Pentingnya Locatelli

Foto: Twitter @locamanuel73

Locatelli berperan penting di permainan Juventus musim ini. Saat dia cedera seperti sekarang ini, siapa yang layak menggantikannya?

Manuel Locatelli terpincang di atas lapangan. Tangisannya menandakan cedera yang parah dan membuatnya tak bisa melanjutkan pertandingan. Padahal, pertandingan baru berjalan setengah jam.

Cedera lutut yang dialami eks Sassuolo itu membuatnya harus ditarik keluar oleh Massimiliano Allegri di menit ke-33. Locatelli sebenarnya tampil cukup baik di setengah jam pertandingan. Ada satu upaya yang dilakukannya. Selain itu, akurasi passing gelandang berusia 24 tahun itu mencapai 80 persen di laga tersebut.

Cedera Locatelli merupakan kesialan ganda Juventus di hari tersebut. Mentas di depan pendukungnya sendiri, Juventus menyerah dari rivalnya yakni Inter Milan dengan skor 0-1. Kekalahan itu memutus tren baik Juventus dalam 15 pertandingan Serie A sebelumnya. 'Si Nyonya Tua' mencatatkan 10 kemenangan dan lima hasil imbang.

****

Juventus sangat ngebet mendatangkan Locatelli di bursa transfer musim panas lalu. Allegri yang kembali ditunjuk menukangi Alvaro Morata dan kolega melihat kurangnya sosok gelandang kreatif dalam skuadnya. Tak cuma kreatif, Locatelli juga dipercaya mampu menjadi gelandang yang bisa menguasai bola dengan lama. Ia bisa men-delay atau langsung melakukan direct ball ke depan.

Locatelli memang paket komplet di posisi gelandang. Ia bisa menjadi deep-lying playmaker dan juga box to box. Kemampuan passing ditambah daya jelajah yang tinggi membuat Locatelli piawai bermain di dua peran tersebut.

Visi permainan Locatelli sangatlah brilian dan distribusi bolanya hanya bisa disamai oleh beberapa pemain di Serie A. Atributnya yang paling mengesankan adalah jangkauan dan ketepatan umpannya. Dia mampu mengubah permainan dengan melepaskan umpan yang mengancam ke area pertahanan lawan.

Musim ini, Locatelli sudah menyumbangkan empat assist untuk Juventus di Serie A. Angka itu jadi yang tertinggi nomor tiga setelah Alvaro Morata dan Paulo Dybala. Pemain kelahiran Lecce itu juga mencatat rata-rata 5,25 passing progresif per 90 menit.

Locatelli juga agresif untuk membuat gol. Ia tercatat melepaskan 0,94 shot per pertandingan. Tiga gol juga sudah dibuat pemain yang lahir 8 Januari itu.

Kemampuan bertahan Locatelli diperlihatkan dengan rata-rata 14,8 pressing per laga. Rerata tekel dan intersepnya juga mencapai 3,5 di pentas Serie A musim ini.

Locatelli juga piawai dalam melakukan duel. Kemahirannya dalam ball recoveries juga patut mendapat acungan jempol. Juventus memiliki gelandang yang piawai bermain dalam sistem pressing dan penguasan bola dalam diri Locatelli. Tak heran, perannya begitu penting bersama Juventus musim ini.

Lalu, bagaimana Juventus tanpa Locatelli nantinya?

Musim ini, Allegri acap bermain dengan formasi dasar 4-4-2. Locatelli dan Arthur dipercaya menjadi rekan di pos gelandang. Kemudian, Juan Cuadrado serta Adrien Rabiot yang mentas di kedua tepi.

Duet Locatelli dan Arthur bisa dibilang saling melengkapi. Keduanya sama-sama piawai mendistribusikan bola dan bisa memutus aliran bola dari lawan. Bedanya, Locatelli lebih berani adu fisik. Posturnya yang kekar dan tinggi menjulang membuatnya mudah menjangkau bola.

Juventus masih punya Denis Zakaria yang bisa menggantikan peran Locatelli. Memang, Zakaria lebih memiliki naluri bertahan ketimbang Locatelli. Pemain asal Swiss itu piawai dalam membaca arah serangan lawan.

Bersama Moenchengladbach di Bundesliga musim 2019/20, Zakaria mencatatkan 25 intersep. Jika diakumulasikan dengan jumlah tekel, ia mencatatkan aksi bertahan sebanyak 96 kali. Itu adalah yang terbanyak di Gladbach.

Jumlahnya tak berkurang banyak di Juventus musim ini. Kendati baru main lima kali di Serie A, Zakaria sudah mencatatkan 2,82 intersep per 90 menit. Rata-rata tekel sukesnya juga mencapai 1,28.

Zakaria juga punya akurasi passing yang mumpuni. Ia dapat mengirim umpan yang memanjakan ke para pemain depan. Ia juga aktif dalam melepaskan tembakan. Rata-ratanya, Zakaria melepaskan 1,03 shot on target untuk Juventus musim ini. Ia juga sudah mengemas satu gol di Serie A.

Zakaria juga yang mentas menemani Arthur di tengah saat Juventus melawan Cagliari akhir pekan lalu. Penampilannya di laga tersebut cukup oke. Ia membuat lini tengah Juventus lebih bertenaga. Kemampuannya dalam meredam agresivitas lawan diperlihatkan dengan catatan dua tekel dan satu intersep.

Saat menyerang, Zakaria bisa membuat dua percobaan dengan satu yang mengarah ke gawang. Satu umpan kunci juga dibuat oleh pemain yang mengenakan nomor punggung 25 itu.

****

Cedera lutut yang dialami Locatelli memang tak akan membuatnya absen lama. Pemain yang pernah merumput bersama AC Milan itu diperkirakan akan menepi selama 20 sampai 30 hari ke depan karena masalah pada ligamen lututnya.

Sebentar atau lama Locatelli absen tetap memberikan pengaruh kepada Juventus. Apalagi, Juventus masih punya kans -meski kecil- untuk merebut Scudetto musim ini. Jika pemain kuncinya absen, bukan tak mungkin laju hebat Juventus akan terganggu.

Terima kasih telah menjadi pembaca setia The Flanker

Jika kamu menikmati konten dari The Flanker, kini kamu bisa memberikan dukungan dengan mentraktir kami via Trakteer. Dengan sistem traktir minimal Rp20.000, kamu bisa terus mendukung The Flanker menghasilkan konten-konten berkualitas dan tanpa iklan yang mengganggu.