Ferran Torres Menggantikan Aguero, Apa Bisa?

Foto: Twitter @FerranTorres20.

Cepat atau lambat Pep Guardiola mesti menemukan pengganti Aguero yang bakalan hengkang dari Manchester City pada akhir musim nanti.

Sudah 11 tahun berlalu sejak Lionel Messi mencetak hat-trick perdananya buat Pep Guardiola. Tiga lesakan itu membawa Barcelona menang 5-0 atas Tenerife di musim 2009/10. Buat Guardiola, pemain seperti Messi barangkali hanya muncul seumur hidup sekali. Namun, La Pulga bukan satu-satunya pemain yang pernah mempersembahkan trigol untuknya.

Ferran Torres jadi yang terbaru. Dia menjebol gawang Newcastle United tiga kali, 15 Mei 2021. Tak sekadar itu, Torres bahkan mengukirnya di usia 21 tahun 75 hari atau 125 hari lebih cepat dari yang dilakukan Messi.

***

"Saya tidak tahu apa yang akan terjadi. Mungkin kami membeli striker, mungkin tidak. Kami memiliki seorang pemain (Torres), dia masih muda. Dia merupakan transfer yang jitu. Saya bisa memasangnya di kiri, kanan, atau sebagai striker.”

Guardiola begitu tenang saat menjawab pertanyaan dari reporter Sky Sports, Geoff Shreeves. Soal siapa yang akan menggantikan Sergio Aguero musim depan, apakah Torres? Atau rekrutan baru di musim panas nanti?

Well, sebetulnya bukan perkara gampang buat menggantikan sosok Aguero. Sebanyak 15 trofi, termasuk 5 titel Premier League, berhasil dipersembahkannya untuk City selama sedekade terakhir.

Aguero juga sukses menyumbang 258 gol dari segala ajang yang membuatnya bertengger sebagai topskorer sepanjang masa The Citizens. Sementara 182 golnya di Premier League mengantarnya masuk ke daftar 4 besar bomber tersubur di kompetisi terelite Inggris itu (di bawah Alan Shearer, Wayne Rooney, dan Andy Cole). Ya, sebesar itu dedikasi Aguero buat City.

Yang jadi masalah lagi, Guardiola punya kualifikasi tersendiri buat penyerangnya. Mereka mesti punya pemahaman tinggi soal taktik. Soal kepekaan akan ruang serta disiplin dalam penempatan posisi, bukan cuma jago menyelesaikan peluang doang.

Spek semacam itu membuat ujung tombak Guardiola lebih dinamis dalam bergerak dan tak sekadar ngendon di kotak penalti lawan. Menjadi hal yang lumrah saat melihat mereka bergerak ke sisi sayap atau turun ke dalam untuk terlibat dalam proses pembangunan serangan.

Di Barcelona, Guardiola punya David Villa. Sementara di City, ya, Aguero ini. Toleh saja titik golnya yang relatif lebih luas ketimbang poacher biasa. Lalu, bisakah Torres menjadi suksesor Aguero?



"Unpredictable," begitu cetus direktur akademi Valencia, Jose Gimenez, menggambarkan sosok Torres. Sementara Pedro Campos, jurnalis sepak bola di surat kabar Valencia, Las Provincias, menggambarkannya sebagai winger eksplosif.

Torres, yang sejak usia 6 tahun sudah mendaftar ke akademi Valencia, menunjukkan progres yang lebih mentereng ketimbang pemain seumurannya. Dia bahkan cuma membutuhkan 12 pertandingan di Tim B untuk menarik perhatian Marcelino, arsitek Los Murcielagos kala itu.

Kiprah Torres di musim 2017/18 tersebut tergolong umayan karena mencatatkan 16 pementasan di lintas ajang. Betul bahwa kebanyakan di antaranya berangkat dari bangku cadangan, tapi perlu diingat kalau Torres masih berumur 17 tahun.

Foto: Twitter @FerranTorres20

Marcelino sadar betul bahwa kepercayaan serta menit bermain yang cukup menjadi bekal penting buat para pemain muda. Dari metode itu pula Valencia bisa memproduksi pemain-pemain jago macam Joao Cancelo, Santi Mina, Goncalo Guedes, dan Carlos Soler.

Ketelatenan Marcelino kepada Torres berbuah manis selama periode 2019/20. Bermain di sayap kanan dalam wadah 4-4-2, dia sukses mencetak 4 gol di La Liga. Jumlah itu hanya kalah dari duo bomber Valencia, Maxi Gomez serta Kevin Gameiro, dan juga Daniel Parejo selaku kreator utama.

