Mencari Gelandang Ideal untuk Liverpool

Foto: Berbagai Sumber.

Kami mendedah gelandang-gelandang yang sejauh ini dirumorkan bakal ke Liverpool. Siapa paling cocok mengisi tempat Wijnaldum?

Sejak Gini Wijnaldum angkat kaki dari Anfield, kabar bahwa Liverpool akan segera mendatangkan gelandang baru terus berembus. Nama seperti Saul Niguez, Youri Tielemans, Yves Bissouma, John McGinn, sampai Florian Neuhas terus dirumorkan bakal didatangkan oleh Liverpool.

Nyatanya, sampai artikel ini ditulis, belum ada satu pun gelandang baru yang merapat ke Anfield. Semua masih sekadar rumor. Bahkan beberapa rumor, seperti Saul, makin menipis peluangnya. Ini karena sang pemain justru dikabarkan lebih dekat ke Barcelona (sebagai alat barter dengan Antoine Griezmann), daripada ke Liverpool.

Selain itu, James Pearce dalam tulisannya di The Athletic mengungkapkan bahwa sulit untuk Liverpool bergerak cepat di bursa transfer. Keuangan klub yang tak sehat-sehat amat membuat Liverpool berada dalam situasi harus menjual pemain dulu sebelum mendatangkan pemain baru.

Selain itu, stok gelandang yang Liverpool miliki sekarang masih sangat melimpah. Selain ada Fabinho, Thiago Alcantara, dan Jordan Henderson yang sepertinya akan jadi pilar utama, masih ada James Milner, Curtis Jones, Naby Keita, dan Marko Grujic. Belum lagi masih ada Xherdan Shaqiri, Alex Oxlade-Chamberlain, sampai Harry Wilson yang juga bisa diplot sebagai gelandang tengah.

Nah, Liverpool (khususnya Michael Edwards selaku Direktur Olahraga) harus menjual beberapa nama dulu sebelum mendatangkan gelandang baru. Yang sudah masuk daftar jual, sih, ada Grujic dan Wilson. Selain itu Shaqiri, Chamberlain, dan Keita statusnya juga belum aman-aman banget.

Ketika nanti beberapa pemain sudah dilepas, barulah fans Liverpool bisa berharap klubnya akan mendatangkan pemain baru. Dan pertanyaan lanjutan akan muncul: Siapakah gelandang yang layak direkrut The Reds untuk menggantikan Wijnaldum?

Untuk soal ini, kami coba mendedah nama-nama yang bisa jadi pengganti Wijnaldum, dalam arti untuk memperkuat lini tengah Liverpool. Kami akan lihat statistik mereka, terutama dalam soal distribusi dan progresivitas. Siapa kira-kira yang paling cocok?

Florian Neuhaus

Pemain Borussia Moenchengladbach ini sudah masuk dalam radar sejak lama, tapi memang belum ada pendekatan secara resmi yang dilakukan Liverpool. Menurut James Pearce, dia adalah sosok yang secara budget dan kapabilitas cocok untuk Liverpool. Tidak mahal, tapi bagus.

Didi Hamann, mantan pemain Liverpool yang juga pandit Bundesliga, menyebut Neuhaus akan cocok di Liverpool. "Dia tipikal pemainnya [Juergen] Klopp," kata Hamann. Dan sebagai sesama Jerman, Hamann juga yakin bahwa Neuhaus akan beradaptasi dengan cepat dengan kultur sepak bola Inggris yang lebih fisikal.

Kalau kemudian kita lihat statistiknya, Neuhaus punya tipikal yang berbeda dengan Wijnaldum. Pemain berusia 23 tahun ini adalah gelandang yang gemar membawa bola. Nyaman dengan bola di kakinya. Musim lalu dia membawa bola ke arah depan (progresif) sebanyak 6,53 kali per 90 menit. Ia juga mencatatkan 1,58 dribel sukses per 90 menit.

Catatan itu, berbeda dengan Wijnaldum. Pemain Belanda ini lebih suka melakukan link-up-play. Pergerakan membawa bola dan dribel dilakukan secukupnya saja. Karena itu, catatan membawa bola ke arah depan per 90 menit milik Wijnaldum musim lalu hanya ada di angka 5,3. Dribel sukses per 90 menitnya hanya ada di angka 1 per 90 menit.

Sementara soal angka umpan sukses, Wijnaldum unggul. Pemain yang sekarang membela Paris Saint-Germain itu punya persentase sukses 93,3% per 90 menit, sedangkan Neuhaus hanya 83,6%. Wijnaldum juga rata-rata melepas 25,2 umpan pendek per 90 menit, sedangkan Neuhaus hanya 22,4.

