Real Madrid dan Rumor Transfer yang Berkeliaran

Foto: Twitter @MrAncelotti

Apakah Real Madrid benar-benar mengurung diri di bursa transfer musim panas ini?

Sejak dipimpin Florentino Perez pada akhir 2000, Real Madrid nyaris selalu menggeliat di bursa transfer. Entah karena mendatangkan bintang baru atau melepas jagoan lawas. Hampir tidak ada cerita Madrid adem ayem saat jendela transfer dibuka.

Terakhir kali Madrid seret di bursa transfer terjadi pada musim 2016/17. Saat itu, mereka hanya mendatangkan Alvaro Morata dari Juventus. Di sisi lain, mereka melepas Jese, Denis Cheryshev, Alvaro Arbeloa, dan meminjamkan Borja Mayoral.

Kemungkinan kembali seretnya Madrid amat besar musim ini. Baru ada David Alaba yang berstatus pemain baru. Sementara itu, Sergio Ramos pergi secara bebas ke Paris Saint-Germain dan Brahim Diaz dipinjam ke AC Milan.

Melihat hal tersebut, kami coba melihat kemungkinan rencana Madrid di bursa transfer musim ini. Mulai dari kemungkinan datangnya pemain baru hingga peluang perginya pemain lain dari Santiago Bernabeu.

Pemain Masuk: Dari Richarlison hingga Calvert-Lewin


Richarlison menjadi pemain yang desas-desusnya amat kencang belakangan. Kedekatannya dengan Pelatih Madrid, Carlo Ancelotti, jadi alasan terbesar mengapa ia berpeluang untuk bergabung musim panas kali ini.

Goal menyatakan bahwa komunikasi antara Richarlison dengan Ancelotti bahkan telah terjadi sejak Juni lalu. Meski belum mencapai harga, Ancelotti disebut telah melakukan penjajakan kepada pemain Everton tersebut.

Ancelotti amat mengandalkan Richarlison selama 2 musim menangani Everton. Eksplosivitas Richarlison saat berada di pertahanan lawan jadi alasan. Apalagi, ia mampu bermain di posisi penyerang tengah dan winger dengan sama baiknya.

Musim lalu Richarlison kerap diturunkan Ancelotti di posisi winger kiri. Meski demikian, ia mampu membukukan 7 gol dan menjadi andalan saat penyerang tengah Everton, Dominic Calvert-Lewin, tengah mengalami kebuntuan.

Adanya Richarlison seakan mengingatkan Ancelotti saat menangani Madrid pada musim 2014/15. Saat itu, ia menggunakan pola 4-2-3-1 dan menjadikan sayap kiri mereka, Cristiano Ronaldo, sebagai penyerang bayangan.

Richarlison bukan satu-satunya pemain Everton yang kemungkinan dibawa Ancelotti. Calvert-Lewin jadi nama lain yang berpeluang pergi ke Madrid. Peluang Madrid mendapatkannya makin besar mengingat Everton hanya memasang harga 50 juta poundsterling.

Calvert-Lewin melakoni musim 2020/21 dengan amat baik. Tampil dalam 33 pertandingan Premier League, ia mampu mencetak 16 gol dan akurasi tembakan hingga 56% per 90 menit. Akurasi tembakan Calvert-Lewin lebih tinggi ketimbang Benzema yang mencapai 41%.

Meski demikian, amat sulit bagi Calvert-Lewin untuk menggeser Benzema di pos penyerang tengah. Sepeninggal Ronaldo dan Gareth Bale, Benzema kian bersinar. Musim lalu, ia bahkan berhasil mencetak 23 gol dari xG yang mencapai 17,8.

Bek Borussia Moenchengladbach, Matthias Ginter, jadi buruan Madrid untuk mengisi pos lini belakang. Akan menjadi keuntungan bagi Madrid apabila berhasil mendatangkan bek berusia 27 tahun ini mengingat ia mampu tampil di posisi sayap maupun tengah.

Direktur olahraga Gladbach, Max Eberl, mengatakan bahwa kemungkinan besar Ginter bakal pergi musim panas kali ini. Kontrak Ginter bakal berakhir musim depan. Sejauh ini, negosiasi perpanjangan kontrak yang dilakukan berjalan buntu.

Ginter tergolong sebagai ball-playing defender. Ia mampu diandalkan untuk mengirimkan umpan jauh dan membawa bola hingga pertahanan lawan. Musim lalu, ia melepaskan 14 umpan jauh per 90 menit dan 4,9 di antaranya mampu mencapai kotak penalti lawan.

Pemain Keluar: Varane, Hazard, Siapa Lagi?


Raphael Varane gencar diisukan bakal bergabung dengan Manchester United. Dalam berbagai laporan, disebutkan bahwa Madrid mematok harga 50 juta poundsterling, sementara United hanya bersedia membayar 40 juta poundsterling.

Rencana kepergian Varane bermula dari kontraknya yang bakal berakhir musim panas 2022. Madrid dikabarkan telah mengajukan pembicaraan, tapi ditolak oleh Varane dengan dalih mencari petualangan baru.

Varane adalah bek utama Madrid musim lalu. Seringnya Sergio Ramos absen karena cedera mampu ia tutupi dengan baik. Melihat statistik musim lalu, ia membukukan rasio keberhasilan tekel hingga 57% dan 1,1 intersep per 90 menit. Angka tersebut jadi catatan terbaiknya selama berkostum Madrid.

Varane bergabung Madrid pada musim panas 2011 saat usianya baru mencapai 18 tahun. Dalam 10 musim, ia berhasil membawa Madrid menjuarai 18 gelar, termasuk 4 gelar Liga Champions dan 3 gelar La Liga.

Eden Hazard jadi pemain lain yang dikabarkan telah dipersilakan untuk berkemas dari Santiago Bernabeu. Beragam cedera yang dialami oleh pemain Timnas Belgia tersebut pada musim lalu jadi alasan mengapa Madrid ingin melepasnya.

Jika ditotal selama dua musim, Hazard berada di ruang perawatan selama 383 hari. Cedera tersebut membuatnya hanya mampu tampil dalam 40 pertandingan di La Liga dan berkontribusi lewat 4 gol serta 5 assist.

Chelsea menjadi kandidat kuat untuk mendapatkan jasa Hazard. Banderol 60 juta euro diprediksi tak akan menyulitkan Chelsea. Masalah Chelsea barangkali adalah gaji mengingat Hazard dibayar sekitar 400 ribu pounds per pekan--N’Golo Kante, yang disebut sebagai pemain dengan bayaran paling mahal di Chelsea, hanya dibayar 290 ribu pounds.

Bale juga diisukan bakal meninggalkan Madrid. Bale dipercaya bakal pergi mengingat 3 slot pemain non Uni Eropa Madrid telah diisi oleh Eder Militao, Vinicius Jr, dan Rodrygo. Selain Bale, Luka Jovic dan Mariano kabarnya juga bakal dilepas atau setidaknya dipinjamkan ke klub lain.

Terima kasih telah menjadi pembaca setia The Flanker

Jika kamu menikmati konten dari The Flanker, kini kamu bisa memberikan dukungan dengan mentraktir kami via Trakteer. Dengan sistem traktir minimal Rp20.000, kamu bisa terus mendukung The Flanker menghasilkan konten-konten berkualitas dan tanpa iklan yang mengganggu.