Daftar The Flanker Academy

Dengan mendaftar Rp500.000, kamu akan mendapatkan kelas-kelas seputar konten sepak bola yang dibagikan langsung oleh para pakarnya. Mulai dari bahasa dalam kepenulisan bersama Dea Anugrah, scriptwriting dengan Rossi Finza Noor, penulisan opini oleh Ilham Zada, analisis taktik bersama Ruang Taktik, riset dalam sepak bola dengan Dex Glenniza, hingga personal branding bersama Coach Justin.

Sign up now

Panduan Grup F Euro 2020

Ilistrasi: Arif Utama

Prancis, Jerman, dan Portugal boleh saja diunggulkan. Namun, Hongaria tak bisa begitu saja diremehkan.

Pelatih Prancis, Didier Deschamps, tersenyum getir begitu pengundian babak grup E Piala Eropa 2020 selesai dilakukan. Ia mahfum, tim yang dibesutnya berada di grup yang berat bersama Portugal, Jerman dan Hongaria -saat itu masih tertulis pemenang play-off A-.

Semua akan setuju Grup F adalah neraka. Portugal si juara bertahan, juara Piala Dunia 2018 Prancis, tiga kali juara Piala Eropa Jerman, serta Hongaria akan beradu demi lolos ke babak selanjutnya.

"Ini grup yang sulit, saya pikir Joachim Loew dan Fernando Santos berpikir hal yang sama. Akan rumit melihat kualitas lawan dan hasil yang mereka dapatkan di level eropa dan dunia," ucap Deschamps usai pengundian.

Budapest di Hongaria dan Munich di Jerman akan menjadi arena pertarungan Grup F. Siapa yang akan melaju ke babak 16 besar dari Grup F ini?

Prancis

Prancis punya kans besar mengikuti capaian 21 tahun lalu. Menjadi juara Eropa setelah merengkuh trofi Piala Dunia.

Banyak aspek yang membuat Prancis difavoritkan untuk merengkuh gelar eropa ketiganya. Apalagi, saat ini Les Blues berada dalam generasi emasnya.

Skuad Prancis di Piala Eropa 2020 tak terlalu berbeda dengan di Piala Dunia 2018 lalu. Hugo Lloris, Raphael Varane, N'Golo Kante, Paul Pogba, Kylian Mbappe, dan Antoine Griezmann masih menjadi tulang punggung Prancis.

Satu nama yang diprediksi bisa menambah kekuatan Prancis adalah Karim Benzema. Ya, Deschamps memang memanggil Benzema guna mengisi lini serang Prancis. Pengalaman serta ketajaman Benzema dinilai masih dibutuhkan untuk membantu Prancis menjadi juara.

Kehadiran Benzema juga bisa menambah variasi di lini serang Prancis. Dinamisnya penyerang Real Madrid itu di depan gawang membantu Kylian Mbappe atau Griezmann untuk merangsek ke dalam kotak penalti.

Jangan lupa, Prancis juga memiliki Olivier Giroud yang tak kalah tajam. Penyerang berusia 34 tahun itu sudah membukukan 46 gol untuk Timnas Prancis, cuma berbeda lima dari Thierry Henry yang menjadi pencetak gol terbanyak Prancis sepanjang masa.

Giroud merupakan alternatif lain di lini serang Prancis. Penyerang Chelsea ini bisa menjadi sosok penentu bagi Prancis di turnamen seperti Euro ini.

Namun, Prancis bukannya tak memiliki titik lemah. Sektor belakang Prancis masih menjadi titik yang mesti dibenahi oleh Didier Deschamps.

Raphael Varane, Clement Lenglet, dan Presnel Kimpembe tak memperlihatkan penampilan yang impresif bersama klubnya masing-masing pada 2020/21. Ketiganya juga lebih sering berkutat dengan cedera.

Skuad Prancis

Pelatih: Didier Deschamps

Penjaga Gawang: Hugo Lloris (Tottenham Hotspur), Mike Maignan (Losc), Steve Mandanda (Marseille).

Pemain Bertahan: Lucas Digne (Everton), Leo Dubois (Lyon), Lucas Hernandez (Bayern Muenchen), Presnel Kimpembe (PSG), Jules Kounde (Sevilla), Clement Lenglet (Barcelona), Benjamin Pavard (Bayern Muenchen), Raphael Varane (Real Madrid), Kurt Zouma (Chelsea).

Pemain Tengah: N'Golo Kante (Chelsea), Thomas Lemar (Atletico Madrid), Paul Pogba (Manchester United), Adrien Rabiot (Juventus), Moussa Sissoko (Tottenham Hotspur), Corentin Tolisso (Bayern Muenchen).

Pemain Depan: Wissam Ben Yedder (AS Monaco), Karim Benzema (Real Madrid), Kingsley Coman (Bayern Muenchen), Ousmane Dembele (Barcelona), Olivier Giroud (Chelsea), Antoine Griezmann (Barcelona), Kylian Mbappe (PSG), Marcus Thuram (Borussia Moenchengladbach).

