Daftar The Flanker Academy

Dengan mendaftar Rp500.000, kamu akan mendapatkan kelas-kelas seputar konten sepak bola yang dibagikan langsung oleh para pakarnya. Mulai dari bahasa dalam kepenulisan bersama Dea Anugrah, scriptwriting dengan Rossi Finza Noor, penulisan opini oleh Ilham Zada, analisis taktik bersama Ruang Taktik, riset dalam sepak bola dengan Dex Glenniza, hingga personal branding bersama Coach Justin.

Sign up now

Prediksi Premier League 2022/23 versi The Flanker

Foto: Premier League

Para penulis kami menuliskan prediksi soal berbagai hal yang akan terjadi di Premier League musim 2022/23: dari soal juara sampai pemecatan pelatih.

Premier League 2022/23 akan mulai akhir pekan ini. Sebagaimana penyambutan musim baru, kami juga ingin memberikan prediksi soal apa yang bakal terjadi di musim ini. Soal siapa yang akan jadi juara, siapa yang bakal terdegradasi, siapa yang akan mencetak gol paling banyak, sampai siapa pelatih yang paling cepat didepak.

Anda, tentu saja, boleh setuju atau tidak dengan prediksi dari para penulis kami ini. Sebab, prediksi dari mereka pun berdasar pandangan dan keberaniannya masing-masing. Kalau ternyata ada yang benar, kami mungkin akan merayakan. Kalau salah, mungkin akan kami tertawakan.

So, inilah prediksi kami...

Siapa yang Akan Jadi Juara?

Rossi Finza Noor: Susah untuk tidak menjagokan Manchester City dan Liverpool kembali. Kedua klub sudah kadung punya pakem dan kohesivitas skuad yang sudah terbentuk selama bermusim-musim. Ini belum menghitung faktor Pep Guardiola dan Juergen Klopp sebagai pelatih. Jika menjadi juara adalah perkara mencari fine margin, Guardiola dan Klopp sudah berusaha melakukannya dengan menambah beberapa pemain yang bisa menjadi opsi ke dalam skuad mereka. Asal lini depannya tidak misfiring, City cukup solid di tiap lini untuk mempertahankan gelar.

    Marini SaragihIt's hard not to pick Liverpool. Dibandingkan Manchester City, Liverpool memang sedikit lebih kalem di bursa transfer. Namun, dalam beberapa musim terakhir di Premier League, Juergen Klopp juga sudah membuktikan bahwa yang terpenting itu daya ledak di atas lapangan, bukannya keriuhan di media. Liverpool musim 2022/23 sepertinya bakal terlihat sebagai tim yang memiliki bintang di setiap lini. Yang membikin ngeri, bintang-bintang itu tidak saling memakan, tetapi menopang, melengkapi, dan memperkuat. Itu yang bikin mereka terlihat meyakinkan buat diprediksi jadi juara liga.

      Billi Pasha: Barangkali terlihat serampangan kalau berharap Tottenham bakal juara. Di lain sisi, saya rada merasa berdosa bila mengabaikan Antonio Conte begitu saja. Musim lalu dia bawa Tottenham nangkring di posisi keempat meski datang di tengah jalan. Sementara di musim ini, Conte pastinya bisa lebih leluasa untuk mempersiapkan timnya. Perekrutan personel di sepanjang musim panas juga terlihat efisien. Tak jorjoran dan tepat posisi. Ivan Perisic, Fraser Forster, Yves Bissouma, Richarilison, dan Djed Spence. So, saya percaya Conte bisa membawa Tottenham juara di musim keduanya, seperti waktu bersama Chelsea dan Inter Milan.

      Bergas Agung: Hati saya menginginkan Liverpool, tapi otak saya bilang Manchester City. Kedua tim sebenarnya sama-sama belum sempurna. Liverpool butuh gelandang yang bisa jadi pembeda dan main lebih dari 30+ laga tiap musimnya. Sementara City butuh tambahan pemain di sektor full-back. Dua pemain baru, Darwin Nunez dan Erling Haaland pun saya rasa membutuhkan waktu adaptasi yang tidak sebentar. Jadi, kedua tim akan saling sikut sampai akhir musim. Namun, kalau disuruh memilih lagi, pada akhirnya saya akan mengikuti kata hati saja.

      Zain: Liverpool. Tidak terlalu banyak melakukan perubahan bisa membuat skuad The Reds semakin kompak dan solid. Hadirnya Darwin Nunez juga bikin Klopp punya banyak variasi dan opsi di depan. Man City? Erling Haaland memang oke, tetapi komposisi skuadnya belum dalam. Terutama kalau Man City tidak bisa mendatangkan full back sampai summer transfer window habis.

