Membela Hector Bellerin

Foto Hector Bellerin: MDI-Shutterstock

Apa yang membuat performa Hector Bellerin bersama Arsenal jadi tak stabil? Kualitas individu yang pas-pasan atau taktik tim yang keliru?

Musim 2014/15 membuat Arsene Wenger pusing bukan main. Skuad menipis, Arsenal kehilangan banyak pemain lini belakang. Mathieu Debuchy, Laurent Koscielny, dan Carl Jenkinson cedera. Calum Chambers yang baru didatangkan pada awal musim mendapat akumulasi kartu.

Alhasil, Wenger bereksperimen dengan 11 pemain awalnya pada pekan ke-14 musim 2014/15. Demi melawan Hull City, bek kiri Nacho Monreal dimainkan sebagai bek tengah untuk menemani Per Mertesacker. Wenger memberikan tempat kepada Kieran Gibbs di sektor bek kiri. 

Eksperimen juru taktik asal Prancis itu tak cuma melibatkan satu atau dua orang pemain. Hector Bellerin juga mendapat kesempatan melakoni debut Premier League bersama tim utama Arsenal dengan berlaga sebagai bek kanan.

Sejak saat itu, Bellerin mendapat tempat di tim utama. Badai cedera Arsenal ternyata menjadi kunci yang membukakan pintu kesempatan berlaga di tim utama untuk Bellerin.

****

Bellerin karib dengan sepak bola sejak kanak. Masa kecilnya dipenuhi dengan cerita tentang sepak bola akhir pekan yang dimainkannya bersama sang ayah.

Sepak bola Bellerin tak terhenti di kisah masa kecil. Pada 2003, Bellerin masuk ke akademi Barcelona yang tersohor itu. Sejak berusia delapan tahun, Bellerin mendapat kesempatan untuk mengasah bakat di La Masia.

Ketika itu, Bellerin tidak ngepos di sisi kanan pertahanan, tetapi di lini serang. Kecepatan dan kemampuan meliuk-liuk melepaskan diri dari penjagaan lawan merupakan kelebihan pria yang lahir pada 19 Maret 1995 itu.

Kehebatannya di La Masia membuatnya dianugerahi penghargaan Man Of the Tournament di Canillas International Championship 2008. Yang memberi penghargaan untuk Bellerin saat itu adalah legenda Madrid, Zinedine Zidane.

Menghabiskan masa kecilnya di Barcelona, Bellerin pindah ke Arsenal saat berusia 16 tahun. Arsene Wenger menjadi sosok di balik keputusan Bellerin.

"Saya bertemu Arsene Wenger dan semua berjalan dengan baik. Saya memperhatikan semua yang dia katakan. Wenger juga menjamin untuk bisa bermain di tim utama dan itu sangat sulit untuk ditolak," kata Bellerin.

****

Pemain yang kini menempati posisi bek kanan itu sempat dipinjamkan Arsenal ke Watford pada musim 2013/14. Namun, setelahnya Bellerin tetap di Arsenal dan mendapat tempat di starting XI.

Bellerin menjadi pilihan utama Arsenal di pos bek sayap kanan. Pria asal Spanyol itu tak punya saingan yang sepadan untuk memperebutkan posisi utamanya.

Arsenal sempat mendatangkan Stephan Lichtsteiner sebagai pelapis Bellerin pada 2018/19. Namun, Lichtsteiner terlalu lambat dan uzur untuk bermain di Premier League.

Arteta juga mendatangkan pemain untuk menjadi pesaing Bellerin. Pada bursa transfer Januari 2020, Arteta mendatangkan Cedric Soares untuk mengisi pos bek sayap kanan.

Namun, Cedric lebih sering bergelut dengan cedera ketimbang bersaing dengan Bellerin. Arsenal sebenarnya juga memiliki Ainsley Maitland-Niles yang bisa main di posisi bek kanan. Masalahnya, Maitland-Niles juga tak konsisten untuk jadi pesaing Bellerin.


