Impian Thomas Partey, Impian Arsenal

Foto: Twitter @Arsenal

Thomas Partey dinilai sebagai gelandang yang selama ini dicari Arsenal. Ia diharapkan bisa mewujudkan impian The Gunners untuk jadi klub besar kembali.

Nama Thomas Partey jadi yang teratas di daftar belanja Mikel Arteta dua musim lalu. Pria asal Spanyol itu membutuhkan gelandang tengah yang agresif dalam skuad Arsenal yang ia latih.

Oleh karena itu, Arteta dan Arsenal benar-benar serius mengejar tanda tangan Thomas. Manajemen The Gunners berjuang hingga hari terakhir bursa transfer untuk mendapatkan pemain asal Ghana itu.

Proses kepindahan Thomas dari Atletico Madrid menuju Arsenal terjadi begitu cepat. Sebuah restoran di Kota Madrid menjadi saksinya.

Tak ada dalam pikiran Thomas untuk meninggalkan Atletico Madrid hari itu. Sampai akhirnya panggilan dari sang agen, Jose Daniel Jimenez Pozanco, dan mengajaknya untuk bertemu di restoran tersebut.

"Kami pergi ke restoran untuk makan, tetapi koki di sana berkata 'jangan tinggalkan Atletico Madrid. Hari ini adalah deadline day transfer, jangan tinggalkan kami'. Saya cuma bisa berkata 'jangan khawatir, tidak akan terjadi apa-apa'," kenang Thomas dalam wawancaranya dengan Sky Sports.

Ucapan Thomas ke sang koki akhirnya menguap. Ia cuma menjadi ucapan manis tanpa arti. Sesudah pertemuan di restoran itu, Thomas langsung melakukan tes medis sebagai syarat kepindahannya. Arsenal lalu mengumumkan kehadiran Thomas usai menebus klausul pelepasannya senilai 45 juta poundsterling.

***

Sepak bola memang menjadi tujuan hidup Thomas selagi kecil. Dirinya sangat yakin dengan sepak bola, kehidupan keluarganya yang pas-pasan bisa berubah menjadi lebih mapan.

Kecintaan Thomas kepada sepak bola juga ditambah dari ayahnya yang merupakan pelatih di klub lokal tempat mereka tinggal. Sang ayah sudah menanamkan kecintaan pada permainan sepak bola kepada Thomas dan Frances, adiknya.

Memulai karier di klub yang dilatih ayahnya, Thomas terus memupuk asa untuk bisa mentas ke Eropa. Permainan sepak bola Thomas yang terus berkembang membuat bakatnya terpantau agen pemain. Pada titik ini, Thomas juga cukup beruntung karena rekannya yang lebih jago menolak berkarier di Eropa.

"Ada seseorang yang lebih baik dari saya, seorang pemain depan yang selalu mencetak gol. Namun, dia tak ingin pergi ke Eropa dan memilih bermain di klub yang ada di Ghana," ucap Thomas.

Jalan untuk Thomas meraih cita-citanya terbuka. Kesempatan untuk trial di Spanyol ia dapatkan meski harus meninggalkan keluarganya lintas benua.

Proses kepergian Thomas menuju Eropa cukup unik. Pemain kelahiran 13 Juni 1993 itu tak sempat pamit kepada ayah ataupun ibunya. 

Perjalanan Thomas untuk mentas di Eropa cukup berliku. Ia sempat putus asa karena keluarganya tak mampu mengumpulkan uang untuk membiayai perjalanannya ke benua biru. Padahal, sang ayah sudah melego propertinya guna membantu sang anak menggapai cita-cita.

Tekad dan niat Thomas untuk ke eropa juga dinaungi keberuntungan. Agen Thomas saat ini memang sedang mencari bakat untuk dibawa ke eropa saat itu. Kebetulan, agennya ini menginap di sebuah hotel yang berdekatan dengan tempat Thomas berlatih sepak bola. Dari situ, sang agen menjanjikan Thomas untuk trial di Spanyol. Namun, kala itu belum disebutkan nama klub yang akan menjadi tempat Thomas menjalani trial.

Sang agen memproses semua surat-surat yang dibutuhkan oleh Thomas. Di sisi lain, Thomas hanya diminta untuk terus berlatih sampai hari keberangkatannya ke Spanyol.

Pada hari keberangkatannya itu, Thomas menuju Accra, Ibu Kota Ghana, untuk menerima paspornya. Thomas langsung berangkat ke Spanyol tanpa memberitahukan sanak keluarganya yang berada di rumah. Thomas kemudian bergabung dengan Atletico Madrid pada tahun 2011. Menimba ilmu di tim muda Los Rojiblancos, Thomas juga sempat direntalkan ke Mallorca dan Almeria.