      Okky Ardiansyah: Kandidat terkuat tentu saja Manchester City dan Liverpool. Kalau harus memilih, Manchester City yang terdepan. Gerak transfer mereka sangat mumpuni dan penuh perhitungan, terutama Erling Haaland dan Kalvin Phillips. Dua pemain itu bisa membuat opsi Pep Guardiola melimpah. Selain itu, Haaland dan Phillips bisa membuat skema 4-2-3-1 yang beberapa Guardiola terapkan menjadi paripurna. Apalagi, keberadaan striker murni sempat jadi minus City musim lalu. Belum lagi, City berhasil merekrut Julan Alvarez yang disebut-sebut mirip Sergio Aguero.

      Embed from Getty Images

        Terus, yang Akan Lolos ke Liga Champions?

        Rossi Finza Noor: Man City, Liverpool, Man United, Tottenham Hotspur.

        Marini Saragih: Liverpool dan Manchester City adalah kandidat yang paling meyakinkan. Dua slot berikutnya rasanya bakal jadi milik Arsenal dan Tottenham Hotspur. Dua tim ini belanja dengan efektif.

        Billi Pasha: Manchester City tetap berada dalam perburuan juara. Memang, butuh waktu bagi Pep untuk mengintegrasikan Erling Halaand dan Julian Alvarez di sektor depan. Tapi, saya percaya keduanya bisa segera bersinergi dengan tim. Sementara Liverpool, yang paling mengkhawatirkan adalah ketiadaan Sadio Mane. Kedatangan Luis Diaz dan Darwin Nunez tak serta merta menutupi celah itu dengan singkat. Untuk posisi keempat, Manchester United. Eric ten Hag menjadi faktor penting di sini. Hambatan terbesar mereka barangkali adalah ego Cristiano Ronaldo. Well, ketiganya tetap finis di bawah Tottenham.

        Bergas Agung: Setelah Liverpool dan City, Tottenham dan Arsenal akan mengikuti. Kedua tim London Utara itu sudah punya fondasi dan disokong oleh transfer-transfer yang terlihat menjanjikan.

        Zain: Liverpool dan Man City akan jadi dua teratas. Tottenham Hotspur mungkin ada id posisi tiga. Pergerakan Tottenham di bursa transfer sangat menjanjikan. The Lilywhites memang tak mendatangkan bintang, tetapi mereka menghadirkan pemain yang dibutuhkan dalam skema Antonio Conte. Djed Spence dan Ivan Perisic bisa jadi kunci pola 3-5-2 atau 3-4-3 yang biasa Conte terapkan. Lini serang juga semakin dalam dengan kehadiran Richarlison. 

        Selain Tottenham, Arsenal juga berpeluang ke Liga Champions musim depan. Kehadiran lima pemain baru menambah dalam dan komplet skuad Mikel Arteta. Manajer asal Spanyol itu juga cukup sukses membuang pemain-pemain yang 'toxic' agar tercipta suasana dan tim yang harmonis. Kalau tidak ada badai cedera, kans The Gunners ke Liga Champions musim depan terbuka lebar.

        Okky Ardiansyah: Selain CIty dan Liverpool, dua tiket Liga Champions lainnya akan diperebutkan empat klub yakni Manchester United, Chelsea, Arsenal, dan Tottenham Hotspur. Jika merujuk ke bursa transfer dan pramusim, Arsenal dan Hotspur jadi kandidat terkuat yang masuk empat besar. Yang paling menarik tentu melihat progress Arsenal. Pemain anyar mereka, Gabriel Jesus, sudah memperlihatkan kontribusi nyata. Ia cocok dengan skema bermain Arsenal-nya Arteta. Sedangkan Hotspur sudah kelihatan akan bermain seperti akhir-akhir musim lalu. Ya, karena rekrutan baru mereka, mengisi sektor-sektor yang lemah pada musim lalu. Misalnya, Ivan Perisic untuk sisi kiri.

        Hmm… Yang Akan Degradasi?

        Rossi Finza Noor: Southampton, Brentford, Fulham.

        Marini Saragih: Bournemouth, Fulham, Everton.

        Billi Pasha: Everton, Fulham, Bournemouth.

        Bergas Agung: Nottingham Forest, Fulham, dan Bournemouth akan turun lagi.

        Zain: Fulham, Everton, Leicester City.

        Okky Ardiansyah: Tiga klub promosi, yakni Fulham, Bournemouth, dan Nottingham Forest.

