Dua Juara di Puncak Eropa

Ilustrasi: Arif Utama.

Chelsea Women dan Barcelona Femeni akan bertemu di final Liga Champions Perempuan 2020/21. Ini adalah duel juara Inggris dan kampiun Spanyol.

Emma Hayes tidak punya waktu untuk menangis ketika Chelsea Women yang dilatihnya menjuarai Women Super League dan melangkah ke final Liga Champions Perempuan. 

Vicky Losada merayakan gelar juara Primera Liberdola dan tiket final Liga Champions Perempuan sambil tersenyum geli karena mengingat Barcelona Femeni yang dibelanya sempat terseok-seok justru dalam tahun-tahun awal setelah dinyatakan sebagai klub profesional.

***

Hayes tidak bisa tenang-tenang saja saat menyadari tidak ada trofi yang diangkat timnya pada 2018/19. Seharusnya ia santai saja karena musim itu memang merupakan masa transisi. Setelah juara liga 2017/18, Chelsea ditinggalkan banyak pemain.

Kapten Katie Chapman pensiun, pemegang rekor pencetak gol terbanyak Eni Aluko hengkang ke Juventus, fullback Claire Rafferty menjejak ke West Ham United bersama kiper Becky Spencer dan bek tengah Gilly Flaherty, serta Gemma Davinson menjejak ke Reading sebelum disambut oleh Tottenham Hotspur.

Hayes membenci kekalahan. Namun, ia juga belajar banyak dari kekalahan. Ia hanya membutuhkan waktu satu musim untuk merevolusi Chelsea, dari ‘pecundang’ menjadi kampiun. Menghadapi musim 2019/20, Chelsea berhasil mendapatkan tanda tangan perengkuh lima sepatu emas Liga Australia dan Amerika Serikat, Sam Kerr. 

Pernille Harder yang menuntaskan musim 2019/20 sebagai Pemain Terbaik Eropa bergabung dengan Chelsea semusim setelahnya. Bahkan saat Chelsea sudah diperkuat tiga kiper berpengalaman, Hayes tetap memboyong Ann-Katrin Berger.

“Saya tidak ingin dia ke mana-mana. Tempatnya Cuma di Chelsea,” begitu jawab Hayes tentang keputusannya menggaet Berger.

Pun demikian dengan kedatangan mantan kapten Bayern Muenchen, Melanie Leupolz, yang menjadikan lini tengah Chelsea serupa blackhole yang melumat serangan lawan-lawannya.

Pergerakan Chelsea tidak hanya mendatangkan para pemain. Chelsea turut menambah investasi mereka pada tim perempuan dengan memperbesar pusat Latihan, membeli dan melakukan penjenamaan ulang Kingsmeadow yang tentu saja sekarang beralih fungsi dari kandang AFC Wimbledon menjadi rumah Chelsea Women.

Itu belum ditambah dengan keajaiban ala Fran Kirby. Pada Februari 2020, Chelsea mengumumkan bahwa sang penyerang mesti beristirahat panjang karena infeksi virus pada jantung yang akhirnya menyebabkan perikarditis. 

Dokter ahli jantung yang menanganinya pun sudah mewanti-wanti bahwa Kirby akan segera gantung sepatu. Namun, siapa yang berharap dia pantas mendapatkan. Laga Community Shield pada Agustus 2020 melawan Manchester United membuktikan bahwa Kirby berhasil mengalahkan infeksi yang merongrong jantungnya. Pada pertandingan tersebut, ia tampil hebat selama 70 menit.

Bagi Erin Cuthbert, Hayes adalah tough love. Pelatihnya yang satu ini selalu punya cara untuk mengeluarkan yang terbaik darinya. Entah berapa kali Hayes menugaskan Cuthbert untuk menyusun laporan scouting dan memintanya untuk mempresentasikannya. 