Penampilan baik selama peminjaman membuat Thomas mendapat kesempatan mentas di tim utama Atletico. Tepatnya di musim 2015/16, Thomas mulai mengisi lini tengah Atletico di bawah asuhan Diego Simeone.

Total, ada sembilan tahun Thomas mengabdi untuk Atletico. Tercatat, ia memainkan 188 pertandingan dengan tim senior. Pemain yang gemar makan mie instan Indomie itu turut menyumbangkan tiga trofi yakni Liga Europa musim 2017/18, UEFA Supercup 2018/19, dan La Liga di musim terakhirnya.

***

Determinasi tinggi serta fisik yang mumpuni sebagaimana ciri khas pemain Afrika jadi senjata Thomas. Namun, Thomas juga piawai dalam membaca pergerakan dan memotong arah umpan.

Kepiawaian lain dari Thomas terletak persoalan umpan. Ia juga mahir untuk mengkreasikan peluang bagi rekan-rekannya.

Musim pertama Thomas di Arsenal terkesan biasa saja. Cedera jadi salah satu penghalang Thomas untuk bisa beradaptasi dalam bentuk permainan di bawah komando Arteta. Tercatat, Thomas cuma tampil 36 kali di semua kompetisi.

Namun, salah satu penampilan baiknya di musim perdana bersama The Gunners terjadi di Old Trafford Stadium. Kala itu, Thomas yang berduet dengan Mohamed Elneny di lini tengah bisa membawa Arsenal menekuk tuan rumah dengan skor 1-0.

Sama-sama agresif, Thomas dan Elneny mampu mendominasi lini tengah. Kekuatan fisik kedua pemain tersebut membuat Arsenal bisa memberikan pressing kepada Man United ketika melakukan build-up serangan.

Menurut Fbref, Thomas mencatatkan persentase pressing sukses mencapai 56, 3 persen. Empat tekel juga dilakukan oleh Thomas untuk mengawal lini tengah The Gunners.

Sayangnya, Thomas mengawali musim keduanya di Arsenal tidak dengan baik. Tekel yang dilakukan pemain Chelsea di laga pramusim membuat Thomas tak mentas di tiga awal Premier League. Ketiadaan Thomas berimbas ke hasil yang buruk didapatkan The Gunners.

Thomas baru bisa tampil di gameweek keempat melawan Norwich. Setelahnya, ia selalu menjadi pilihan utama Arteta di lini tengah Arsenal.

Musim ini, Thomas lebih difokuskan untuk menjaga kedalaman lini tengah Arsenal. Apalagi, kalau Thomas dimainkan bersama Marten Odegaard dan Emile Smith Rowe sebagai trisula di lini tengah.

Thomas sebenarnya menjadi awal serangan Arsenal bermula. Sebab, dari kakinya, ia akan menentukan lewat mana Arsenal akan menekan lawan. Kemampuan Thomas melakukan long pass menunjang kinerjanya di lini tengah Arsenal. So far, Thomas memiliki persentase long pass completed dengan 83,3 persen. Jumlah progresif passingnya juga menyentuh angka 19.

Thomas juga memiliki tugas untuk melindungi back four Arsenal. Oleh karena itu, jumlah tekel plus intersepnya cukup tinggi sejauh ini dengan 21 kali. Keberaniannya dan ketepatannya melepaskan tekel menjadi salah satu kunci solidnya lini belakang Arsenal.

Sepanjang Thomas bermain, gawang Arsenal baru bobol tiga kali. The Gunners pun mencatat tiga kali nirbobol dari lima laga kala Thomas berada di atas lapangan.

Meski demikian, Thomas masih belum sempurna untuk Arsenal. Masih ada beberapa aspek yang perlu dibenahi terutama soal akurasi shot. Sebab, sudah 12 shot yang dilakukan Thomas musim ini, hanya satu yang mengarah ke gawang.

Angka ini belum ada perbaikan dari musim lalu. Thomas melepaskan 26 sepakan dan cuma empat yang mengarah ke gawang. Akurasi yang buruk ini membuat Thomas belum membuat gol sama sekali untuk Arsenal.

Terima kasih telah menjadi pembaca setia The Flanker

Jika kamu menikmati konten dari The Flanker, kini kamu bisa memberikan dukungan dengan mentraktir kami via Trakteer. Dengan sistem traktir minimal Rp20.000, kamu bisa terus mendukung The Flanker menghasilkan konten-konten berkualitas dan tanpa iklan yang mengganggu.