Liverpool: List for Sale

Ilustrasi: Arif Utama.

Kami membuat daftar pemain-pemain Liverpool yang layak dilepas akhir musim nanti. Tentu saja lis ini berdasarkan performa yang ditunjukkan para pemain pada musim ini.

Wajah Juergen Klopp terlihat gusar. Sementara gerak-geriknya menunjukkan kebingungan. Sekali waktu dia melihat jam tangannya, lain kali dia menghampiri dua asistennya, Pep Ljinders dan Peter Krawietz, untuk berdiskusi.

Momen seperti ini sering terlihat saat laga-laga yang dijalani Liverpool sudah memasuki babak kedua.

Dalam benaknya, mungkin Klopp sedang berpikir: Siapa yang layak dimasukkan? Pemain mana yang bisa mengubah keadaan. Dia tahu, dia bukan Pep Guardiola yang punya opsi berlimpah. Dia tahu di bangku cadangan timnya, tak ada nama-nama seperti Phil Foden, Sergio Aguero, Ferran Torres, Bernardo Silva, atau Aymeric Laporte.

Klopp (pernah) punya Divock Origi. Namun, Origi yang duduk di bangku cadangan Liverpool musim ini berbeda dengan Origi yang duduk di bangku cadangan Liverpool satu hingga dua musim lalu. Magi pemain berpaspor Belgia itu sudah pudar. Dia tak mampu lagi menghadirkan momen-momen brilian yang bisa menyelamatkan Liverpool.

Musim ini, Klopp tak punya juru selamat yang bisa muncul dari bangku cadangan untuk menyelamatkan timnya dari kekalahan. Diogo Jota sempat muncul, tapi kemudian dia cedera cukup lama. Ketika saat ini sudah kembali bermain, situasi sudah karut-marut. Jota sepertinya akan jadi pilihan utama, bukan sekadar pelapis lagi.

Tak ada yang bisa membuat perubahan. Jika plan utama mandek, maka Liverpool akan mandek selama 90 menit. Itu sudah terbukti di banyak laga. Terakhir kali ada pemain yang muncul dari bangku cadangan dan kemudian memberikan impak positif datang pada laga versus West Ham, akhir Januari 2021.

Namun, pemain yang dimaksud sebenarnya juga bukan pemain cadangan. Mereka adalah Roberto Firmino dan Curtis Jones, dua nama yang lebih banyak berstatus sebagai pemain inti musim ini. Sebelumnya lagi, dalam laga melawan Crystal Palace, yang muncul dari bangku cadangan dan memberi impak besar juga adalah Mohamed Salah, pemain inti yang hanya diistirahatkan saat itu.

Tidak adanya pemain yang bisa menghadirkan perbedaan inilah yang tampaknya akan diperbaiki oleh Liverpool pada musim panas nanti. Terlebih Klopp akan sangat belajar banyak dari musim ini, bagaimana cedera dan ketiadaan pelapis sepadan mampu menghancurkan Liverpool.

Sebelum berbicara soal siapa pemain yang bisa didatangkan untuk jadi pembeda musim depan, ada baiknya kita bicarakan hal lain dulu: Dari skuad sekarang, siapa yang harus dijual Liverpool? Sebab di situasi finansial yang tak terlalu baik seperti saat ini, membeli pemain baru itu berarti juga melepas pemain lama.

Melihat situasi saat ini, Klopp akan gampang memlih. Tentu saja ini mengacu pada ketidakmampuan pemain tersebut dalam berkontribusi secara maksimal buat tim. Penggawa Liverpool yang masuk dalam kategori itu ada banyak. Siapa saja? Mari kita bahas satu per satu.

Divock Origi

Rasanya tak ada yang kaget jika Origi masuk daftar jual Liverpool akhir musim nanti. Liverpool memang "berutang budi" padanya untuk momen remontada vs Barcelona, momen final di Madrid, hingga momen di Derbi Merseyside. Namun, performanya musim ini benar-benar mengecewakan.

Origi sudah tak lagi jadi juru selamat Liverpool. Maginya hilang. Dari 182 menit penampilan di Premier League dan 192 menit penampilan di Liga Champions, pria 25 tahun itu tak mampu mencetak gol atau assist. Nihil. Satu kesempatan Origi untuk mengamankan muka hadir pada laga vs Burnley awal tahun ini. Sayangnya, saat berhadapan satu lawan satu dengan Nick Pope, dia gagal menciptakan gol. Bola hasil sepakannya membentur tiang. Liverpool pun kalah.

