Daftar The Flanker Academy

Dengan mendaftar Rp500.000, kamu akan mendapatkan kelas-kelas seputar konten sepak bola yang dibagikan langsung oleh para pakarnya. Mulai dari bahasa dalam kepenulisan bersama Dea Anugrah, scriptwriting dengan Rossi Finza Noor, penulisan opini oleh Ilham Zada, analisis taktik bersama Ruang Taktik, riset dalam sepak bola dengan Dex Glenniza, hingga personal branding bersama Coach Justin.

Sign up now

Panduan Grup C Euro 2020

Ilustrasi: Arif Utama

Apakah laju Belanda bakal mulus? Atau malah dijungkalkan oleh Austria, Ukraina, dan bahkan Makedonia Utara?

Di palagan para jagoan, Makedonia Utara coba menerkam dan menunjukkan bahwa mereka bukan pesakitan.

Makedonia Utara jadi tim dengan ranking FIFA paling rendah di Euro 2020. Berdasarkan rilis terbaru FIFA, mereka berada di urutan ke-62. Jauh di bawah yang lain, termasuk di antara tim di Grup C, Belanda (16), Austria (23), dan Ukraina (24).

Namun, jangan kira kelemahan tersebut membuat mereka layak direndahkan. Dibandingkan tim lain, persiapan tim ini terbilang matang. Sejak Maret lalu, mereka rutin berlatih di kota yang menjadi basecamp mereka di Euro 2020, Bukares.

Bukares menjadi kota penyelenggaraan Grup C. Nantinya, akan ada 3 pertandingan yang digelar di stadion termegah di kota ini, National Arena, yakni: Austria vs Makedonia Utara, Ukraina vs Makedonia Utara, dan Ukraina vs Austria.

Selain Bukares dan National Arena, pertandingan lain di Grup C dihelat di Johan Cruyff ArenA, Amsterdam. Di sana, laga Belanda vs Ukraina, Belanda vs Austria, dan Makedonia Utara vs Belanda digelar.

Belanda

Gagal melaju ke putaran final Euro 2016 dan Piala Dunia 2018 menampar wajah Belanda. Tidak heran, saat menunjuk Ronald Koeman, 2018 lalu, ia mendapatkan mandat yang amat jelas: lolos ke Euro 2020 atau pecat.

Seiring berjalannya waktu, Koeman tidak menemukan kesusahan untuk mewujudkan misi tersebut. Meski sempat kalah dari Jerman di partai kedua kualifikasi, Belanda mampu lolos setelah menutup empat pertandingan berturut-turut dengan kemenangan.

Pendukung Belanda pun optimistis menyambut Euro 2020. Namun, masalah terjadi kemudian. Koeman memutuskan untuk menerima tawaran menjadi pelatih Barcelona. Dua bulan berikutnya, kapten Virgil van Dijk dipastikan absen setelah mengalami cedera lutut parah.

Frank De Boer kemudian ditunjuk sebagai pengganti Koeman. Dalam konferensi pers perdananya sebagai pelatih Belanda, ia mengaku tidak akan mengubah peninggalan pelatih terdahulu. “Kami akan bermain dalam gaya yang sama,” kata De Boer.

Hasil di atas lapangan ternyata berbeda. 12 pertandingan di bawah De Boer, Belanda sering kesulitan saat menghadapi tim jagoan. Mereka menyerah dari Italia (7/9/2020) dan Turki (24/3/2021) serta hanya bermain imbang 1-1 dengan Spanyol (11/11/2021) yang tampil dengan mayoritas pemain muda.

Dari 12 pertandingan tersebut, Belanda seringkali menggunakan pola 4-2-1-3. Lima pemain yang nyaris selalu diturunkan dalam 12 pertandingan tersebut adalah Stefan de Vrij, Matthijs De Ligt, Frenkie de Jong, Marten de Roon, Georginio Wijnaldum, dan Memphis Depay.