Namun, fans Liverpool tidak perlu khawatir. Soal distribusi bola dan link-up play sebagaimana yang Wijnaldum lakukan musim lalu, di musim 2021/22 nanti bisa diemban oleh Thiago. Sementara Neuhaus bisa fokus pada progresivitas, bagaimana membawa bola dari belakang ke depan. Aspek ofensifnya bagus.

Neuhaus mampu mencetak enam gol di Bundesliga musim lalu dan catatan tembakan per 90 menitnya ada di angka 1,65. Di antara pemain yang ada di daftar ini (plus Wijnaldum), catatan itu adalah yang tertinggi. Dia bisa diharapkan sebagai pemecah kebuntuan tim.

Youri Tielemans

Tielemans punya tipikal yang sama dengan Neuhaus. Sama-sama andal dalam soal carries. Di kompetisi domestik musim lalu, pemain Leicester City ini rerata membawa bola (ke berbagai arah, tak cuma progresif) dengan kakinya 50,4 kali per 90 menit. Wijnaldum cuma 46,4 kali per 90 menit.

Namun, Tielemans juga cukup baik dalam soal link-up play. Per 90 menit ia mencatatkan 23,9 umpan pendek dengan persentase keberhasilan sebesar 88,2%. Secara kuantitas, lebih banyak dari Neuhaus. Akan tetapi, jika dibanding dengan Wijnaldum (25.2 umpan pendek dengan persentase 94,7% per 90 menit), angka keduanya memang masih kalah.

Tielemans juga seorang penerima bola yang baik. Ia menerima bola rata-rata 56,2 kali per 90 menit dengan persentase kontrol sempurna sebesar 94%. Wijnaldum, sementara itu, hanya menerima bola rata-rata 46 kali per 90 menit dengan persentase kontrol sempurna sebesar 90,3%.

Dibanding Neuhaus, Tielemans memang lebih komplet. Ia bisa membawa bola dan meningkatkan progresivitas, juga cakap untuk membuat aliran bola terus berjalan. Ia juga cukup kreatif, dengan catatan 1,29 umpan kunci per 90 menit. Catatan itu mengungguli Neuhaus (0,76) dan Wijnaldum (0,67).

Expected goal (xG) milik Tielemans musim lalu juga yang tertinggi. Ia mencatatkan 4,5 atau 0,12 per 90 menit. Ini membuktikan bahwa selain bisa jadi katalisator lini tengah, ia mampu menempatkan diri untuk mendapatkan peluang-peluang yang berkualitas.

Hanya saja, secara ekonomi, Tielemans bukan sosok yang ideal. Dibanding Neuhaus yang bisa Liverpool dapatkan dengan banderol di bawah 50 juta poundsterling, banderol untuk Tielemans bisa lebih dari itu. Terlebih ia adalah salah satu pemain kunci Leicester.

Fabian Ruiz

Jika fans Liverpool mencari sosok yang atribut dan statistiknya mirip-mirip dengan Wijnaldum, Fabian Ruiz adalah jawaban yang tepat. Ia bisa jadi pengalir bola dan jembatan yang baik buat lini tengah sebuah tim. Catatannya di Napoli musim lalu membuktikan itu.

Catatan umpan pendek per 90 menit miliknya ada di angka 30,1 dengan persentase sukses sebesar 91,4%. Secara keseluruhan, umpan suksesnya pun ada di angka 88,9%. Di antara pemain lain di daftar, catatan dia yang paling mendekati Wijnaldum. Fabian juga mencatatkan 5,82 umpan progresif (mengarah ke depan) per 90 menit.

Soal kontrol bola, ia juga begitu baik. Persentase suksesnya ada di angka 94,2%. Terbaik dalam daftar ini. Ia juga bisa jadi magnet buat rekan-rekan karena per 90 menit bisa 70,4 kali jadi target umpan. Catatan ini juga terbaik dalam daftar. Sentuhannya di kotak penalti lawan juga jadi yang terbanyak, yakni 1,68 kali per 90 menit.

Namun, sama seperti Wijnaldum, Fabian buruk soal end-product. Musim lalu ia cuma mencatatkan tiga gol dan satu assist di Serie A, padahal secara percobaan, catatannya tak buruk. Pemain asal Spanyol ini melepas 1,51 tembakan dan 1,47 umpan kunci per 90 menit.

Hal lain yang bisa jadi pertimbangan adalah soal harga, usia, dan persaingan. Fabian sudah berusia 25 tahun, di atas Neuhaus dan Tielemans. Harga pun tak murah, ada di kisaran 40-60 juta pounds. Selain itu, beberapa klub besar seperti Manchester City, Barcelona, dan PSG pun dikabarkan juga mengincarnya.

Saul Niguez

Peluangnya untuk ke Liverpool memang mengecil, tetapi tak ada salahnya memasukkan Saul dalam daftar. Dan untuk membuatnya adil, kami tak melihat statistik Saul musim lalu--ketika ia lebih sering dipinggirkan Diego Simeone--tapi melihat statistiknya pada musim 2019/20.