Foto: @LFC

Origi sebenarnya punya statistik yang lebih baik pada musim ini. Dari soal tembakan, dia punya catatan 3,58 tembakan per 90 menit musim ini, berbanding 1,85 per 90 pada musim lalu. Namun, peningkatan kuantitas tak dibarengi peningkatan kualitas. Musim lalu, dengan jumlah yang lebih sedikit itu, dia mampu mencetak empat gol di Premier League.

Dengan masih berada di usia emas sebagai pesepak bola, Origi rasanya juga tak akan sepi peminat. Pada transfer musim dingin lalu, Wolves dikabarkan tertarik untuk meminangnya. So, ketimbang terus percaya bahwa Origi akan kembali dan punya magi lagi, rasanya lebih baik bagi Klopp dan Liverpool untuk menjualnya.

Alex Oxlade-Chamberlain

Pada musim 2017/18, Oxlade-Chamberlain pernah begitu gemilang bersama Liverpool. Di musim itu, dia mencetak lima gol dan tujuh assist di seluruh kompetisi. Mantan pemain Arsenal ini juga jadi salah satu pemain penting dalam keberhasilan The Reds menembus final Liga Champions. Sayangnya, cedera kemudian menggerogoti kariernya.

Pada musim 2018/19 dia absen total dan semusim setelahnya sebenarnya dia mampu kembali. Pada musim lalu itu, dia bisa mencetak total tujuh gol dan dua assist di seluruh kompetisi. Namun, awal musim ini, Oxlade-Chamberlain kembali cedera dan dia tak menunjukkan performa apik.

Foto: @LFC

Dari total 234 menit bermain di seluruh kompetisi pada musim ini, dia cuma mencatat satu assist. Ketika dipercaya jadi pemain inti, dia tak memberikan impak besar buat permainan tim. Ketika dimasukkan dari bangku cadangan, Oxlade-Chamberlain tak bisa memberi perubahan berarti.

Statistiknya juga menurun. Musim ini dia cuma mencatatkan 2,1 tembakan per 90 menit, berbanding 2,4 pada musim lalu dan 2,8 pada musim 2017/18. Pun dengan angka umpan kuncinya, di mana musim ini dia hanya mencatatkan 0,8 umpan kunci per 90 menit, berbanding 1 per 90 pada musim lalu dan 4,7 per 90 pada musim 2017/18.

Liverpool juga tak perlu takut sepi pembeli buat Oxlade-Chamberlain karena kabarnya beberapa klub Inggris seperti Newcastle United, Tottenham Hotspur, hingga Southampton berminat untuk meminangnya. Biasanya, harga jual pemain Inggris juga tak buruk-buruk amat.

Xherdan Shaqiri

Sejak datang pada musim 2018/19, Shaqiri sebenarnya muncul sebagai salah satu gelandang paling kreatif di kubu Liverpool. Dia diharapkan mampu menggantikan peran Phillipe Coutinho yang hengkang ke Barcelona dan itu terbukti di awal-awal kedatangannya. Pada musim itu dia mampu mencetak enam gol dan tiga assist di Premier League.

Kemudian, Shaqiri lebih banyak berada di ruang perawatan. Ada saja cedera yang dia alami. Sayangnya, ketika bisa bermain, output yang dia hasilkan sudah tak sesuai harapan. Musim lalu dia cuma mencetak satu gol dan di musim ini, dari total 521 menit bermain di Premier League dan 139 menit bermain di Liga Champions, dia cuma mencatat dua assist.

Foto: @LFC

Ketika diberi kesempatan bermain musim ini, Shaqiri memang masih menunjukkan keterampilannya. Beberapa kali dia mampu hadir sebagai pembeda dengan umpan-umpannya. Namun, pemain berpaspor Swiss itu masih inkonsisten dan, di tengah situasi seperti saat ini, Liverpool membutuhkan sosok yang konsisten.

Dengan sudah menginjak usia 29 tahun (30 tahun pada Oktober nanti), akan sulit mengharapkan Shaqiri kembali ke performa musim 2018/19. Saat angka assist-nya (3) mampu melebihi angka expected assist-nya (1,89). Saat dia bisa jadi pemecah kebuntuan. Karena itu, sebelum harga jualnya makin turun, baiknya Shaqiri dilepas saja.

Joel Matip

Secara performa, Matip sebenarnya lebih baik daripada tiga nama di atas. Sayangnya kita semua tahu: Dia berkaki kaca. Dari musim ke musim, menit bermainnya makin tergerus karena cedera. Tengok saja musim ini, di mana dia hanya mencatatkan sembilan penampilan sebagai pemain inti di ajang Premier League.