        Rekrutan Paling Menjanjikan?

        Rossi Finza Noor: Erling Haaland (Man City) dan Lisandro Martinez (Man United). Pada diri Haaland, Pep Guardiola tidak hanya mendapatkan striker haus gol–yang membuatnya mendapatkan opsi andai butuh titik pusat di lini depan–, tetapi juga seseorang yang bisa over performing xG. Sementara pada diri Lisandro Martinez, Erik ten Hag akhirnya mendapatkan bek komplet–kidal sehingga bisa mengisi kekosongan di pos bek tengah sebelah kiri, pintar berduel, press-resistant, dan bisa mengalirkan bola–yang bisa mengaplikasikan filosofi permainannya dengan baik.

        Marini Saragih: Kalidou Koulibaly! Meski bertubuh besar, Koulibaly bukan bek yang lelet. Ia bisa cepat mengejar penyerang-penyerang lawan, lalu melakukan tekel atau intersep. Kecepatan Koulibaly juga disokong oleh pemosisian dan ketenangannya berduel dengan lawan. Ia tidak sembarangan merebut bola dan lebih memilih menunggu lawan goyah. Sebenarnya agak lucu juga waktu Koulibaly disebut-sebut sebagai pengganti yang sepadan buat Antonio Ruediger. Rasanya Koulibaly bakal jadi versi upgrade Ruediger. Bukan tidak mungkin juga Koulibaly bakal menjadi bek yang memberikan rasa aman di lini pertahanan timnya.

        Billi Pasha: Sven Botman. Ia bakal menambal kelemahan Newcastle United di musim lalu. Bukan cuma menjawab kebutuhan soal bek yang kokoh, tetapi juga menawarkan fitur build-up yang akan memuluskan skema main Eddie Howe.

        Bergas Agung: Gabriel Jesus. Jesus adalah tipikal pemain depan yang dibutuhkan Arsenal. Ia cukup cepat, pintar mencari dan membuka ruang, punya penyelesaian akhir yang apik, dan tak serakah. Pergerakannya yang dinamis akan membantunya klop lebih cepat dengan gelandang serang muda Arsenal. Sejauh ini, pramusim juga telah menunjukkan itu.

        Zain: Gianluca Scamacca. Posturnya yang bagus sepertinya bakal cocok dengan gaya main West Ham di bawah David Moyes. Penyerang Italia itu bakal dimanjakan oleh umpan-umpan silang Aaron Creswell atau Jarred Bowen dari kedua sisi The Hammers.

        Okky Ardiansyah: Lisandro Martinez! Kenapa? Karena ia seperti pemain yang memang Manchester United butuhkan. Keunggulan kaki kiri plus agresivitasnya akan dominan terekam dalam setiap laga. Untuk membuktikannya, kita lihat saja berapa banyak De Gea melakukan penyelamatan di tengah musim. Kalau semakin sedikit, kedatangan Martinez benar-benar berguna.

        Pemain Muda (well, U-23) yang Bakal Menonjol?

        Rossi Finza Noor: Musim kemarin, Phil Foden menunjukkan bahwa ia makin matang. Tidak hanya bisa mencetak gol dan menyumbang asis, dia juga makin apik menjadi kreator (1,4 umpan kunci per 90 menit adalah buktinya). Musim ini, ada kemungkinan dia mendapatkan saingan dari Julian Alvarez. Tyrell Malacia, sementara itu, bisa menjadi kandidat lain andai bisa menyingkirkan Luke Shaw dari starting XI.

        Billi Pasha: Ada banyak nama yang berpotensi. Tapi, saya percaya Julian Alvarez bisa langsung gacor di musim ini.

        Bergas Agung: Luis Sinisterra. Well, usianya memang sudah 23 tahun, tapi eks Feyenoord ini bolehlah masuk dalam daftar. Musim lalu, ia tampil amat menjanjikan dengan mencetak 12 gol dan 7 assist di Eredivisie. Bukan tak mungkin dengan polesan Jesse Marsch, Sinisterra bisa menjadi Raphinha berikutnya.

        Zain: Julian Alvarez. Pemain Argentina ini sepertinya jarang dapat starter di Premier League musim ini. Namun, Pep mungkin akan memberikan 10 hingga 15 menit kepada Alvarez di setiap pertandingannya. Di situ, Alvarez bisa memperlihatkan alasan mengapa Pep mendatangkannya.

        Okky Ardiansyah: Kalau lihat laga pramusim, Tyrell Malacia akan cukup menonjol bersama Manchester United. Meski baru berusia 22 tahun, dia punya kepercayaan diri yang oke saat menggiring bola maupun berduel dengan lawan-lawannya.