Hayes ingin anak didiknya yang satu ini tergila-gila dengan taktik dan menggalinya terus sampai batas paling dalam. Hayes juga tanpa tedeng aling-aling menelepon pusat pelatihan Timnas Inggris di St. George Park dan meminta mereka untuk tak membiarkan Cuthbert bersantai jika mereka memang ingin mendapatkan yang terbaik darinya.

“Hayes selalu membuat saya sibuk dengan sepak bola,” ujar Cuthbert. Dengan cara itu Hayes ingin berbicara bahwa sepak bola tak pernah jadi perkara main-main di Chelsea.

Hayes tak memberi tempat untuk yang setengah-setengah. Kau hanya perlu menjadi luar biasa atau sekalian angkat kaki. Bagi Hayes, rasa nyaman bisa menjadi racun mematikan. Tak peduli sehebat apa talenta atau pencapaianmu, semua tak ada artinya jika kau berdiam diri sebagai orang puas. 

Hayes mau para pemainnya berprogres sampai titik yang tidak bisa dijangkau oleh mata telanjang karena saking tingginya. Oleh karena itu, ia harus punya cara untuk ‘meneror’ anak-anak didiknya.

Yang dilakukan Hayes, tak peduli sekokoh apa pun timmu, adalah mendatangkan pemain-pemain terbaik. Aluko yang pada Liga Super Wanita dan Piala FA 2015 saja dinobatkan sebagai pemain terbaik sempat merasa terancam karena Hayes mendatangkan Ramona Bachmann dari Wolfsburg.

Sistem demikian seolah-olah bicara bahwa tak peduli sebanyak apa pun medali juara yang kau punya, akan tiba waktunya—dan itu tak akan memakan waktu lama—deretan gelar itu menjadi seperti tak ada artinya. Hari ini kamu boleh dielu-elukan, digendong, dan diarak sebagai pahlawan. Namun, dua atau tiga pekan lagi, torehanmu itu akan usang dihantam watak  'kejam’ Hayes. Kekejaman seperti itulah yang membawa Chelsea ada di puncak seperti sekarang.

Hayes paham cara membuat timnya merumuskan ulang tentang apa artinya menjadi pemain Chelsea. Dengan metode itu Guro Reiten tetap bersinar sampai sekarang. Dipaksa sejadi-jadinya untuk turun dari Menara gading adalah cara Hayes membentuk para pemainnya. 

Jess Carter dan Niamh Charles merupakan dua contoh lain. Carter dan Charles justru menggila setelah Hayes menggeser mereka dari peran attacking menjadi full-back yang solid.

Di Chelsea Hayes tidak pernah bekerja sendirian. Bos besar The Blues, Roman Abramovich, memperlakukan Chelsea Women sebagai unsur vital bagi kerajaan sepak bola yang dibangunnya. 

Serupa dengan banyak klub sepak bola perempuan yang lain, Chelsea Women pun bermula dari klub para suporter. Mereka lahir pada 1992 dengan nama Chelsea FC. Pada Juni 2004 atau tahun kedua kepemimpinan Abramovich, Chelsea FC bergabung dengan The Blues dan berubah nama menjadi Chelsea Women.

“Saya tidak paham kenapa ada klub yang tidak berinvestasi pada sepak bola perempuan. Saya bingung kenapa mereka tidak mengupayakan kesempatan terbaik kepada para perempuan yang mencintai sepak bola. Bagi saya sepak bola perempuan adalah potensi besar. Jika sepak bola perempuan menerima dukungan setara dengan sepak bola pria, kedua sisi ini akan merengkuh kesuksesan yang sama hebat,” papar Abramovich kepada Forbes.

Investasi Abramovich terbayar. Chelsea menyabet gelar juara liga pada 2020/21. Ini merupakan keempat kalinya Chelsea berdiri di puncak sepak bola perempuan Inggris. Bahkan dalam perjalanan tersebut, Chelsea mencatatkan rekor dengan 33 laga liga (mulai dari musim 2019/20) tanpa kekalahan. 

