Menilai Klub di Bursa Transfer Musim Panas 2021/22

Foto: @psg.

Kami menilai pergerakan transfer klub top Eropa sepanjang bursa transfer musim panas 2021/22.

Bursa transfer musim panas 2021 telah berakhir. Sejumlah tim bergerilya di detik-detik jelang penutupan. Ada yang senang karena berhasil mendapatkan pemain idaman dan ada yang gusar karena gagal menggaet pemain buruan.

Musim panas ini boleh jadi yang paling menarik sepanjang sejarah. Mulai dari kepindahan Lionel Messi dan Cristiano Ronaldo hingga keberhasilan Paris Saint-Germain memboyong beberapa bintang dengan gratisan. Kamu sendiri tidak menyangka, kan?

Untuk itu, kami coba membuat sedikit rangkuman dari pergerakan transfer tim-tim besar. Dari tim yang paling heboh hingga paling irit sampai yang pembeliannya efisien hingga patut dipertanyakan.

Transfer Terbaik

Paris Saint-Germain melakoni bursa transfer musim panas 2021 dengan amat brilian. Tujuh pemain datang, Achraf Hakimi, Danilo Pereira, Nuno Mendes, Gianluigi Donnarumma, Georginio Wijnaldum, Sergio Ramos, dan Lionel Messi. Mereka semua berstatus pemain kunci dari klub sebelumnya.

Pembelian Hakimi layak mendapatkan pujian pertama. Kedatangan Hakimi seakan menutup permasalahan bek kanan PSG sejak ditinggalkan oleh Dani Alves. Musim lalu, bersama Inter Milan, ia membuat 7 gol dan 8 assist. Kontribusi tersebut rasanya pantas membuatnya dihargai 60 juta euro.

Kedatangan Sergio Ramos dan Lionel Messi jadi langkah terbaik mereka. Tak ada yang perlu diragukan dari kualitas mereka. Apalagi, mereka punya banyak pengalaman di Liga Champions, kompetisi yang amat diidam-idamkan oleh PSG.

Bagaimana dengan Donnarumma? Well, melihat musim lalu, rasanya Keylor Navas masih layak untuk menjadi kiper utama. Rasio penyelamatannya mencapai 80,9% di atas Donnarumma yang hanya sekitar 71,2%.

Cerdas Memilih


Ada banyak tim yang pantas disebut melakukan transfer cerdas kali ini. Di Italia, ada AC Milan dan Inter Milan. Di Jerman, ada Bayern Muenchen. Di Spanyol, Atletico Madrid bergerak pintar. Dan, di Inggris, Manchester United dan Chelsea, layak disebut demikian.

AC mendapatkan perhatian musim panas ini. 11 pemain didatangkan dengan biaya sekitar 72 juta euro. Dari yang datang, pembelian Mike Maignan adalah keputusan tepat. Selain mencatat 21 clean sheet, ia juga berhasil menepis 79% dari total percobaan ke gawangnya musim lalu.

Inter nyaris mendapatkan 200 juta euro, buah dari penjualan Romelu Lukaku dan Achraf Hakimi, di bursa transfer kali ini. Kepergian keduanya ditambal dengan cerdik oleh Inter. Edin Dzeko dan Joaquin Correa jadi pengganti Lukaku, sedangkan pos sepeninggal Hakimi diisi oleh Denzel Dumfries.

Manchester United tidak kalah pandai. Raphael Varane, Jadon Sancho, dan Cristiano Ronaldo adalah alasannya. Kedatangan mereka rasanya menjadikan musim panas kali ini yang terbaik buat United dalam beberapa musim belakangan.

Chelsea merogoh hingga 115 juta euro untuk memboyong Lukaku. Angka tersebut terbilang besar tapi rasanya sepadan mengingat mereka juga mendapatkan sekitar 120 juta euro dari penjualan pemain. Belum lagi Saul Niguez yang didatangkan lewat opsi peminjaman.

Berikutnya ada Atletico Madrid. Persoalan di lini depan mereka tutup dengan langkah cerdas, meminjam Antoine Griezmann dari Barcelona. 13 gol yang ia bukukan untuk Barcelona di musim lalu membuatnya layak untuk diperhatikan. Selain Griezmann, Atletico juga mendatangkan Matheus Cunha dan Rodrigo De Paul yang tokcer di musim lalu.

