Arsenal dan Cedera

Foto: Twitter @Arsenal.

Dua pemain kunci Arsenal diprediksi cedera hingga akhir musim. Akankah The Gunners survive untuk finis di empat besar?

Ekspektasi suporter Arsenal dibawa terbang begitu tinggi. Usai kalah di tiga pertandingan awal Premier League, The Gunners lalu melaju dengan kencangnya.

Mereka yang tadinya mendapat olok-olok bakal degradasi menjelma menjadi kompetitor untuk masuk empat besar. Namun, mengambil kalimat Arian Seringai dalam surat terbukanya untuk GH, Arsenal itu problematik. Tak sama sekali belanja di bursa transfer musim dingin Januari lalu menjadi awal bencana.

The Gunners mulai kehabisan bensin jelang musim rampung. Komposisi skuad yang tipis dilanda bencana dengan cederanya dua pemain utama hingga akhir musim. Kini, kans Arsenal untuk finis di empat besar klasemen Premier League tak besar-besar amat.

****

Awan kelabu menaungi Arsenal di Selhurst Park. Sang empunya kandang, Crystal Palace, sukses mengirim The Gunners pulang dengan kekalahan 0-3. Kekalahan tersebut memutus tren tandang Arsenal yang selalu menang di lima pertandingan terakhir.

Kehilangan tiga angka membuat Arsenal gagal merangsek ke empat besar. Mereka tergusur oleh rivalnya, Tottenham Hotspur, yang berada dalam tren menanjak.

Apesnya Arsenal di laga tersebut tak cuma kalah. 'Meriam London' juga kehilangan Kieran Tierney dan Thomas Partey yang mengalami cedera. Tierney harus absen di laga melawan Crystal Palace karena mengalami cedera lutut. Sementara, Partey yang main selama 74 menit menderita cedera otot paha kanannya.

Kedua pemain juga harus absen dengan waktu yang lama. Tierney sudah pasti tak akan bermain lagi di musim ini. Per The Athletic, bek tepi asal Skotlandia itu harus menjalani pemulihan dengan waktu yang lama usai melakukan operasi di lututnya.

Padahal, Tierney merupakan sosok penting di skuad Arsenal musim ini. Perannya lebih bertahan karena adanya Gabriel Martinelli yang diinstrusikan untuk lebih menyisir di sisi kiri. Oleh karena itu, Tierney tak begitu aktif memberikan tekanan ke pertahanan lawan.

Bek berusia 24 tahun itu berkonsentrasi pada lini belakang. Posisi yang ditempati Tierney menjadi area yang paling sedikit diserang lawan. WhoScored mencatat, hanya ada 13 persen serangan lawan berasal dari sisi kiri pertahanan Arsenal.

Cedera dengan waktu yang lama juga menimpa Thomas Partey. Mikel Arteta bahkan tidak tahu pasti kapan Partey bisa merumput kembali.

"Tampaknya tidak terlalu positif untuk ketersediaan Thomas Partey di musim ini. Kami harus menunggu dan melihat karena dia berusaha untuk kembali secepat mungkin. Saat ini kami tidak terlalu yakin," kata Arteta di website resmi Arsenal.

Dengan cederanya dua pemain penting, bagaimana Arsenal bisa survive di sisa kompetisi musim ini?

Well, di pertandingan terakhir melawan Brighton and Hove Albion, The Gunners sudah kelihatan limbung. Lini pertahanan mereka rapuh, serangan mereka tak tertata dengan sangat baik.

Arteta memainkan Granit Xhaka di posisi bek tepi kiri. Lalu, Albert Lokonga ditemani Martin Odegaard untuk menjadi motor di lini tengah. Perjudian Arteta tak berhasil.

Xhaka yang tak memiliki speed yang memadai acap kewalahan menghadapi winger Brighton. Bahkan, gol perdana Brighton yang dibuat Leandro Trossard berawal dari sisi yang ditempati Xhaka.

Ditempatkannya Xhaka di posisi bek tepi kiri juga mempengaruhi aliran bola Arsenal. Xhaka biasanya menjadi penghubung di sisi kiri penyerangan Arsenal atau role number 8. Ia akan membantu dan mengover winger kiri The Gunners yang biasa dimainkan oleh Gabriel Martinelli.

Guna menempatkan Xhaka di posisi gelandang, Arteta lebih dulu memikirkan siapa yang akan mentas di posisi bek tepi kiri. Bukayo Saka bisa menjadi sosok yang tepat untuk bermain di posisi tersebut.

Pada musim 2019/20, Saka menempati posisi bek tepi kiri. Di situ, ia bisa aktif membantu tekanan dan bekerja sama dengan winger yang ada di depannya. Saka bahkan bisa membuat empat assist dari 17 kali penampilan di posisi bek sayap kiri.

Mainnya Saka di pos tepi kiri membuat serangan Arsenal akan lebih agresif. Pemain yang bernomor punggung tujuh itu punya kecepatan dan akselerasi guna membongkar pertahanan lawan.

Saat Saka bergerak aktif ke depan, Xhaka bisa meng-cover area tersebut. Gelandang Swiss itu kemungkinan tak akan maju sampai dalam kotak penalti guna mengantisipasi serangan balik dari lawan.

Lalu, bagaimana di posisi depan? Arsenal punya cukup banyak pilihan. Emile Smith Rowe atau Martin Odegaard bisa ditempatkan di winger kanan. Jadi, akan ada Gabriel Martinelli, Smith Rowe dan Odegaard yang bermain di belakang penyerang.

Pilihan juga bisa jatuh ke Nicolas Pepe. Pemain Pantai Gading itu bisa dipercaya sebagai starter untuk menambah daya gedor Arsenal. Pepe punya kecepatan dan keberanian melewati lawan satu lawan satu. Penampilan Pepe juga semakin membaik usai balik dari Piala Afrika awal tahun ini.

Sementara, untuk menggantikan peran Partey di tengah Arsenal punya dua pilihan. Mohamed Elneny dan Sambi Lokonga bisa bergantian menjadi pemain di depan empat bek. Asalkan diduetkan dengan Xhaka serta Odegaard di depannya, opsi umpan dari gelandang bertahan Arsenal jadi lebih beragam. Ini yang akan membuat aliran serangan Arsenal lebih hidup lagi.

***

Arteta tetap percaya diri dengan skuadnya saat ini. Pria asal Spanyol itu masih yakin Arsenal bisa mentas di Liga Champions untuk musim depan.

"Siapa pun yang berhasil memenangkan lebih banyak pertandingan dan bermain lebih baik akan berada di empat besar. Tekanan serta situasi akan terus berubah hingga akhir musim nanti. Kami harus fokus dengan apa yang kami miliki dan lakukan," ucap Arteta.

Terima kasih telah menjadi pembaca setia The Flanker

Jika kamu menikmati konten dari The Flanker, kini kamu bisa memberikan dukungan dengan mentraktir kami via Trakteer. Dengan sistem traktir minimal Rp20.000, kamu bisa terus mendukung The Flanker menghasilkan konten-konten berkualitas dan tanpa iklan yang mengganggu.