Beri Mikel Arteta Kesempatan Satu Musim Lagi

Foto: X @Arsenal

Ini musim kelima Arteta tanpa gelar bersama Arsenal. Namun, tak bisa juga kita menghakiminya di musim yang penuh ketidakberuntungan.

Mikel Arteta berjalan tegar ke tengah lapangan. Ia punya tugas untuk mengangkat para pemainnya yang tertunduk lesu.

Hari itu, Arsenal resmi kembali tanpa gelar. Berarti sudah tahun kelima setelah Arteta membesut The Gunners, trofi tak kunjung datang setelah sebiji Piala FA di awal kiprah.

Lagi-lagi Arteta menjadi tameng. Dalam konferensi pers, Arteta meninggikan derajat para pemainnya. Pria Basque itu menegasikan capaian nirgelar pasukannya.

“Kami sangat dekat dengan laga final. Sayangnya, kami gugur. Saya bangga dengan tim ini. Kami adalah tim terbaik di kompetisi ini,” ucap Arteta lugas.

Kegagalan demi kegagalan yang menghantui Arteta membuat seruan pemecatan terdengar. Banyak yang menilai Arteta sudah mentok dan acap hamburkan uang.

Namun, tak sedikit yang percaya dengan Arteta. Banyak faktor yang membuat Arteta masih bisa diberi kesempatan lagi.

Cedera Landa Pemain Utama Musim Ini

Arsenal masuk ke musim ini dengan skuad yang sangat tipis. Mikel Arteta dan board seakan yakin betul dengan tak adanya badai cedera di dalam timnya.

Mungkin, mereka belajar dari musim sebelumnya. Hampir tak ada cedera besar yang menerpa skuadnya. Paling hanya Jurrien Timber yang cedera dan harus absen semusim penuh. Selebihnya, pemain Arsenal sehat wal afiat.

Musim ini ceritanya berbeda. Di awal-awal musim, Arsenal sudah kehilangan Martin Odegaard karena cedera usai membela Norwegia.

Odegaard harus absen di tujuh laga Premier League. Tanpa Odegaard, Arsenal imbang dua kali dan dua kali juga telan kekalahan.

Kabarnya, Odegaard juga belum pulih benar sampai hari ini. Rumor menyebut Odegaard seharusnya dioperasi tumitnya. Namun, sang pemain menolak dan memilih akhir musim saja.

Odegaard sudah pulih, giliran Bukayo Saka yang masuk ruang perawatan. Saka bahkan harus naik meja operasi karena masalah hamstring.

Saka absen di 12 laga Premier League Arsenal. Saat itu juga Arsenal pernah raih tiga laga beruntun tanpa kemenangan. Ditahan Nottingham dan Man United. Lalu kalah dari West Ham.

Dua pemain tersebut bisa balik di sisa musim. Namun, ada pemain kunci lain yang masih harus absen.

Kai Havertz dan Gabriel Jesus harus menepi hingga season berakhir. Keduanya alami cedera di awal tahun ini. Apes juga dialami di lini belakang. Gabriel Magalhaes cedera saat Arsenal melawan Fulham awal April.

Absennya Magalhaes bisa diganti oleh Jakub Kiwior dengan baik. Namun, tanpa Havertz dan Gabjes, Arteta mesti putar otak.

Apalagi, Havertz cedera cuma beberapa hari usai bursa transfer musim dingin ditutup. Bagaikan bom waktu yang menerpa Arsenal karena tak beli penyerang.

Oke, Arteta menemukan cara dengan memainkan Mikel Merino jadi striker. Hasilnya memang tidak buruk: 8 gol dan 5 assist di lintas ajang.

Namun, tak ideal untuk terus-terusan pasang Merino sebagai penyerang. Toh dia memang bukan penyerang dan tak seperti Havertz yang peka terhadap ruang kosong di depan gawang.

Lawan PSG jadi bukti nyata Arsenal kehilangan Havertz. Beberapa kali umpan Saka ke depan kotak penalti tak ada yang menyambut. Merino acap terlambat atau terlalu memosisikan di belakang.

Well, kualitas pemain juga yang jadi pembeda. Terutama di lini serang. Sebab, expected Goals (xG) Arsenal capai 5,11 dalam dua leg. Artinya Arsenal bisa menciptakan peluang tetapi tak bisa mengeksekusinya.

Banyaknya pemain yang cedera juga mempengaruhi pemilihan dan kedalaman skuad Arsenal. Saat tim terlihat buntu, Arteta tak punya pilihan lagi untuk jadi pembeda.

Pergantian pemain yang dilakukan juga bagian dari penyegaran saja. Tak ada pergantian yang mengubah taktik secara taktik.

Padahal, skuad terlihat kelelahan. Apalagi, Arteta tak melakukan rotasi dalam pertandingan sebelumnya di Premier League.

Menantikan Duet Arteta dan Andrea Berta

Faktor lain yang membuat Arteta layak diberi kesempatan adalah datangnya Direktur Olahraga baru yakni Andrea Berta. Pengalaman Berta di klub sebelumnya bisa membantu Arteta yang sedang melakukan perubahan di tubuh Arsenal.

"Saya telah mengamati cara Arsenal berevolusi dalam beberapa tahun terakhir dan saya mengagumi kerja keras yang telah dilakukan untuk membangun kembali klub sebagai kekuatan utama dalam sepak bola Eropa,” ucap Berta usai diumumkan oleh Arsenal.

Berta membangun Atletico untuk bisa menyayingi Barcelona dan Madrid di La Liga. Jan Oblak, Rodri, hingga Antoine Griezmann jadi pembelian di bawah Berta.

Saat musim juara, Berta membenahi skuad Atletico dengan apik. Luis Suarez, Jose Gimenez, dan Marcos Llorente didatangkan.

Jose Gimenez lalu jadi tembok pertahanan Atletico. Mereka cuma kebobolan 25 gol dan paling sedikit di antara 19 klub lainnya.

Kemudian, Suarez jadi pencetak gol terbanyak Atletico di La Liga dengan catatan 21 gol. Sebelum hengkang dari Atletico, Berta juga membantu mendatangkan Julan Alvarez yang tampil apik sejauh ini.

Catatan yang bagus itu membuat antusiasme kubu Arsenal membuncah. Summer Transfer di musim depan sangat ditunggu. Arteta juga sudah menyebut bakal jadi musim panas yang gila.

“Ini bakal jadi bursa transfer musim panas yang besar. Kami ingin menambah kedalaman skuad serta kualitas dibutuhkan untuk menjadi juara,” tutur Arteta.