Padahal, di tengah ketiadaan Virgil van Dijk dan Joe Gomez, Matip diharapkan mampu menyelamatkan lini belakang Liverpool. Apa lacur, dia malah ikut cedera panjang juga. Absen hingga akhir musim. Sehingga, kalau ditotal sejak musim lalu, dia hanya main 17 kali sebagai pemain inti.

Memang benar, ketika bermain Matip mampu tampil solid seperti musim-musim sebelumnya. Namun, cedera akutnya membuat dia layak masuk daftar ini. Apalagi, Agustus nanti dia sudah akan berusia 30 tahun. Ada baiknya Liverpool melepas pria Kamerun ini dan kemudian mencari pengganti yang lebih muda, segar, dan tak kalah bagus darinya.

Sheyi Ojo, Ben Woodburn, Taiwo Awoniyi, Loris Karius, Harry Wilson, dan Marko Grujic

Mereka adalah pemain-pemain Liverpool yang saat ini tengah menjalani masa peminjaman. Ada baiknya, ketika masa peminjaman berakhir, nama-nama ini dilepas secara permanen saja. Toh, Klopp juga tak terlihat mau memberi kepercayaan lebih pada nama-nama ini.

Nama paling masuk akal yang bisa dipertahankan mungkin adalah Marko Grujic, yang saat ini tengah bersama Porto. Dia punya kapabilitas untuk jadi pelapis di lini tengah Liverpool. Sayangnya, kalau melihat sisi ekonomi, Grujic bisa hadir sebagai salah satu aset paling mahal buat Liverpool dibanding deretan nama lain di daftar ini.

Belum lagi, usianya juga sudah 24 tahun. Sangat sayang talentanya jika cuma disekolahkan satu peminjaman ke peminjaman lainnya. Klopp harus menentukan: Dia diberi kepercayaan atau dijual saja. Sementara nama muda seperti Ojo, Woodburn, Awoniyi, dan Wilson yang kemungkinan mainnya amat sedikit bisa dilepas saja. 

Opsional: Naby Keita

Jika Liverpool berhasil mempertahankan Gini Wijnaldum, Keita ada baiknya dilepas saja. Mungkin banyak fans Liverpool yang tak setuju dengan opsi ini. Namun, melihat catatan menit bermain Keita, opsi menjualnya jadi masuk akal.

Sejak didatangkan pada musim 2018/19, menit bermainnya terus menurun. Kami ambil contoh di ajang Premier League. Pada musim pertama, dia mampu mencatatkan 1.394 menit bermain. Semusim setelahnya, angkanya menurun jadi 814 menit. Dan sejauh musim ini berjalan, dia baru mencatat 501 menit.

Padahal, sejak didatangkan, banyak orang menaruh harapan besar pada mantan pemain RB Leipzig ini. Apalagi penampilannya di Bundesliga begitu luar biasa. Sayangnya, hingga sekarang, penampilan gemilang itu belum pernah terlihat.

Torehan gol atau assist-nya sejak 2018/19 pun tak spesial. Selama tiga musim ini, dia cuma mencatat delapan gol dan empat assist. Padahal, di musim terakhirnya di Leipzig, dia mampu mengemas enam gol dan lima assist. Beda tipis aja.

Ini seperti saat Liverpool memiliki Daniel Sturridge. Anda tahu punya pemain yang memiliki kemampuan di atas rata-rata dan bisa membuat perbedaan, tapi Anda juga tahu bahwa ada cedera yang bisa membuat Anda tak mampu berekspektasi banyak padanya. Sulit.

***

Kita tentu tahu kepiawaian Michael Edwards dalam melakukan negosiasi ketika menjual pemain. Rhian Brewster saja berhasil dijual 23,5 juta pounds, sedangkan Dominic Solanke mampu dilepas 19 juta pounds. Padahal kita tahu pemain-pemain itu tak punya kontribusi besar di Liverpool.

Jika berhasil melepas pemain-pemain dalam daftar di atas, rasanya Liverpool akan punya uang cukup banyak buat belanja pemain di musim panas nanti. Barulah di situ, Klopp harus bisa mencari pemain yang mampu memberikan perbedaan dan impak positif buat timnya. Liverpool juga terlihat butuh penyegaran.

Terima kasih telah menjadi pembaca setia The Flanker

Jika kamu menikmati konten dari The Flanker, kini kamu bisa memberikan dukungan dengan mentraktir kami via Trakteer. Dengan sistem traktir minimal Rp20.000, kamu bisa terus mendukung The Flanker menghasilkan konten-konten berkualitas dan tanpa iklan yang mengganggu.