Kondisi itu membuat Bellerin tak tersentuh. Kalaupun ia harus absen, itu karena cedera. Contohnya adalah ketika ia tampil tak sampai 20 kali di Premier League 2018/19 dan 2019/20.

Begitu proses pemulihannya rampung, Bellerin tancap gas. Namun, jangan kira jalan yang ditempuh Bellerin mulus-mulus saja karena tak semua pihak mengakuinya sebagai pemain jempolan.

Di mata mereka yang kontra, pertahanan Bellerin terlampau kaku. Saat menyerang, umpan-umpannya juga tidak akurat. 

Argumen itu tergambar dari catatan statistik Bellerin musim 2020/21. Bermain 20 kali di Premier League, ia membuat 50 umpan silang dengan akurasi 22 persen saja. Pertahanan Bellerin juga tidak istimewa. Bayangkan, ia hanya membuat 28 sapuan di Premier League.

Namun, hulu dari carut-marutnya pertahanan Bellerin bukan kualitas individu saja. Untuk memahaminya, kita perlu kembali mengingat bahwa sisi kanan Arsenal merupakan sisi yang paling banyak diserang lawan. Kalkukasinya mencapai 20 persen, sedangkan serangan ke sisi kiri Arsenal adalah 13 persen.

Di titik ini, kita juga harus melihat instruksi Arteta untuk memainkan Bellerin sebagai inverted wing back. Oleh karena itu, Bellerin sering merangsek ke tengah ketimbang menyisir ke sisi tepi. Di posisinya itu Bellerin bisa jadi penyambung ketika Arsenal memindahkan bola dengan cepat.


Kemampuan olah bola dan kecepatannya yang mumpuni sebenarnya bisa membuat Bellerin menusuk dari tengah dan melepas umpan terobosan ketimbang umpan silang. Per laganya, pemain asal Spanyol ini membuat rerata dua umpan terobosan. Jumlah itu sepadan dengan torehan bek kanan Liverpool, Trent-Alexander Arnold.

Rangkaian kualitas itu seharusnya membuat Bellerin dan Arsenal baik-baik saja. Namun, apes memang gemar mengintip saat kau mengira hari ini bakal ditutup dengan semringah.

Bellerin sering bertabrakan dengan winger-winger The Gunners. Bukayo Saka atau Nicolas Pepe yang main di sisi kanan sering merangsek ke tengah untuk membongkar pertahanan lawan. Di situlah Bellerin kerap bertabrakan dengan lini di depannya.

Hal berbeda terjadi di sisi kiri. Kieran Tierney yang diberi instruksi untuk menyisir bisa berkombinasi dengan para winger yang kerap menusuk ke tengah.

****

Sebaik-baiknya kualitas Bellerin, ia perlu beradaptasi dengan peran barunya. Keliru jika mengira proses tersebut akan berujung sia-sia. Joao Cancelo bisa menjadi contoh. Oleh Pep Guardiola, Cancelo diinstruksikan lebih ke tengah sehingga bek-bek City memiliki lebih banyak pilihan ketika membangun serangan.

Cancelo juga membuktikan bahwa ia cukup krusial untuk membangun serangan. Keunggulan ini dibuktikannya dengan rerata empat umpan terobosan per pertandingan dan total 326 umpan ke area depan.

Ekspektasi tinggi dari para suporter Arsenal merupakan alasan lain yang seharusnya membuat Bellerin bergegas beradaptasi. Kalau tidak, suara sumbang yang memintanya hengkang akan semakin nyaring terdengar.

Lagi pula, Arsenal juga sedang bersiap-siap untuk mendatangkan seorang bek kanan pada bursa transfer musim panas mendatang. Sebenar-benarnya tanda waspada untuk Bellerin, bukan?

Terima kasih telah menjadi pembaca setia The Flanker

Jika kamu menikmati konten dari The Flanker, kini kamu bisa memberikan dukungan dengan mentraktir kami via Trakteer. Dengan sistem traktir minimal Rp20.000, kamu bisa terus mendukung The Flanker menghasilkan konten-konten berkualitas dan tanpa iklan yang mengganggu.