Depay menjadi tumpuan serangan Belanda. Selain dapat bermain di banyak posisi penyerangan, penampilan Depay bersama Olympique Lyon musim lalu terbilang moncer. Total 20 gol dan 12 assist dibuat oleh ekspemain PSV Eindhoven ini dalam 37 laga.

Pelatih: Frank de Boer

Penjaga gawang: Marco Bizot (AZ Alkmaar), Tim Krul (Norwich City), Maarten Stekelenburg (Ajax Amsterdam)

Pemain bertahan: Nathan Ake (Manchester City), Daley Blind (Ajax Amsterdam), Matthijs de Ligt (Juventus), Stefan de Vrij (Inter Milan), Denzel Dumfries (PSV Eindhoven), Jurriem Timber (Ajax Amsterdam), Patrick van Aanholt (Crystal Palace), Joel Veltman (Brighton & Hove Albion), Owen Wijndal (AZ Alkmaar)

Pemain tengah: Frenkie de Jong (Barcelona), Marten de Roon (Atalanta), Ryan Gravenberch Ajax Amsterdam, Davy Klaassen (Ajax Amsterdam), Teun Koopmeiners (AZ Alkmaar), Georginio Wijnaldum (Liverpool)

Pemain depan: Steven Berghuis (Feyenoord), Luuk de Jong (Sevilla), Memphis Depay (Olympique Lyonnais), Cody Gakpo (PSV Eindhoven), Donyell Malen (PSV Eindhoven), Quincy Promes (Spartak Moscow), Wout Weghorst (Wolfsburg)

Ukraina

Sebagai pemain, Andriy Shevchenko terkenal sebagai penyerang andal. Pergerakannya gesit dan tampil amat mengerikan di depan gawang lawan. Namun, apa yang bisa ia lakukan saat memimpin dari pinggir lapangan?

Pertanyaan tersebut banyak muncul setelah Shevchenko ditunjuk sebagai pelatih Ukraina pada 2016. Dipilihnya Shevchenko oleh menuai banyak kritik karena ia mengungguli nama-nama berpengalaman seperti Mircea Lucescu dan Oleksiy Mykhaylychenko.

Mulanya, perjalanan Shevchenko di Ukraina berjalan mulus. Mereka bahkan hanya menelan satu kekalahan dalam 21 pertandingan internasional sepanjang 2017 hingga 2019.

Situasi mulai berjalan buruk saat kalender memasuki 2020. Enam kekalahan dari tujuh pertandingan membuat Shevchenko dihujat. Federasi sepak bola Ukraina, UAF, tidak lepas dari kritikan karena bergeming melihat kekacauan.

Dukungan dari pemain menjadi alasan mereka mempertahankan Shevchenko. Sebagai pelatih, ia dikenal sebagai sosok yang terbuka atas setiap saran pemain. Cara melatihnya pun tidak sekaku dan sekeras pelatih-pelatih terdahulu, seperti Oleg Blokhin dan Mykhaylo Fomenko.

Secara permainan, Shevchenko menggunakan 5-3-2 sebagai pola utama. Pola ini amat mengandalkan kedisiplinan pemain bertahan dan tengah saat ditekan lawan. Begitu menekan, bola akan diserahkan ke Ruslan Malinovskyi yang menjadi kreator serangan.

Malinovskyi akan didukung oleh dua gelandang bertahan, yakni pemain Manchester City, Oleksandr Zinchenko, dan pemain Shakhtar Donetsk, Taras Stepanenko. Soal adaptasi, ketiganya tidak perlu diragukan lagi karena telah bermain bersama di lini tengah sejak 2019.

