Seberapa Bagus, sih, Sven Botman?

Sven Botman. Foto: Twitter @Losclive

Sven Botman kabarnya diincar Liverpool dan Tottenham Hotspur. Talenta pemain berusia 20 tahun itu sudah dibicarakan banyak orang. Memangnya apa kelebihan Botman?

Musim panas 2019. Rumor bahwa Liverpool tertarik untuk memboyong Nicolas Pépé dari Arsenal berembus kencang. Rumor itu kemudian sampai ke teling Michael Edwards, Direktur Olahraga Liverpool.

Edwards berang mendengar rumor transfer itu. Dia merasa tak pernah menaruh ketertarikan kepada Pepe. Tak pernah sama sekali. Saking berangnya, Edwards kemudian menelepon pihak Lille dan mengatakan kepada mereka bahwa Liverpool tak tertarik mendatangkan Pépé. Edwards juga meminta agar Lille, atau pihak yang terkait dengan mereka, menghentikan rumor itu.

Usut punya usut, rumor tersebut sengaja dibuat demi menaikkan harga Pépé. Lille tahu banyak klub yang tertarik dengan sang pemain dan dengan mengaitkannya ke klub seperti Liverpool --yang punya uang cukup banyak untuk belanja pemain--, angka transfer Pépé pun bisa melonjak.

Buat Lille, strategi itu berhasil. Pépé bisa dijual dengan harga mahal: 72 juta poundsterling ke Arsenal. Setelahnya, kita tahu seberapa jelek tak sesuai ekspektasinya penampilan pemain berpaspor Pantai Gading itu. Permainan dan impak yang diberikan Pépé di Arsenal tak menggambarkan harganya yang mahal.

***

Musim dingin 2021. Déjà vu buat Michael Edwards. Lille melakukan hal serupa. Kali ini adalah Sven Botman, bek mereka, yang dikait-kaitkan dengan Liverpool. Memang situasi yang ada sekarang menunjukkan bahwa The Reds membutuhkan bek baru, tetapi salah satu orang dalam di Liverpool berkata kepada James Pearce, jurnalis The Athletic, bahwa klub tak mengincar Botman.

"Dia bahkan tidak dipertimbangkan untuk bursa transfer musim panas," ujar sumbernya Pearce itu.

Firasat buruk dari Liverpool mengatakan bahwa ini hanya akal-akalan Lille untuk (lagi-lagi) meningkatkan harga jual pemain mereka. Apalagi dikabarkan banyak klub memang tengah memantau Botman. Terakhir, kabarnya, Jose Mourinho berniat mendatangkan pemain asal Belanda itu ke Tottenham Hotspur.

Harga Botman sendiri saat ini diprediksi ada di angka 25-30 juta poundsterling. Jika Pépé saja bisa dijual dengan harga 72 poundsterling, jelas Lille tergiur untuk menjual Botman dengan harga yang lebih mahal dari harganya di pasaran sekarang. Terlebih yang tertarik untuk memboyongnya adalah klub Inggris.

Lantas, kemudian jadi menarik melihat seberapa bagus, sih, Botman ini? Memangnya apa saja yang ditawarkan bek berusia 20 tahun ini? Mari kita lihat bedah catatan statistiknya.

Karier profesional Botman belum panjang. Dia baru mencicipi karier level teratas pada musim 2019/20 lalu bersama Heerenven. Namun, satu musim itu sudah cukup membuat Lille tertarik untuk memboyongnya. Pemain jebolan akademi Ajax itu pun dibeli dengan harga 8 juta euro.

Di Prancis-lah nama Botman kemudian naik. Penampilannya apik, di mana duetnya bersama Jose Fonte berhasil membawa Lille menjadi tim dengan pertahanan terbaik kedua di Ligue 1. Sejauh ini, dari 19 laga, Lille baru kebobolan 14 kali. Mereka juga mencatatkan 9 clean sheet. Sekadar catatan saja, Botman tampil di seluruh laga yang dijalani Lille di Ligue 1.

Kami kemudian mencari tahu apakah secara statistik Botman lebih menonjol jika dibanding bek tengah Ligue 1 lainnya atau tidak. Ternyata, kami menemukan dia menonjol dalam dua hal: Pertama catatan umpan pendek sukses dan yang kedua adalah catatan dilewati lawan (dribbled past).

Botman mencatatkan 56,1 umpan pendek akurat per 90 menit dan catatannya ada dalam daftar lima terbaik di antara para bek tengah (dengan jumlah main minimal 10) di Ligue 1. Dia juga cuma dilewati lawan 0,3 kali per 90 menit. Catatan itu masuk dalam 10 besar di antara para bek tengah Ligue 1 (yang punya jumlah main minimal 10).

via GIPHY

Itu catatan yang baik, meski tak bisa dikatakan cukup superior juga. Angka-angka itu juga menunjukkan dua hal: Botman adalah pemain dengan distribusi bola yang apik dan dia juga andal dalam duel 1 lawan 1. Untuk poin pertama, Botman bisa dibilang merupakan jalur utama build-up Lille.

Tengok saja catatan WhoScored di mana Botman muncul sebagai salah satu pemain dengan jumlah sentuhan terbanyak di 5 liga top Eropa pada musim ini. Dia ada di urutan 7 dengan catatan 1.319 sentuhan hingga 31 Desember 2020 lalu. Dalam 10 besar, Botman merupakan bek tengah dengan catatan terbaik kedua setelah pemain Rennes, Nayef Aguerd.