Dari situ, ada hal yang menarik soal pemain Atletico Madrid ini. Ia adalah sosok yang efektif sebagai penyelesai peluang. Dari delapan tembakan tepat sasaran (di luar penalti) yang ia catatkan di musim tersebut, empat di antaranya berbuah gol. Empat gol itu bahkan ia buat dari xG yang hanya 2,8 saja.

Selain itu, ia punya catatan 1,88 sentuhan di kotak penalti lawan per 90 menit. Ini artinya, Saul bisa menjadi gelandang yang cukup buas, alternatif pencetak gol. Kebetulan, pada musim itu, ia juga mampu mencetak enam gol buat Atletico. Tak buruk.

Namun, di luar itu, Saul tak punya statistik lain yang mentereng. Ia bukan pengalir bola yang ulung, soal catatan dribel dan membawa bola miliknya pun jadi yang paling buncit di antara yang lain. Selain itu, pemain berusia 25 tahun ini punya catatan kontrol buruk per 90 menit sebesar 1,17 alias jadi yang terburuk dalam daftar.

Melihat dirinya lebih dekat ke Barcelona, ditambah catatan statistiknya, rasanya akan menjadi kejutan besar kalau Liverpool jadi mendatangkan Saul di musim panas ini. Dan jika itu terjadi, mungkin Michael Edwards dan Klopp melihat potensi lain (yang tak tercatat statistik) dalam diri Saul.

John McGinn

Pemain Aston Villa ini pernah mendapatkan pujian dari Klopp. Pelatih Liverpool itu bilang bahwa McGinn adalah pemain super pada 2019. Dan setelah melihat performa McGinn kala Aston Villa menghajar Liverpool 7-2 musim lalu, ketertarikan Klopp terhadapnya dinilai makin meningkat.

McGinn adalah pemain yang cukup kreatif. Musim lalu ia rata-rata mencatatkan 1,08 umpan kunci per 90 menit. Pemain Skotlandia itu juga mencatatkan 5 assist dari expeceted assist (xA) yang cuma 3. Penciptaan peluangnya cukup efektif. Ia juga rerata melepaskan 1,19 umpan ke kotak penalti lawan per 90 menit.

Selain itu, McGinn cukup berani dalam melakukan dribel. Ia mencatatkan 1,51 dribel per 90 menit dengan persentase sukses 74,7%. Umpan progresifnya juga ada di angka 4,84 per laga. Catatan-catatan itu memang bukan yang nomor satu, tapi membuktikan bahwa ia cukup bisa diandalkan soal progresivitas.

Jika ada satu hal yang membuatnya mirip dengan Wijnaldum, itu adalah soal kebugaran. McGinn punya daya tahan yang bagus dan ia cuma satu kali absen di Premier League musim lalu. Sisanya, di 37 laga, ia selalu jadi starter untuk Aston Villa. Daya tahan ini bagus buat tim seperti Liverpool.

Hanya saja, sama seperti pemain Britania Raya pada umumnya, harga McGinn terbilang mahal. Aston Villa memagarinya dengan banderol sebesar 45-55 juta pounds. Dengan usia yang sudah 26 tahun, Liverpool pasti berpikir dua sampai tiga kali untuk memboyongnya dengan harga segitu. Kecuali, kalau Aston Villa mau menurunkan harga.

***

Dari daftar ini kalian bisa lihat bahwa Liverpool punya banyak pilihan. Jika mau cari yang komplet, ada Tielemans. Akan tetapi, harganya mahal. Kalau mau cari yang bagus dalam progresivitas dan cukup klinis, Florian Neuhaus jadi yang terdepan. Harganya juga masih masuk di akal, plus usia masih 23 tahun.

Jika Liverpool mau cari yang atribut dan statistiknya mirip Wijnaldum, Fabian Ruiz adalah pilihannya. Namun, harga dan persaingan sudah ketat. Saul bisa dijadikan opsi kalau Klopp mencari sosok gelandang yang cuma bisa mencetak gol dan McGinn cukup kreatif plus bagus soal progresivitas, tapi harganya kelewat mahal buat pemain 26 tahun.

Pusing, bukan? Dan kalau boleh memilihkan, sih, dua nama teratas kami sarankan untuk jadi buruan utama Liverpool. Mungkin Michael Edwards juga sepakat.

Terima kasih telah menjadi pembaca setia The Flanker

Jika kamu menikmati konten dari The Flanker, kini kamu bisa memberikan dukungan dengan mentraktir kami via Trakteer. Dengan sistem traktir minimal Rp20.000, kamu bisa terus mendukung The Flanker menghasilkan konten-konten berkualitas dan tanpa iklan yang mengganggu.