Pelatih: Andriy Shevchenko

Penjaga gawang: Georgiy Bushchan (Dynamo Kyiv), Andriy Pyatov (Shakhtar Donetsk), Anatolii Trubin (Shakhtar Donetsk)

Pemain belakang: Eduard Sobol (Club Brugge), Illia Zabarnyi (Dynamo Kyiv), Serhiy Kryvtsov (Shakhtar Donetsk), Denys Popov (Dynamo Kyiv), Oleksandr Tymchyk (Dynamo Kyiv), Vitaliy Mykolenko (Dynamo Kyiv), Oleksandr Karavaev (Dynamo Kyiv), Mykola Matviyenko (Shakhtar Donetsk)

Pemain tengah: Serhiy Sydorchuk (Dynamo Kyiv), Ruslan Malinovskyi (Atalanta), Mykola Shaparenko (Dynamo Kyiv), Marlos (Shakhtar Donetsk), Yevhen Makarenko (Kortrijk), Oleksandr Zinchenko (Manchester City), Viktor Tsygankov (Dynamo Kyiv), Taras Stepanenko (Shakhtar Donetsk), Andriy Yarmolenko (West Ham), Oleksandr Zubkov (Ferencváros), Heorhii Sudakov (Shakhtar Donetsk), Roman Bezus (Gent)

Pemain depan: Roman Yaremchuk (Gent), Artem Besedin (Dynamo Kyiv), Artem Dovbyk (Dnipro-1)

Austria

Berbekal status tuan rumah bersama Swiss, Austria lolos ke putaran final Euro 2008. Meski demikian, status tersebut tidak mengubah peruntungan Austria. Mereka gagal melaju ke fase gugur setelah hanya mendapatkan satu poin dari 3 pertandingan.

Lima tahun lalu, di Euro 2016, cerita Austria tidak jauh berbeda. Mengandalkan kombinasi pemain muda dan tua, mereka lagi-lagi hanya mendapatkan satu angka. Buruknya lagi, mereka menelan kekalahan dari Hongaria dan Islandia, yang materi pemainnya lebih buruk.

Catatan tersebut coba diperbaiki di Euro 2020. Berbekal nama-nama yang tengah bersinar, macam David Alaba, Marcel Sabitzer, dan Martin Hinteregger, banyak yang mengklaim bahwa ini adalah skuat mereka di Euro 2020 adalah generasi emas.

Melihat perjalanan selama kualifikasi, Austria menggunakan tiga pola secara bergantian, 4-2-3-1, 4-4-2, dan 5-3-2. Pola dasar 4-2-3-1 dan 4-4-2 digunakan saat menghadapi tim yang materi pemainnya di bawah mereka, sedangkan 5-3-2 dipilih untuk menghadapi tim yang lebih kuat.

Dari pola tersebut, Alaba menjadi pemain yang tidak tergantikan. Sempat dimainkan sebagai gelandang bertahan, kini Alaba lebih sering dipasang untuk mengisi pos bek kiri. Kombinasinya bersama winger gaek menjadikan sisi kiri Austria menjadi tumpuan saat menyerang.

Permasalahan Austria ada di lini depan. Sasa Kalajdzic, yang mencetak 16 gol untuk VfB Stuttgart di Bundesliga musim lalu, dinilai masih minim pengalaman di level tim nasional. Sementara penggantinya, Karim Onisiwo dan Michael Gregoritsch, tak mendapatkan banyak kesempatan bermain musim lalu.

Pelatih: Franco Foda

Penjaga gawang: Daniel Bachmann (Watford), Pavao Pervan (Wolfsburg), Alexander Schlager (LASK)

Pemain belakang: David Alaba (Bayern), Aleksandar Dragović (Leverkusen), Marco Friedl (Werder Bremen), Martin Hinteregger (Frankfurt), Stefan Lainer (Mönchengladbach), Philipp Lienhart (Freiburg), Stefan Posch (Hoffenheim), Christopher Trimmel (Union Berlin), Andreas Ulmer (Salzburg)

