Gaji dan Jarak yang Menganga di Serie A

Foto: Twitter @juventusfcen

Data membuktikan bahwa kemampuan finansial berpengaruh terhadap prestasi klub, termasuk di Serie A.

Cristiano Ronaldo tak hanya pesepak bola yang dengan puluhan gelar atau atlet dengan komitmen dan usaha di atas rata-rata. Ia adalah pesepak bola dengan pendapatan terbanyak di dunia. Lebih tinggi ketimbang Lionel Messi dan Neymar.

Menurut Forbes, Ronaldo menghasilkan 89,4 juta euro per tahun. Mayoritas pendapatannya didapatkan dari kontrak iklan. Sementara, gaji yang didapatkan dari Juventus hanya menyumbang tak lebih dari setengah pemasukannya per tahun.

Apa yang didapatkan oleh Ronaldo mungkin sulit dilakukan oleh pemain Serie A lain. Melihat kompetisi lain, seperti Premier League dan La Liga, gaji pemain Serie A memang terlihat sedikit menyedihkan.

***

Komponen gaji menjadi pengeluaran terbesar klub sepak bola. Apalagi di kondisi tak menentu seperti saat ini. Mayoritas klub lantas mengambil langkah dengan melakukan pemotongan gaji.

Dua tim yang melakukan pemotongan gaji secara besar adalah Juventus dan AC Milan. Juventus yang musim lalu menganggarkan 294 juta euro untuk gaji turun menjadi 236 juta euro per musim 2020/21.

Milan juga serupa. Pemotongan gaji pemain dilakukan menyambut awal musim ini. Musim 2019/20 mereka mengeluarkan 115 juta euro diturunkan menjadi 90 juta euro pada tahun ini.

Baru-baru ini, koran olahraga Italia, La Gazzetta dello Sport, merilis daftar gaji pemain dari 20 klub Serie A. Siapa pemain dengan gaji tertinggi? Betul, Ronaldo. Dari daftar tersebut juga, terlihat masih banyak pemain di Serie A yang dibayar di bawah 1 juta euro per tahun.

Juventus tercatat sebagai tim dengan pengeluaran gaji terbesar. Mereka mengeluarkan sekitar 236 juta euro untuk 22 pemain di tim utama. Runner up Serie A musim lalu, Inter Milan, berada di posisi kedua pengeluaran gaji pemain dengan total 149 juta euro.

Spezia, yang promosi ke Serie A musim ini, jadi tim dengan pengeluaran gaji terkecil, yakni 22 juta euro per tahun untuk 35 pemain. Sedikit di atas, Spezia, Crotone jadi tim kedua dengan total bayaran pemain paling rendah, 23 juta euro untuk 31 pemain.

Ronaldo jadi pemain dengan bayaran tertinggi di Serie A musim ini dengan 31 juta euro per tahun. Di bawahnya, ada rekan setim Ronaldo di Juventus, Matthijs de Ligt, dengan bayaran 8 juta euro per tahun.

Dari data di atas dan klasemen sementara musim ini, AS Roma boleh jadi tim yang kurang baik dalam pengelolaan keuangan. Dengan pengeluaran sebesar 112 juta euro, posisi Roma harusnya lebih baik dari saat ini.

Hal lain yang membuat Roma minus adalah minimnya kontribusi pemain bergaji tinggi di atas lapangan. Javier Pastore, pemilik gaji kedua paling banyak di tim dengan 4,5 juta euro, lebih banyak absen daripada bermain. Demikian pula dengan Pau Lopez yang dibayar sekitar 3 juta euro.

Sebaliknya, penataan keuangan terbaik jatuh ke tangan Atalanta. Dengan 24 pemain, mereka hanya mengeluarkan 42.6 juta euro. Pemain dengan gaji tertinggi di La Dea adalah Alejandro “Papu” Gomez di 2 juta euro per tahun.

Selain Atalanta, Sassuolo juga dapat dikatakan baik dalam mengelola gaji pemain. Musim ini Sassuolo menganggarkan 35 juta euro untuk gaji dengan Domenico Berardi sebagai pemilik gaji tertinggi.

***

Kesenjangan gaji yang cukup luas di Serie A membuat klub terbagi menjadi dua: Kaya dan miskin.

Secara tidak langsung, kemampuan klub kaya menggaji pemain papan atas dan mencomot bintang klub miskin, akan membuat mereka makin kaya. Sebaliknya, klub kecil tidak punya cukup kekuatan untuk mempertahankan bintang mereka apalagi membeli bintang baru.

Disparitas gaji yang terjadi di Serie A sebenarnya juga jamak terjadi di kompetisi besar Eropa lain. Namun demikian, belum ada aturan baku yang secara khusus mengatur hal ini, termasuk melalui regulasi Financial Fair Play.

Arsene Wenger, yang kini menjabat sebagai FIFA Head of Global Development, pernah berujar, “Kalau aturan main tidak diubah, bisa jadi sepak bola hanya akan selalu seperti ini." 

Ia lalu mengakhiri pendapatnya dengan kalimat yang cukup tajam: "Klub kaya bertanding melawan klub kaya, sementara sisanya akan mati dengan sendirinya.”

Terima kasih telah menjadi pembaca setia The Flanker

Jika kamu menikmati konten dari The Flanker, kini kamu bisa memberikan dukungan dengan mentraktir kami via Trakteer. Dengan sistem traktir minimal Rp20.000, kamu bisa terus mendukung The Flanker menghasilkan konten-konten berkualitas dan tanpa iklan yang mengganggu.