Transfer Menarik

AS Roma dan RB Leipzig membuat keputusan yang amat berbeda di musim panas ini. Roma, menggelontorkan nyaris 100 juta euro untuk belanja pemain baru. Angka tersebut nyaris setara dengan apa yang mereka keluarkan pada musim 2019/20.

Di bawah Jose Mourinho, Roma tampaknya punya hasrat lebih besar. Sejauh ini, pemain-pemain baru Roma mampu memberi bukti. Tammy Abraham sudah mencetak 1 gol dan 2 assist, sementara Rui Patricio cukup solid menjaga gawang di 2 pertandingan.

Leipzig sebenarnya terhitung sebagai klub yang boros. 100 juta euro lebih mereka keluarkan untuk memboyong 8 pemain. Namun, apa yang mereka keluarkan terbilang cukup pantas melihat kualitas 8 pemain tersebut. Leipzig semakin menarik karena dari 8 nama yang datang, Andre Silva jadi pemain paling tua, dengan usia 25 tahun.

Biasa Saja


Juventus, Liverpool, dan Manchester City boleh jadi punya kemampuan besar untuk bermanuver di bursa transfer. Meski demikian, pada akhirnya, yang mereka lakukan tergolong biasa saja.

Mendapatkan jasa Manuel Locatelli dan melepas Cristiano Ronaldo jadi keputusan pintar Juventus. Yang jadi masalah, mereka gagal mendapatkan playmaker dan justru memulangkan Moise Kean, yang belum kelihatan mekar.

Liverpool hanya memboyong Ibrahima Konate musim panas ini. Selain itu, mereka coba ikhtiar dengan pemain muda, macam Harvey Elliot dan Curtis Jones. Pertanyaannya, apakah mereka bisa menutup lubang sepeninggal Wijnaldum dan Xherdan Shaqiri?

Manchester City mengagetkan jagat transfer setelah membeli Jack Grealish di harga 117 juta euro. Grealish mungkin tampil apik di tiga pertandingan awal. Namun, masalah City ada di pos penyerang tengah dan City tidak berbuat apa-apa di musim panas lalu.

Patut Dipertanyakan

Kebijakan transfer Arsenal, Borussia Dortmund, Real Madrid, dan Barcelona layak dipertanyakan.

Arsenal jadi klub Premier League paling boros. Mereka menggelontorkan 165 juta euro di musim panas kali ini untuk 6 pemain. Masalahnya--kecuali Takehiro Tomiyasu--tidak ada pemain yang dapat memberikan dampak signifikan dari 2 laga yang sudah dijalani.

Ben White, rekrutan termahal Arsenal musim ini, melakoni debut Premier League bersama Arsenal dengan mengecewakan. Menghadapi Brentford, ia tiga kali kehilangan bola. Arsenal kalah di laga tersebut.

Dortmund pun demikian. Uang hasil penjualan Jadon Sancho mereka gunakan untuk mendapatkan Donyell Malen. Dari 3 laga, Malen belum kelihatan kontribusinya. Pemain baru lain, Gregor Kobel, tidak jauh berbeda. Dari 3 pertandingan, ia jauh dari kata mengesankan.

Real Madrid, meski menutup bursa transfer dengan mendatangkan Eduardo Camavinga, enggan belanja bek tengah lagi setelah David Alaba. Blunder Eder Militao di laga perdana dan penampilan buruk Nacho di laga kedua seharusnya jadi momentum Madrid untuk belanja bek tengah baru.

Hmm, Barcelona... Krisis finansial boleh jadi menghambat laju Barcelona. Dari pemain yang masuk, hanya Memphis Depay, yang mampu tampil baik sejauh ini. Masalah lain Barcelona adalah keputusan menjual pemain-pemain muda potensial seperti Jean Clair Todibo dan Ilaix Moriba. Meskipun dalam kasus Moriba, ia meminta gaji terlalu tinggi untuk pemain muda seperti dirinya hingga tak bisa dipenuhi oleh Barcelona.

Terima kasih telah menjadi pembaca setia The Flanker

Jika kamu menikmati konten dari The Flanker, kini kamu bisa memberikan dukungan dengan mentraktir kami via Trakteer. Dengan sistem traktir minimal Rp20.000, kamu bisa terus mendukung The Flanker menghasilkan konten-konten berkualitas dan tanpa iklan yang mengganggu.