Pada musim 2020/21 mereka menutup 22 pertandingan dengan 18 kemenangan, 3 imbang, dan 1 kekalahan. Anak-anak didik Hayes mencetak 69 gol dan hanya kemasukan 10 gol di kompetisi liga. Itu tentu saja belum ditambah dengan 16 gelar juara lainnya di luar Liga Super Wanita.

***

Barcelona Femeni tidak mau terseok-seok. Mereka tidak mau hanya menjadi penonton saat Lionel Messi dan Antoine Griezmann bersorak merayakan kemenangan dan mengangkat trofi. Mereka juga mau menjadi juara, diperhitungkan dan diakui sebagai yang terbaik. Mereka emoh menjadi serupa dengan tim-tim perempuan yang sekarat saat tim pria berjaya.

Bagi Sekretaris Direktur Barcelona, Maria Teixidor, ini bukan soal membanding-bandingkan. Ia tahu persis orang-orang akan selalu membandingkan sepak bola pria dan perempuan. Namun, ketimbang sibuk dengan perbandingan, ia lebih suka dengan dominasi.

Teixidor ingin Barcelona mendominasi sepak bola perempuan di Spanyol dan Eropa. Ia tahu bahwa timnya memiliki potensi untuk mewujudkan ambisi tersebut. Barcelona tidak hanya memecut para pemain dan pelatih mereka untuk menjadi yang nomor satu. Mereka pun memastikan, tim tidak perlu memikirkan hal selain mengejar kemenangan dan menjejak ke podium juara.

Teixidor dan timnya merasa bertanggung jawab untuk mewujudkan kesetaraan di ranah sepak bola. Status Barcelona sebagai jenama raksasa adalah privilege yang dimanfaatkannya untuk memimpin evolusi sepak bola perempuan.

Tentu saja mewujudkan ambisi itu tak semudah memimpikannya. Namun, Barcelona membuktikan bahwa mereka sanggup melakukannya. Pada Juli 2018, Barcelona mengumumkan bahwa mereka bekerja sama dengan Stanley Black & Decker sebagai sponsor utama. Ini pertama kalinya Barcelona Femeni memiliki dedicated sponsor. 

Stanley tentu saja tidak menjadi satu-satunya sponsor Barcelona. Mereka turut menggandeng Nike, Naulover, Cupra, Coca-Cola, dan Caixa Bank. Maka jangan heran jika Barcelona berani memprediksi bahwa mereka akan merengkuh pendapatan komersil dan advertisement sebesar 3,7 juta euro. Jika dipecah, 77,6% dari total pendapatan tersebut berasal dari pendapatan sponsor.

Gebrakan itu pada dasarnya dilakukan agar Barcelona menjadi tim yang atraktif bagi para pemain bintang. Lieke Martens yang memang diberkati dengan kemampuan taktis luar biasa pun bersedia menginjakkan kaki ke Barcelona. 

Martens adalah pemain yang lihai beroperasi di celah-celah sempit. Ia terbiasa memukau dengan kemampuan yang membuat orang-orang membanding-bandingkannya dengan Lionel Messi. Cruyff’s turn dan eksekusi bola mati? Itu bukan masalah besar untuknya.

Meski punya kemampuan untuk menggaet nama-nama besar, Barcelona Femeni tak mau melepaskan diri dari identitas mereka sebagai pencipta pemain bintang. Dalam hal ini mereka menggunakan sistem serupa tim pria yang mengombinasikan jebolan La Masia dan para pemain bintang. 

Dari sistem itu kita akan melihat perpaduan antara Andrea Falcon, Losada, dan Aitana Bonmati yang merupakan didikan akademi dengan bintang-bintang internasional seperti Caroline Graham Hansen, Ana-Maria Crnogorcevic, dan tentu saja Martens.

Barcelona Femeni juga menunjuk pelatih yang paham betul dengan filosofi sepak bola Blaugrana. Adalah Lluis Cortes yang menjadi arsitek taktik tim. Cortes bukan orang asing di Barcelona. Ia merupakan bagian tim analis.

