Daftar The Flanker Academy

Dengan mendaftar Rp500.000, kamu akan mendapatkan kelas-kelas seputar konten sepak bola yang dibagikan langsung oleh para pakarnya. Mulai dari bahasa dalam kepenulisan bersama Dea Anugrah, scriptwriting dengan Rossi Finza Noor, penulisan opini oleh Ilham Zada, analisis taktik bersama Ruang Taktik, riset dalam sepak bola dengan Dex Glenniza, hingga personal branding bersama Coach Justin.

Sign up now

Berharap pada Ben White

Sumber: Twitter @ben6white

Arsenal berbenah untuk mengarungi kompetisi musim 2021/22. Salah satu nama yang dikaitkan dengan mereka adalah bek tengah Brighton, Ben White. Sebagus apa, sih, dia?

Arsenal hancur-hancuran di musim 2020/21. Tak ada gelar yang berhasil mereka dapatkan. The Gunners juga hanya finis di posisi delapan Premier League musim lalu dan tak mentas di kompetisi Eropa musim depan. Ini untuk pertama kalinya sejak 1995/96 Arsenal tak bertanding di Liga Champions atau Liga Europa.

Hasil buruk itu membuat Arsenal berbenah musim panas ini. Tentu dengan memperbagus skuad. Kabarnya, Mikel Arteta diberikan dana sebesar 250 juta poundsterling (sekitar Rp 5 triliun) untuk belanja pemain. The Gunners siap mendatangkan lima hingga tujuh pemain untuk menambal titik lemah di musim sebelumnya.

Salah satu posisi yang akan dibenahi Arsenal adalah lini belakang. Dan nama bek Brighton and Hove Albion, Ben White, menjadi buruan terdepan klub asal London Utara ini.

Per laporan The Athletic, Brighton sudah setuju dengan tawaran 50 juta poundsterling yang dilayangkan Arsenal. Proses kepindahan Ben White pun tinggal menunggu si pemain balik dari liburan usai ikut dalam skuad Inggris di Piala Eropa 2020.

Ben White diproyeksikan mengganti posisi David Luiz yang kontraknya habis Juni lalu. Kendati baru berusia 23 tahun, White diharapkan bisa menambah solid lini belakang 'Meriam London'.

****

Benjamin William White (Ben White) lahir dengan ketidakberuntungan. Sistem imunnya tak bekerja dengan baik dan ia bisa terserang Pneumonia jika ada yang bersin di sebelahnya.

White kemudian mengonsumsi antibiotik yang diminum dua kali sehari hingga usia delapan tahun. Tak cuma itu, pemain kelahiran 8 Oktober 1997 ini juga terkena infeksi usus enam hingga tujuh kali pada usia tujuh tahun.

Dokter lalu menyarankan White untuk berolahraga guna memperbaiki kinerja imunnya. Senam, lari, rugby, sepak bola, dan berenang jadi olahraga yang akhirnya ditekuni White. Kondisi tubuhnya terus membaik dan membuatnya bisa menjadi seorang atlet profesional hingga saat ini.

Untuk urusan sepak bola, bakat White pertama kali tercium oleh pemandu bakat Southampton. Masih berusia delapan tahun, White sudah bergabung dengan akademi Southampton yang memang kerap memunculkan talenta berbakat.

Namun, White bukanlah yang terbaik di akademi. Ia gagal bersaing dengan pemain lain dan bahkan tak lolos dalam seleksi menuju tim U-16 Southampton. Ia dilepas begitu saja usai delapan tahun menimba ilmu di akademi The Saints.

"Setelah saya dikeluarkan dari Southampton, ibu saya bertanya apakah saya tetap ingin menjadi pesepak bola. Saya jawab iya. Dia lalu dihubungi beberapa klub yang mengajakku untuk melakukan trial," ucap White.

Leicester City dan Bristol City kemudian muncul jadi dua tim yang ingin menjajal kemampuan White. Namun, White menolakny dan lebih memilih untuk masuk ke akademi Brighton and Hove Albion.

Pilihan White terbukti tepat. Dua tahun masuk akademi Brighton, ia langsung melakukan debut di tim utama pada ajang Piala Liga melawan Colchester United.

Guna menambah jam terbang, White dipinjamkan ke Newport County sepanjang musim 2017/18. Dan di sana, White diberi kesempatan tampil sebanyak 51 kali di semua kompetisi. Penampilannya yang apik membuatnya mendapat gelar sebagai pemain terbaik League Two di musim itu.

"White memang luar biasa, saya menggambarkannya seperti mobil Rolls Royce. Dia lebih cepat dari yang terlihat. Caranya membaca permainan juga sangat baik untuk pemain seusianya," ucap Michael Flynn, Manajer Newport County, saat itu.

