Daftar The Flanker Academy

Dengan mendaftar Rp500.000, kamu akan mendapatkan kelas-kelas seputar konten sepak bola yang dibagikan langsung oleh para pakarnya. Mulai dari bahasa dalam kepenulisan bersama Dea Anugrah, scriptwriting dengan Rossi Finza Noor, penulisan opini oleh Ilham Zada, analisis taktik bersama Ruang Taktik, riset dalam sepak bola dengan Dex Glenniza, hingga personal branding bersama Coach Justin.

Sign up now

Mourinho Masterclass: Bagaimana Spurs Melumat Man United di Old Trafford

Foto: Tottenham Hotspur

Jose Mourinho jeli melihat kelemahan-kelemahan di skuad Manchester United. Hasilnya, Spurs membobol gawang United enam kali di Old Trafford.

Pada 23 Oktober 2011, Old Trafford --yang bagi Manchester United adalah ‘Theatre of Dreams’-- menjadi tempat berpesta untuk tim tamu. Manchester City yang datang sebagai lawan berhasil menumbangkan si empunya kandang dengan skor telak 6-1.

Mario Balotelli dan Edin Dzeko masing-masing membuat dua gol. Lalu, ada Sergio Aguero dan David Silva yang sukses mengemas masing-masing satu gol. United? Hanya bisa membalas lewat gol dari Darren Fletcher. City yang memang bertabur bintang keluar sebagai juara pada musim tersebut.

Sembilan tahun berlalu Old Trafford kembali menjadi tempat berpesta bagi tamunya. Kali ini Tottenham Hotspur yang menjungkalkan si ‘Iblis Merah’ pada pekan keempat Premier League, Minggu (5/10/2020) malam WIB.

Sama seperti City, Spurs juga menumbangkan United dengan skor telak 6-1. Son Heung-min dan Harry Kane berhasil membuat sepasang gol. Gol-gol lainnya diciptakan oleh Tanguy Ndombele dan Serge Aurier. Adapun, United hanya bisa membuat gol melalui tendangan penalti dari Bruno Fernandes pada menit kedua.

Pada laga ini, United turun dengan pola 4-2-3-1. Harry Maguire dan Eric Bailly dipasangkan di bek tengah. Pemasangan keduanya terbilang berisiko. Pasalnya, keduanya tak memiliki kecepatan yang cukup untuk mengejar penyerang lawan.

Di depan Maguire dan Bailly, ada Nemanja Matic dan Paul Pogba. Keduanya ditempatkan sebagai poros ganda.

Pelatih Spurs, Jose Mourinho, memanfaatkan hal tersebut. Maka, diturunkanlah trio penyerang Kane, Son, dan Erik Lamela. Ketiga pemain itu memiliki kecepatan dan selalu bergerak dinamis. Mereka bergerak untuk memancing bek-bek United keluar dari posisinya. Son saja hanya empat kali menyentuh bola di dalam kotak penalti United. Catatan yang sama juga dimiliki oleh Kane.

Dinamisnya permainan penyerang Spurs terlihat dari gol kedua yang dibuat Son. Kane berhasil menarik Harry Maguire keluar sehingga lini belakang United longgar. Kane lalu memberikan bola ke daerah kosong. Son pun meraihnya tanpa bisa dikejar Bailly.

Selain longgar, pertahanan United tak banyak dibantu oleh lini serangnya. Ya, Marcus Rashford dan Mason Greenwood jarang sekali turun untuk menutup pergerakan Serge Aurier dan Sergio Reguilon. Imbasnya, dua pemain tersebut bisa ikut menusuk ke pertahanan United dengan leluasa. Gol ketiga Spurs pun terjadi berkat umpan dari Aurier dari sisi kanan.

Tak cuma lini serang, tiga gelandang yang dimainkan Spurs juga bermain sangat apik. Mohamed Sissoko, Tanguy Ndombele, dan Pierre Hojbjerg tampil memukau baik menyerang maupun bertahan.

Ketiganya sukses membuat enam intersep dan tiga sapuan di laga malam tadi. Para gelandang Spurs itu sukses meredam kreativitas lini tengah United. Saat menyerang, ketiganya sukses membuat total empat umpan kunci di laga kali ini. Jangan lupa juga, Hojbjerg yang membuat assist untuk gol kelima Spurs.

Di kubu United, Matic yang ditugaskan untuk menjaga kedalaman malah melempem. Tak ada satupun tekel dan intersep yang dibuat oleh eks gelandang Chelsea itu sepanjang ia bermain.

Laga ini memang memperlihatkan bobroknya pertahanan dari United. Tak cuma organisasi, United juga buruk dalam individual para pemainnya. Lihat saja salah passing dari Bailly sehingga timbul gol ketiga Spurs yang dibuat Kane. Apesnya lagi, United bermain dengan 10 orang sejak menit ke-28. Penyerang asal Prancis itu ketahuan memukul Erik Lamela.

Di babak kedua, Ole Gunnar Solskjaer mengubah komposisi pemain. Nemanja Matic dan Bruno Fernandes ditarik keluar. Fred dan Scott McTominay masuk. Kemudian, Pogba dipindahkan ke sisi kiri penyerangan United untuk memberi tekanan kepada Aurier. Perubahan tersebut seakan telat. Spurs pun menutup laga dengan skor 6-1.

Kemenangan ini mengantar Spurs berada di posisi keenam dengan tujuh pertandingan. The Lilywhites sukses menggamit dua kemenangan dan satu imbang dari empat pertandingan. Sementara, United nangkring di posisi ke-16 setelah hanya meraih satu kemenangan dari tiga laga yang sudah dijalaninya.

Daftar The Flanker Academy

Dengan mendaftar Rp500.000, kamu akan mendapatkan kelas-kelas seputar konten sepak bola yang dibagikan langsung oleh para pakarnya. Mulai dari bahasa dalam kepenulisan bersama Dea Anugrah, scriptwriting dengan Rossi Finza Noor, penulisan opini oleh Ilham Zada, analisis taktik bersama Ruang Taktik, riset dalam sepak bola dengan Dex Glenniza, hingga personal branding bersama Coach Justin.

Sign up now