        Kalau Pencetak Gol Terbanyak?

        Rossi Finza Noor: Mengingat Darwin Nunez kemungkinan masih menjadi opsi dan Erling Haaland memiliki kemungkinan untuk sedikit menyesuaikan diri dengan pakem Pep Guardiola, semestinya kategori ini jatuh kepada “the usual suspect”: Harry Kane atau Mohamed Salah. Tapi, saya lebih condong kepada Harry Kane.

        Marini Saragih: Langsung berharap Darwin Nunez bakal jadi pencetak gol terbanyak rasanya agak naif biarpun bisa saja terjadi. Namun, Mohamed Salah mungkin masih menjadi kandidat paling aman. Dari musim ke musim, pemain Mesir ini menunjukkan bahwa daya ledaknya tak surut-surut. Sebagai penyerang, Salah juga tahu persis bagaimana mengatur tubuh agar posisinya dapat membantunya menciptakan gol. 

        Area sentuh Salah juga lebih banyak tercipta di kotak penalti lawan kendati ia merupakan penyerang sayap. Meski sering memulai pergerakan dari flank, Salah akan masuk ke dalam kotak penalti untuk menyambut umpan di area penalti. Karena kecenderungan inilah ia acap jadi mematikan.

        Dalam sistem yang diterapkan Juergen Klopp di Liverpool, para penyerang sayap harus siap mengemban tugas sebagai goal-getter. Mereka harus tahu persis kapan dan cara menyambut umpan. Ditambah lagi, Liverpool adalah tim dengan variasi umpan menjanjikan. Bahkan bek tengah saja bisa jadi penyuplai umpan. Jika sistem ini dapat kembali bekerja dengan baik, bukan tak mungkin Salah jadi pendulang gol terbanyak musim ini.

        Billi Pasha: Mohamed Salah. Tanpa Mane, Salah bakal makin leluasa memainkan perannya sebagai produsen gol Liverpool.

        Bergas Agung: Mohamed Salah. Konsistensi dan ketajamannya tak perlu diragukan. Jika ada yang akan menyainginya, mungkin itu adalah Son Heung-min atau Gabriel Jesus.

        Zain: Mohamed Salah. Masih jadi tumpuan Liverpool di lini serang. Salah juga cukup konsisten membikin di atas 19 gol dari lima musim terakhir.

        Okky Ardiansyah: Haaland! Apalagi di City, Haaland akan punya banyak penyuplai. Misalnya, Kevin De Bruyne, Joao Cancelo, dan Mahrez.

        Terakhir, Siapa Pelatih yang Bakal Dipecat Pertama Kali?

        Rossi Finza Noor: Frank Lampard. Setelah compang-camping pada musim kemarin, tidak ada perbaikan signifikan dari Everton. Terlebih, performa mereka selama pramusim sama tidak meyakinkannya.

        Marini Saragih: Frank Lampard. Skuadnya kacau balau bahkan sejak pramusim. Benar, sih, cuma pramusim, tapi ini 'kan waktu yang tepat untuk menemukan gambaran seperti apa tim bakal bermain di kompetisi nanti.

        Billi Pasha: Paling mungkin, sih, Frank Lampard. Musim lalu mereka saja Everton susah payah lolos dari degradasi. Bila pramusim jadi patokan, apa yang ditunjukkan Everton jauh dari kata bagus. Belum lagi dengan rekrutan baru yang biasa-biasa saja: James Tarkowski dan Dwight McNeil.

        Bergas Agung: Maaf, tapi Thomas Tuchel akan angkat koper lebih cepat.

        Zain: Brendan Rodgers. Lawan-lawan yang akan dihadapi The Foxes cukup berat di lima gameweek awal. Kalau tidak survive, apalagi ditinggal pemain-pemain penting, bukan tak mungkin Rodgers dipecat.

        Okky Ardiansyah: Kalau enggak Frank Lampard, sepertinya, Jesse Marsch.

        Daftar The Flanker Academy

        Dengan mendaftar Rp500.000, kamu akan mendapatkan kelas-kelas seputar konten sepak bola yang dibagikan langsung oleh para pakarnya. Mulai dari bahasa dalam kepenulisan bersama Dea Anugrah, scriptwriting dengan Rossi Finza Noor, penulisan opini oleh Ilham Zada, analisis taktik bersama Ruang Taktik, riset dalam sepak bola dengan Dex Glenniza, hingga personal branding bersama Coach Justin.

        Sign up now