Kembali ke Brighton, White tak langsung mendapat tempat utama. White malah kembali dipinjamkan ke klub League One, Peterborough United, pada musim 2018/19 dan Leeds United semusim setelahnya.

Bersama Leeds-lah White mengalami perkembangan pesat. Marcelo Bielsa selaku Manajer Leeds United memberikan pemahaman dan kesempatan bertanding yang sangat baik kepada sang pemain.

Cara membaca permainan hingga detail-detail kecil di atas lapangan dipelajari betul oleh White. Dengan Bielsa, White juga belajar bagaimana untuk tidak mudah kehilangan penguasaan bola. Ia juga belajar menekan lawan saat bola tak lagi dalam penguasaan.

White merupakan bagian dari tim yang membawa Leeds promosi ke Premier League. Setelahnya, White kembali ke Brighton and Hove Albion.

Musim 2020/21, White mendapat tempat utama di Brighton. Sebanyak 36 pertandingan dimainkannya di pentas Premier League. Penampilan hebatnya membuat White masuk ke dalam skuad Timnas Inggris untuk Piala Eropa 2020.

****

Arsenal cuma kebobolan 39 kali di ajang Premier League musim lalu. Angka itu membuat Arsenal jadi tim nomor tiga paling sedikit kebobolan setelah Manchester City dan Chelsea.

Namun, masalah Arsenal terletak pada soal membangun serangan dan membuat gol. The Gunners cuma sanggup mencetak 55 gol sepanjang kompetisi. Terendah di antara tim yang berada di delapan besar klasemen akhir.

Dan Kehadiran White diharapkan dapat membantu urusan membangun serangan itu. Sebab, selain soal bertahan, White juga punya kemampuan yang baik dalam mendistribusikan bola dan itu cocok untuk skema Mikel Arteta.

Saat menguasai bola, Arsenal di bawah Arteta akan membentuk skema 3-2-5 atau 2-3-5. Dengan satu gelandang akan turun ke belakang guna menambah opsi umpan. Di sini, White yang  tenang dengan bola bisa mengisi pos bek tengah kanan. Posisi yang kerap dimainkan oleh David Luiz pada musim lalu.

Dalam urusan menginisiasi serangan, White punya keberanian dan memiliki dribel yang sangat baik. Musim lalu, White memiliki rata-rata dribble sukses mencapai 0,68 per 90 menit. Angka itu lebih tinggi dibandingkan dengan bek-bek Arsenal lain semisal Gabriel Magelhaes (0.23), David Luiz (0,19), dan Rob Holding (0,28).

Selain dribel, kemampuan umpan progresif (mengarah ke depan) White juga mumpuni. Musim lalu, akurasi umpannya mencapai 83,2%, dengan persentase umpan progresifnya mencapai 40,07%. Jelas tidak buruk.

White juga sangat baik dalam membaca permainan. Ia bukan bek yang "jorok". Ia tahu kapan harus bertindak. Ketepatannya dalam melakukan tekel inilah yang menjadi nilai tambah dalam permainan White.

Hal lain yang akan menguntungkan Arsenal jika transfer White tercapai adalah kemampuannya main di beberapa posisi. White tak hanya bisa bermain di bek tengah. Ia juga kerap dimainkan di bek sayap kanan dan gelandang bertahan.

Musim lalu saja, White tampil sebanyak tujuh kali sebagai gelandang bertahan. Salah satunya di laga melawan Manchester City di Etihad Stadium. Saat itu, White ditugaskan untuk memarking ketat Kevin De Bruyne yang menjadi otak serangan City.

Kemampuannya yang bisa bermain di berbagai posisi itu pula yang membuat White masuk ke skuad Inggris untuk Piala Eropa 2020. Kendati tak pernah diturunkan, tapi ia jelas merupakan opsi yang bagus.

****

Mungkin orang bilang dana 50 juta poundsterling yang dikeluarkan Arsenal untuk White terlalu berlebihan. Kemampuan White katanya belum benar-benar teruji. Namun, di tengah harga pemain Inggris (dan Britania) yang memang mahal, rasanya harga tersebut masuk akal untuk seorang pemain 23 tahun yang sudah dipercaya main di Timnas Inggris (level senior).

Ia mungkin butuh waktu untuk membuktikan kapasitasnya bersama The Gunners, tapi siapa tahu White bisa menjadi investasi besar buat Arsenal. Toh, tak ada salahnya untuk berharap.

Daftar The Flanker Academy

Dengan mendaftar Rp500.000, kamu akan mendapatkan kelas-kelas seputar konten sepak bola yang dibagikan langsung oleh para pakarnya. Mulai dari bahasa dalam kepenulisan bersama Dea Anugrah, scriptwriting dengan Rossi Finza Noor, penulisan opini oleh Ilham Zada, analisis taktik bersama Ruang Taktik, riset dalam sepak bola dengan Dex Glenniza, hingga personal branding bersama Coach Justin.

Sign up now