Kontribusi assist-nya lebih tinggi lagi karena menyentuh angka 6 atau peringkat ketiga di Valencia. Dalam medio itu pula Torres terekam telah mengukir 9 big chances, tertinggi ke-13 di La Liga. 

Spesifikasi semacam inilah yang membuat Guardiola kepincut meminang Torres. Terlebih City telah melepas Leroy Sane ke Bayern Muenchen. Pasalnya, dari tipikal permainan, keduanya punya karakteristik yang mirip. Sama-sama cepat dan lihai menyisir tepi. Malah, Torres sedikit lebih komplet karena mampu bermain di kedua sisi.

Lagipula, "cuma" 20,9 juta poundsterling klausul pelepasan Torres. Harga yang murah meriah untuk pemain muda potensial. Sebagai komparasi, City merogoh kocek dua kali lipat dari nilai transfer Torres untuk merekrut transfer Nathan Ake dan tiga kali lipat buat Ruben Diaz.

Keserbabisaan menjadi salah satu kunci Torres untuk membuka pintu ke tim reguler City. Karena Guardiola bukan tipe pelatih yang terpatok kepada posisi, melainkan peran. Formasi dasar tak lebih penting ketimbang prinsip yang dia anut.

Itulah kenapa dia lebih membutuhkan pemain yang bisa menyerap apa yang dia mau, daripada sekadar mumpuni di satu posisi. Dan Torres, termasuk di dalamnya.

WhoScored mencatat Torres telah bermain di 7 posisi berbeda di musim ini. Dari gelandang tengah, winger kiri, dan kanan, sampai penyerang. Tentu tak sekadar itu, sebab Torres juga berhasil mencetak gol dari empat posisi main yang berlainan.

Masing-masing 5 gol dibuatnya saat turun sebagai penyerang kanan dan gelandang kanan. Kemudian 4 lesakan ditorehkannya kala ngepos di ujung tombak. Sementara saat mengisi sektor gelandang kiri, Torres sukses bikin sebiji gol.

Foto: WhoScored

Bila ditotal Torres sudah melesakkan 11 gol di Premier League dan Liga Champions. Bukan yang terbanyak, tapi catatan itu masih lebih impresif ketimbang Gabriel Jesus yang notabene berstatus sebagai "striker beneran" di City.

Sebagai gambaran, Torres mencetak 11 golnya dari total 1.650 menit penampilan di Premier League dan Liga Champions. Bila dirata-rata setidaknya dia membutuhkan 150 menit untuk mencetak satu gol. Bandingkan dengan Jesus yang “cuma” mengemas 10 gol dari 2.223 menit di dua kompetisi tersebut atau 222 menit per gol.

Statistik di atas beririsan dengan kemampuan Torres dalam menyelesaikan peluang. Menurut Understat, angka harapan golnya di Premier League senilai 5,73 dari total golnya yang menyentuh angka 7. Dengan kata lain, Torres mampu mencetak gol lebih banyak daripada semestinya. Lain cerita dengan Jesus yang mengemas 8 gol dari eksepektasi gol di angka 9.

Ngomong-ngomong soal gol, produktivitas Torres tak cuma terpampang bersama City tetapi juga di level timnas. Nyatanya dia berhasil mencatatkan namanya di papan skor saat La Furia Roja meladeni Georgia dan Kosovo di Kualifikasi Piala Dunia pada Maret 2021.


Torres bukan pilihan yang buruk untuk menggantikan tempat Aguero. Kemampuannya bermain dari sayap serta ketajaman menjadi alasannya. Dia juga cukup komplet karena jago urusan menginisiasi peluang. Sulit dibantah bahwa Torres punya potensi untuk memenuhi kriteria sebagai penyerang favorit Guardiola.

Meski kalau boleh jujur, sebenarnya masih banyak yang mesti dipertimbangkan untuk memilih Torres sebagai suksesor Aguero, mengingat usianya masih 21 tahun. Konsistensi permainannya juga belum teruji secara klinis. Setidaknya Torres masih butuh 2-3 tahun pembuktian untuk membuatnya sepadan dengan Aguero.

Terima kasih telah menjadi pembaca setia The Flanker

Jika kamu menikmati konten dari The Flanker, kini kamu bisa memberikan dukungan dengan mentraktir kami via Trakteer. Dengan sistem traktir minimal Rp20.000, kamu bisa terus mendukung The Flanker menghasilkan konten-konten berkualitas dan tanpa iklan yang mengganggu.