Pemain tengah: Julian Baumgartlinger (Leverkusen), Christoph Baumgartner (Hoffenheim), Florian Grillitsch (Hoffenheim), Stefan Ilsanker (Frankfurt), Konrad Laimer (Leipzig), Valentino Lazaro (Internazionale), Marcel Sabitzer (Leipzig), Louis Schaub (Luzern), Xaver Schlager (Wolfsburg), Alessandro Schöpf (Schalke), Marko Arnautovic (Shanghai Port)

Pemain depan: Michael Gregoritsch (Augsburg), Sasa Kalajdzic (Stuttgart), Karim Onisiwo (Mainz)

Makedonia Utara

Pada 2015 lalu, Goran Pandev memutuskan menarik kembali keputusannya untuk pensiun dari Makedonia Utara. Alasannya sederhana, ia ingin ambil bagian dari rencana jangka panjang pelatih Igor Angelovski.

Keputusan Pandev enam tahun lalu berbuah manis pada 2020. Lewat sebuah sontekan dari dalam kotak penalti, ia membawa Makedonia Utara menang atas Georgia 0-1 dan untuk pertama kalinya lolos ke Euro.

Namun, jangan kira kemenangan dan keberhasilan Makedonia Utara hari itu hanya karena Pandev. Ada pemain-pemain lain yang layak dikenang karena mewujudkan mimpi Makedonia Utara. Salah satunya Elif Elmas.

Elmas, yang berkembang dari didikan pelatih Igor Angelovski sejak dini, adalah kunci lini tengah Makedonia Utara. Meski bermain di lini tengah, pemain Napoli ini tampil menawan di fase kualifikasi dengan mencetak empat gol.

Elmas menjadi satu dari tiga gelandang yang rutin dipasang pola 5-3-2. Pola ini menjadi pilihan utama Angelovski sejak ditunjuk sebagai pelatih 2015 lalu. Lewat pola ini, Makedonia berhasil menutup 49 pertandingan dengan 22 kemenangan.

Secara tim, Makedonia Utara tengah dalam tren apik. Dalam 10 pertandingan terakhir, mereka hanya menelan dua kekalahan. Istimewanya lagi, mereka berhasil mengalahkan Jerman 1-2 pada Maret lalu.

Pelatih: Igor Angelovski

Penjaga gawang: Stole Dimitrievski (Rayo Vallecano), Damjan Siskovski (Doxa Katokopia), Riste Jankov (Rabotnicki)

Pemain belakang: Stefan Ristovski (Dinamo Zagreb), Visar Musliu (Fehérvár), Egzon Bejtulai (Shkëndija), Kire Ristevski (Újpest), Gjoko Zajkov (Charleroi), Darko Velkovski (Rijeka), Ezdzan Alioski (Leeds)

Pemain tengah: Arijan Ademi (Dinamo Zagreb), Enis Bardhi (Levante), Stefan Spirovski (AEK Larnaca), Boban Nikolov (Lecce), Tihomir Kostadinov (Ružomberok), Ferhan Hasani (Partizani), Elif Elmas (Napoli), Daniel Avramovski (Kayserispor), Darko Curlinov (Stuttgart), Marjan Radeski (Akademija Pandev)

Pemain depan: Goran Pandev (Genoa), Aleksandar Trajkovski (Mallorca), Ivan Trickovski (AEK Larnaca), Vlatko Stojanovski (Chambly), Krste Velkovski (Sarajevo), Milan Ristovski (Spartak Trnava)





Daftar The Flanker Academy

Dengan mendaftar Rp500.000, kamu akan mendapatkan kelas-kelas seputar konten sepak bola yang dibagikan langsung oleh para pakarnya. Mulai dari bahasa dalam kepenulisan bersama Dea Anugrah, scriptwriting dengan Rossi Finza Noor, penulisan opini oleh Ilham Zada, analisis taktik bersama Ruang Taktik, riset dalam sepak bola dengan Dex Glenniza, hingga personal branding bersama Coach Justin.

Sign up now
Issue!

Panduan Fase Grup Euro 2020

Panduan lengkap persaingan di keenam grup Euro 2020.