid masih membayar 60% upah Gareth Bale --yang lagi direntalkan ke Tottenham Hotspur-- sejumlah 340 ribu poundsterling.

Makanya Madrid berniat memasukkan Isco dalam transaksinya dengan Juventus. Harapannya supaya bisa memangkas harga Ronaldo sekaligus memangkas pengeluaran bulanan gaji pemain mereka. 

Namun, kalaupun duit Madrid cukup, apakah itu bakal efektif? Seberapa lama lagi Ronaldo masih bermain? 2 tahun atau 4 tahun lagi mungkin? Yakin, nih, enggak memboyong Kylian Mbappe atau Erling Haaland saja?

Terima kasih telah menjadi pembaca setia The Flanker

Jika kamu menikmati konten dari The Flanker, kini kamu bisa memberikan dukungan dengan mentraktir kami via Trakteer. Dengan sistem traktir minimal Rp20.000, kamu bisa terus mendukung The Flanker menghasilkan konten-konten berkualitas dan tanpa iklan yang mengganggu.