Dukungan itu membuat Barcelona sanggup tampil habis-habisan di setiap kompetisi yang mereka hadapi. Losada bahkan menyebut bahwa para pemain tak perlu khawatir lagi soal uang. Yang harus mereka pikirkan hanya mencapai versi terbaik untuk mengantar Barcelona menjadi juara.

“Di Barcelona versi sekarang kami memiliki gaji yang cukup. Artinya, gaji itu bukan sekadar cukup untuk bertahan hidup. Kami bisa hidup nyaman, kami ada di posisi yang membuat kami tak perlu memikirkan apa pun selain sepak bola. Jauh sebelum era ini, kami—pesepak bola perempuan—bertanding lebih amatir dari seorang amatir. Tidak ada sedikit pun profesionalisme dalam sepak bola kami,” tutur Losada kepada Sid Lowe untuk ESPN.

Keleluasaan ini pada akhirnya membuat Barcelona memiliki daya untuk tampil tangguh. Lihat saja perjalanan mereka di kompetisi liga musim ini. Ke-26 pertandingan liga mereka tutup dengan 26 kemenangan. Dalam perjalanan ekstravaganza itu, mereka mencetak 128 gol dan hanya kemasukan 5 gol. Seratus dua puluh delapan gol dan lima gol. Benar, seperti itu statistiknya.

Barcelona selalu datang ke setiap pertandingan dengan rencana taktik yang jelas. Ketika melawan PSG di leg kedua semifinal Liga Champions Perempuan, tim asuhan Cortes tidak menggantungkan harapan pada eror yang dibuat oleh PSG. Mereka selalu berusaha untuk bangkit lebih awal dan terus menekan PSG yang berujung pada eror yang semakin menganga. 

Jennifer Hermoso dan Bonmati bermitra sebagai duet penyerang yang ditopang oleh Puttelas yang maju untuk menutup pergerakan bek. Lini belakang PSG di bawah tekanan yang tak ada habis. Barcelona adalah tim yang sangat terlatih dan mereka selalu paham kapan harus menutup bola. Kemampuan membaca tempo dan ruang seperti ini membantu mereka untuk mengendalikan permainan.

Menghadapi serangan Barcelona yang didominasi sayap kanan, PSG bertahan dengan sangat sempit. Itu adalah Langkah mereka untuk menghentikan para penyerang Barcelona mencari ruang.


Kebanyakan orang mungkin berpikir serangan Barcelona akan pampat jika mereka tidak mampu meregangkan pertahanan lawan dengan memosisikan para penyerang sedekat mungkin dengan pinggir lapangan. 

Akan tetapi, Barcelona tak pernah datang hanya dengan satu rencana. Ketika cara itu tidak berhasil, mereka justru memanfaatkan ruang terbuka di sisi sayap untuk menciptakan peluang di lini tengah.

Kegigihan untuk beradaptasi dengan berbagai situasi adalah kunci yang membuat Barcelona tampil hebat hampir di setiap laga, termasuk di Liga Champions.

***
Chelsea dan Barcelona akan bertemu di partai puncak Liga Champions Perempuan 2020/21 pada Senin (17/5/2021) di Stadion Gamla Ullevi. Pertemuan dua juara ini bukan kebetulan, bukan pula kisah ayunan tongkat peri ke gaun Cinderella. 

Pertandingan di puncak prestasi sepak bola Eropa ini adalah bukti bahwa akan selalu ada buah yang sedap jika kamu bersedia menabur benih dan merawat segala sesuatu yang tumbuh dari lapangan hijau para perempuan.

Terima kasih telah menjadi pembaca setia The Flanker

Jika kamu menikmati konten dari The Flanker, kini kamu bisa memberikan dukungan dengan mentraktir kami via Trakteer. Dengan sistem traktir minimal Rp20.000, kamu bisa terus mendukung The Flanker menghasilkan konten-konten berkualitas dan tanpa iklan yang mengganggu.