Grafis: WhoScored

Jika dibandingkan dengan bek tengah Ligue 1 lainnya Botman cukup menonjol, bagaimana jika dia dibandingkan dengan bek-bek top Premier League? Kami kemudian membandingkan catatan Botman dengan dua bek Liverpool, Virgil van Dijk dan Joe Gomez, bek Tottenham Hotspur, Toby Alderweireld, dan bek Manchester United, Harry Maguire.

Dari temuan kami, ada tiga hal di mana Botman menonjol. Pertama, dalam hal umpan mengarah ke depan (forwarded passes). Seperti yang sudah disebutkan, pemain kelahiran Badhoevedorp ini memang andal dalam hal distribusi bola. Bukan sekadar distribusi saja, dia juga menjamin aliran bola vertikal timnya tetap berjalan. Itu jelas hal yang penting.

Grafis: Squawka

Per 90 menit, Botman mencatatkan 29,4 umpan mengarah ke depan. Catatan itu mengungguli milik Van Dijk (25), Gomez (26,3), Alderweireld (18), dan Maguire (22). Kalau rumor ke Tottenham benar adanya, rasanya Mourinho akan menemukan bek yang bisa diandalkan dalam hal mengalirkan bola dari lini belakang.

Terlebih, Botman juga memiliki kaki kiri sebagai kaki terkuat. Bek tengah kidal adalah dambaan banyak klub karena ini berkaitan dengan progresi bola. Jangkauan dan akurasi operan bisa lebih baik jika sebuah tim memiliki bek tengah kidal untuk mengisi pos bek tengah sebelah kiri. Itulah mengapa, misalnya, Pep Guardiola mengoleksi Aymeric Laporte dan Nathan Ake dalam tim.

via GIPHY

Hal kedua di mana Botman unggul adalah dalam hal presentase ground duel (duel darat) sukses. Per 90 menit, Botman mencatatkan 76,36% duel darat sukses. Catatan itu mengungguli milik Van Dijk (62,5%) dan Alderweireld (67,74%) sebagai bek tengah dengan catatan paling dekat dengannya.

Namun, untuk catatan ini, rasanya ada sedikit pemakluman mengapa Botman unggul. Alasannya karena pemain yang menjadi lawan duel Botman di Ligue 1 secara kualitas tidak semerata pemain yang jadi lawan duel bek-bek tengah di Premier League.

Akan tetapi, angka 76,35% dalam hal ground duel jelas bukan angka yang buruk. Ini juga terkait dengan apa yang kami sebutkan bahwa Botman piawai dalam duel 1 vs 1. Mengingat dia masih muda, Botman juga masih punya kesempatan untuk punya catatan yang lebih baik.

via GIPHY

Soal terakhir di mana Botman menonjol adalah dalam hal presentase duel udara. Meski catatannya bukan yang pertama, karena angka presentase duel udara sukes per 90 menit milik Botman (72,45%) kalah dari Maguire (76,4%), tapi capaian Botman jelas layak diacungi jempol.

Bahkan catatannya melebihi milik Van Dijk yang punya raihan 63,1% presentase duel udara sukes per 90 menit. Yang menarik, Botman dan Van Dijk memiliki tinggi yang sama yakni 193 cm. Memiliki presentase duel udara sukses yang tinggi juga membuktikan bahwa Botman bisa diandalkan dalam duel darat maupun udara. Cukup komplet.

Grafis: Squawka

Untuk pemain berusia 20 tahun, catatan Botman jelas bagus. Meski, sebagaimana pemain muda lainnya, yang perlu kita lihat adalah konsistensinya seiring jam terbang yang akan semakin banyak. Beruntung bagi Botman, musim ini dia mendapatkan pengalaman berlaga kompetisi ntarklub Eropa yakni Liga Europa.

Kebetulan Lille juga melangkah ke babak 32 besar setelah jadi runner-up Grup H di bawah AC Milan. Dalam delapan laga yang dijalani di Liga Europa, Botman berhasil membawa Lille hanya kebobolan enam kali saja. Bahkan Botman bermain apik dengan mampu mengawal gawang timnya tak kebobolan kala bertandang ke kandang Milan di mana Lille menang 3-0.

***

Dengan catatan di atas, apakah Botman bisa dikatakan bagus? Ya, bisa. Apakah dia layak dihargai lebih mahal dari 30 juta poundsterling? Rasanya tidak juga. Jika Botman mampu membuktikan diri lebih daripada apa yang ditunjukkannya sekarang, maka harganya layak naik.

via GIPHY

Lille mungkin tak ingin kesalahan mereka saat melepas Gabriel Magalhães terulang. Musim lalu, sang bek dilepas ke Arsenal dengan harga hanya 27 juta poundsterling. Melihat penampilan apik Gabriel dan bagaimana dia bisa beradaptasi dengan cepat di Premier League, Lille patut menyesal karena sebenarnya mereka bisa mendapatkan harga yang lebih tinggi.

Mungkin itu sebabnya klub yang kini bertengger di posisi tiga klasemen Ligue 1 itu ingin coba menaikkan harga Botman. Jika Liverpool sudah tak tertarik, Lille kini berharap ada klub yang datang seperti saat Arsenal datang untuk membeli Pépé.

Jadi, siapa mau Sven Botman?

Terima kasih telah menjadi pembaca setia The Flanker

Jika kamu menikmati konten dari The Flanker, kini kamu bisa memberikan dukungan dengan mentraktir kami via Trakteer. Dengan sistem traktir minimal Rp20.000, kamu bisa terus mendukung The Flanker menghasilkan konten-konten berkualitas dan tanpa iklan yang mengganggu.