Portugal

Portugal bukan cuma Cristiano Ronaldo. Mereka datang ke Euro 2020 dengan materi pemain yang komplet dan apik di setiap lininya.

Di belakang, pasukan Fernando Santos memiliki Raphael Guerreiro dan Ruben Dias. Lalu, ada Bruno Fernandes, Ruben Neves, dan Bernardo Silva di lini tengah.

Pada pos penyerangan, Cristiano Ronaldo, Joao Felix, dan Andre Silva adalah nama-nama yang dibawa oleh Portugal. Nama-nama senior seperti Pepe dan Jose Fonte juga masih mengisi skuat dari Selecao das Aquinas ini.

Kekuatan Portugal terletak di lini belakangnya. Selain memiliki bek tengah yang kuat, Portugal juga punya gelandang bertahan yang kokoh untuk memutus serangan lawan.

Fernando Santos biasanya menggunakan dua double pivot yang kokoh dalam bertahan dalam diri Danilo Pereira dan William Carvalho. Oleh karena itu, Portugal menjadi tim yang begitu pragmatis dan berhasil menjadi juara di Piala Eropa edisi sebelumnya.

Dengan dua pivot yang lebih bertahan, tugas Bruno Fernandes dalam menginisiasi serangan lebih bebas. Bruno juga akan dibantu sayap-sayap Portugal yang aktif.

Dua fullback mereka juga akan bergerak lebih ofensif. Mereka bisa melakukan kombinasi dengan Bernardo atau Diogo Jota yang berada di depannya.

Namun, rentanya usia dua pemain belakang Portugal bisa menjadi kelemahan. Apalagi, mereka akan menghadapi penyerang-penyerang yang memiliki kecepatan.

Skuad Portugal

Pelatih: Fernando Santos

Penjaga Gawang: Anthony Lopes (Olympique Lyon), Rui Patricio (Wolves), Rui Silva (Granada)

Pemain Bertahan: Diogo Dalot (AC Milan), Nelson Semedo (Wolves), Jose Fonte (Lille), Pepe (Porto), Ruben Dias (Manchester City), Nuno Mendes (Sporting), Raphael Guerreiro (Borussia Dortmund)

Pemain Tengah: Danilo Pereira (Paris St Germain), Joao Palhinha (Sporting), Ruben Neves (Wolves), Bruno Fernandes (Manchester United), Joao Moutinho (Wolves), Renato Sanches (Lille), Sergio Oliveira (Porto), William Carvalho (Real Betis)

Pemain Depan: Pedro Goncalves (Sporting), Andre Silva (Eintracht Frankfurt), Bernardo Silva (Manchester City), Cristiano Ronaldo (Juventus), Diogo Jota (Liverpool), Goncalo Guedes (Valencia), Joao Felix (Atletico Madrid), Rafa Silva (Benfica).

Jerman

Awalnya, Jerman ingin datang ke Piala Eropa 2020 dengan pemain muda yang lebih fresh. Di awal-awal 2019, Joachim Loew selaku pelatih sudah tak lagi memanggil Thomas Mueller, Mats Hummesl, hingga Manuel Neuer.

Niat mereka untuk meremajakan skuad sepertinya akan berhasil. Di babak kualifikasi Piala Eropa 2020, Jerman meraih tujuh kemenangan dan cuma sekali tumbang.

Seiring berjalannya waktu, Jerman malah seperti kehilangan arah. Prestasi mereka di UEFA Nations League jeblok. Die Manschaft cuma menang dua kali dari enam pertandingan.

Serge Gnabry dan kolega bahkan dihajar Spanyol dengan skor 0-6. Hasil tersebut merupakan margin terbesar kekalahan Jerman di laga internasional.

Singkatnya, Jerman akhirnya membawa Thomas Mueller dan Mats Hummels ke Euro 2020. Tak ada bantahan untuk pemanggilan Mueller, sebab pemain Bayern Muenchen itu mengemas 11 gol dan 18 assist untuk Die Roten di musim 2020/21.

Hummels juga tampil brilian. Pemain Borussia Dortmund itu mencatatkan rata-rata 1,8 tekel, 2,2 intersep, dan 3,7 sapuan di Bundesliga musim ini.

Dua nama tersebut akan dipadukan dengan remaja-remaja Jerman semisal Kai Havertz, Leroy Sane, hingga Serge Gnabry. Sekarang tinggal bagaimana Loew meramu skuatnya tersebut.

Menariknya, Loew juga belum menemukan pola yang ajeg untuk Jerman saat ini. Di empat laga terakhir, Jerman menggunakan pola 4-3-3, 3-4-3, dan 3-4-2-1. Fleksibilitas dari wing back dan bek tengah Jerman ini memudahkan Loew untuk mengubah-ubah pola di setiap laganya.

Masalahnya, Jerman belum menemukan penyerang tengah bertipe target man. Hal ini yang disinyalir akan menyulitkan Jerman jika berada dalam situasi deadlock dan lawan dengan pertahanan low block.

