Bukayo Saka yang Tak Ingin Kehilangan Panggung

Twitter: @BukayoSaka87

Tak cuma Emile Smith-Rowe, Bukayo Saka juga menjadi bagian penting di skuad Arsenal. Saka jadi pemegang assist dan umpan kunci terbanyak Arsenal hingga saat ini.

Beberapa musim belakangan Hale End tak pernah benar-benar menelurkan pemain yang berkontribusi besar untuk tim utama Arsenal. Jack Wilshere menjadi yang paling diharapkan bisa berkembang dengan sangat baik.

Wilshere tak cuma dianugerahi skill olah bola yang mumpuni. Visi serta kengototan di atas lapangan membuat Wilshere disebut-sebut bakal menjadi pemain muda yang sangat menjanjikan dari akademi Arsenal.

Sayangnya, nasib berkata lain. Cedera yang menggerogoti Wilshere membuat kiprahnya di dunia sepak bola tak terlalu berkibar. Alih-alih menjadi bintang, Wilshere malah berstatus tanpa klub musim ini.

Untungnya pada musim ini Hale End boleh bersukacita. Dua pemain lulusan dari akademi Arsenal itu mentas di tim utama dengan sangat menjanjikan. Emile Smith Rowe dan Bukayo Saka menjadi tulang punggung Arsenal.

****

Jika sebuah tim memiliki pemain dengan harga yang mahal, tetapi cuma ada di bangku cadangan, kemungkinannya cuma dua. Sang pemain itu memang buruk atau ada yang lebih baik di posisinya saat ini.

Fragmen tersebut terjadi di Arsenal musim ini. Mereka memiliki Nicolas Pepe yang dibeli dengan harga 72 poundstlerling dari Lille. Akan tetapi, pemain asal Pantai Gading itu tak bisa merebut tempat inti di skuad Arsenal.

Pepe memang diberi kesempatan empat kali sebagai starter di Premier League. Namun, kiprahnya tak memuaskan dari segi kontribusi dan permainan.

Saat membawa bola, Pepe terlalu ringkih sehingga mudah dijatuhkan lawan. Pemain berusia 26 tahun itu juga terlalu lambat dalam mengambil keputusan. Hal ini membuat bola mudah sekali diintersep oleh lawan.

Secara kontribusi, Pepe juga cuma membuat satu assist dan nihil gol. Permainan yang buruk itu membuat Arteta memarkir Pepe dan memercayai sektor winger kanan kepada Saka.

****

Piala Eropa 2020 jadi ajang roller coster untuk Saka. Ia bermain dengan baik saat fase grup melawan Republik Ceko. Tampil pertama kali sebagai starter, Saka mempertontonkan permainan yang sangat baik.

Permainannya cair bisa merepotkan lini pertahanan Ceko. Tak heran, pada laga tersebut Saka dinobatkan sebagai man of the match.

Kiprah ciamik Saka tak berlaku di babak final. Melawan Italia di Wembley Stadium, Saka menjadi bahan gunjingan akibat penalti yang gagal ditunaikan.

Inggris tengah tertinggal dengan skor 2-3 di babak adu penalti Piala Eropa 2020. Asa mereka untuk melanjutkan tos-tosan ke sudden death terbuka usai sepakan Jorginho gagal. Apes, Saka yang menjadi penendang terakhir Inggris juga gagal menjalankan tugasnya. Inggris tumbang dan sepak bola tak jadi pulang ke kandang.

Kegagalan tersebut membuat Saka mendapat cacian, khususnya di sosial media. Untungnya, mental Saka tak jatuh dan terus bersinar hingga saat ini.

"Saya sangat terluka dan merasa seperti mengecewakan semuanya dan keluarga. Namun, saya berjanji momen negatif itu tak akan merusak karier saya," ucap Saka kala itu.

Saka membuktikan ucapannya di atas lapangan. Permainanya bersama Arsenal tak memperlihatkan ia habis mendapatkan periode yang kelam di musim panas.

***

Awal kemunculannya di skuad Arsenal, Saka tak langsung menempati pos winger kanan seperti saat ini. Pada musim 2019/20 saja, Saka lebih sering bermain di bek tepi kiri ketimbang menyokong bantuan di lini depan. Ada 17 pertandingan yang Saka mainkan di posisi bek tepi kiri.

Baru pada musim setelahnya, Saka bermain di area yang lebih ke depan. Ia juga tak lagi bermain di sisi kiri melainkan kini di sayap kanan. Gelandang melebar atau winger kanan menjadi tempat operasi Saka.

Pada posisi yang lebih ke depan, Saka bisa memperlihatkan kemampuan membobol gawang lawan. Sebab, ada tujuh gol yang dibuatnya di musim lalu.

Di winger kanan, peran Saka lebih kentara. Sejak musim lalu saja, Saka mencatatkan 0,28 expected goals (xG) ketika bermain di winger kanan. Sementara, ketika mentas di winger kiri hanya 0,25 xG yang dicatatkan Saka.

Keberadaan Saka di winger kanan membuat penyerangan Arsenal juga lebih seimbang. Sebab, Saka di kanan dan Tierney atau Nuno Tavares di kiri bakal bergantian untuk memberikan tusukan atau umpan memanjakan ke dalam kotak penalti lawan.

Saka memang akan bertugas sebagai pengumpan ketimbang penyelesai peluang. Hal ini dikarenakan kreativitas dan kemampuan umpannya yang memadai lini depan Arsenal.

Tak heran, Saka menjadi penyumbang umpan kunci terbanyak Arsenal dengan rata-rata 1,7 per laga. Expected Assist (xA) Saka juga yang paling tinggi di Arsenal dengan angka 1,4.

Saka memang memiliki banyak opsi dalam melakukan manuver dan menembus kotak penalti lawan. Paling penting adalah kombinasinya dengan Takehiro Tomiyasu dan Alexandre Lacazette yang bisa membantu pergerakannya ke dalam kotak penalti.

Tengok saja gol Emile Smith Rowe ke gawang Leicester City. Itu semua bermula dari Saka yang menyisir sisi kanan, lalu melakukan kombinasi dengan Lacazette. Bola yang menjadi liar di tengah kotak penalti langsung disambar Smith Rowe ke dalam gawang.

Saka juga bagus dalam membantu pertahanan. Riwayat bermain di bek tepi membuatnya aware dalam bertahan. Ini akan membantu Tomiyasu yang senantiasa akan masuk ke tengah untuk menjaga jarak dengan duet bek tengah. Di sini, Saka akan turun untuk mengisi posisi kanan pertahanan Arsenal.

***

Hale End kini boleh berbangga. Setelah cukup lama tak menetaskan anak muda, kini ada nama Bukayo Saka yang jadi tulang punggung Arsenal.

Terima kasih telah menjadi pembaca setia The Flanker

Jika kamu menikmati konten dari The Flanker, kini kamu bisa memberikan dukungan dengan mentraktir kami via Trakteer. Dengan sistem traktir minimal Rp20.000, kamu bisa terus mendukung The Flanker menghasilkan konten-konten berkualitas dan tanpa iklan yang mengganggu.