Piala Dunia 2018 menjadi contohnya. Jerman yang dihuni gelandang-gelandang kreatif malah kesulitan membuat gol. Cuma ada dua gol yang dibuat Der Panzer selama turnamen berlangsung. Langkah mereka pun terhenti di babak grup.

Jangan lupa, Piala Eropa 2020 akan menjadi turnamen terakhir untuk Loew. Pelatih berusia 61 tahun itu akan digantikan posisinya oleh Hansi Flick.

Skuad Jerman

Pelatih: Joachim Loew

Penjaga Gawang: Manuel Neuer (Bayern Muenchen), Bernd Leno (Arsenal), Kevin Trapp (Eintracht Frankfurt)

Pemain Bertahan: Robin Koch (Leeds United), Antonio Ruediger (Chelsea), Marcel Halstenberg (RB Leipzig), Lukas Klostermann (RB Leipzig), Christian Guenter (SC Freiburg), Mats Hummels (Borussia Dortmund), Robin Gosens Atalanta), Matthias Ginter (Borussia Monchengladbach), Niklas Suele (Bayern Muenchen)

Pemain Tengah: Joshua Kimmich (Bayern Muenchen), Leon Goretzka (Bayern Muenchen), Kai Havertz (Chelsea), Thomas Mueller (Bayern Muenchen), Toni Kroos (Real Madrid), Jamal Musiala (Bayern Muenchen), Emre Can (Borussia Dortmund), Jonas Hofmann (Borussia Monchengladbach), Florian Neuhaus (Borussia Monchengladbach), Ilkay Guendogan (Manchester City), Leroy Sane (Bayern Muenchen)

Pemain Depan: Kevin Volland (AS Monaco), Timo Werner (Chelsea), Serge Gnabry (Bayern Muenchen)

Hongaria

Hongaria diprediksi akan menjadi bulan-bulanan serta lumbung gol di Grup F. Pengalaman serta kualitas materi pemain yang di bawah Portugal, Prancis, dan Jerman menjadi penyebabnya.

Sialnya lagi, Hongaria tak akan diperkuat oleh Dominik Szoboslai karena cedera. Szoboslai adalah menjadi penentu kemenangan Hongaria di final play-off Kualifikasi Piala Eropa melawan Islandia.

Tanpa Szoboslai, Hongaria tak kehilangan kreativitas di lini tengah. Marco Rossi selaku pelatih Hongaria kerap menampilkan pola 3-5-2 di setiap pertandingannya.

Formasi tersebut membuat Hongaria akan menumpuk banyak pemain di tengah dan depan guna menahan gempuran lawan. Hongaria juga bukan tim yang mengedepankan penguasaan bola. Selama dilatih Marco Rossi, rata-rata penguasaan bola mereka cuma di angka 36 persen.

Nah, Hongaria lebih gemar bermain direct dengan melepaskan umpan jauh ke daerah pertahanan lawan. Kedua wing back juga cukup aktif untuk melakukan umpan-umpan silang.

Hongaria juga memiliki Adam Szalai sebagai target dari umpan-umpan lambung tersebut. Penyerang sekaligus kapten tim itu sudah membukukan 23 gol untuk Hongaria sejauh ini.

Skuad Hongaria

Pelatih: Marco Rossi

Penjaga Gawang: Ádám Bogdán (Ferencváros), Dénes Dibusz (Ferencváros), Péter Gulácsi (Leipzig)

Pemain Belakang: Bendegúz Bolla (Fehérvár), Endre Botka (Ferencváros), Attila Fiola (Fehérvár), Ákos Kecskés (Lugano), Ádám Lang (Omonia Nicosia), Gergő Lovrencsics (Ferencváros), Loïc Négo (Fehérvár), Willi Orbán (Leipzig), Attila Szalai (Fenerbahçe)

Pemain Tengah: Tamás Cseri (Mezőkövesd), Dániel Gazdag (Philadelphia Union), László Kleinheisler (Osijek), Ádám Nagy (Bristol City), András Schäfer (Dunajská Streda), Dávid Sigér (Ferencváros), Kevin Varga (Kasımpaşa), Roland Varga (MTK Budapest)

Pemain Depan: János Hahn (Paks), Filip Holender (Partizan), Nemanja Nikolić (Fehérvár), Roland Sallai (Freiburg), Szabolcs Schön (FC Dallas), Ádám Szalai (Mainz)

Daftar The Flanker Academy

Dengan mendaftar Rp500.000, kamu akan mendapatkan kelas-kelas seputar konten sepak bola yang dibagikan langsung oleh para pakarnya. Mulai dari bahasa dalam kepenulisan bersama Dea Anugrah, scriptwriting dengan Rossi Finza Noor, penulisan opini oleh Ilham Zada, analisis taktik bersama Ruang Taktik, riset dalam sepak bola dengan Dex Glenniza, hingga personal branding bersama Coach Justin.

Sign up now
Issue!

Panduan Fase Grup Euro 2020

Panduan lengkap persaingan di keenam grup Euro 2020.