Siapa Bakal Juara La Liga?

Foto: @atleticodemadrid.

Melihat geliat Atletico dan Barcelona di bursa transfer, tampaknya mereka punya peluang besar untuk jadi juara.

Sergio Ramos tidak lagi berseragam Real Madrid dan Lionel Messi tidak lagi mengenakan kaus Barcelona.

Seperti itulah wajah baru La Liga. Jelang musim 2021/22, Madrid dan Barcelona harus kehilangan dua nama yang seakan jadi ikon klub. Raphael Varane, pasangan Ramos di lini belakang Madrid, bahkan dikabarkan sedikit lagi bakal bergabung Manchester United.

Tiga nama tersebut memang pergi karena beragam alasan. Namun, yang jadi garis bawah adalah kebijakan finansial yang diterapkan La Liga. Sejak 2013, La Liga berusaha mengatur kemampuan keuangan masing-masing tim, yang secara tidak langsung berpengaruh ke gaji pemain.

Alasan tersebut yang akhirnya membuat Messi harus meninggalkan Barcelona. Kabarnya, kepergian Varane dari Madrid juga disebabkan oleh aturan tersebut. Harga yang dibayarkan untuk jasa Varane dinilai cukup bagi Madrid untuk mengurangi defisit mereka.

Melihat serangkaian kejadian di atas, bagaimana La Liga 2021 bakal berjalan? Apakah gelar juara kembali jadi milik Atletico? Atau justru meleset ke Barcelona dan Madrid, yang justru kehilangan pilarnya?

Atletico Madrid


Jika melihat skuad yang ada sekarang, Atletico Madrid boleh dibilang sebagai kandidat terkuat untuk menjuarai La Liga. Semua pilar mereka musim lalu masih bertahan meski ada beberapa rumor yang menyebutkan bahwa mereka bakal ditinggalkan Saul Niguez dan Kieran Trippier.

Rumor kepergian Saul sepertinya tidak akan mengganggu Atletico. Adanya Rodrigo De Paul niscaya bakal menutup lubang yang bakal ditinggalkan Saul. De Paul bahkan jadi penyumbang gol dan assist terbanyak untuk Udinese musim lalu.

Yang bakal jadi masalah untuk Atletico adalah saat Trippier benar-benar pergi. Melihat musim lalu, penampilan Atletico menurun drastis saat Trippier tidak bermain selama 10 pekan karena menerima hukuman FIFA.

Untuk mengantisipasi rumor tersebut, Atletico kabarnya bakal mendatangkan Gonzalo Montiel. Di Copa America 2021, Montiel jadi bek kanan utama Argentina. Montiel punya peran amat besar untuk memastikan Argentina jadi juara, termasuk saat mengunci Neymar di partai puncak.

Di luar perkara transfer pemain, beragam perubahan yang dilakukan oleh Diego Simeone musim lalu sudah cukup membuat Atletico jadi kandidat kuat. Mereka tak lagi hanya dikenal sebagai tim yang kuat di belakang, tapi juga tajam di depan.

Barcelona


Kepergian Lionel Messi bisa jadi masalah terbesar Barcelona musim ini. Meski berhasil mendatangkan Sergio Aguero dan Memphis Depay untuk mempertajam lini depan, tak ada yang bisa memungkiri keajaiban yang bisa dibuat oleh Messi.

39 dari 85 gol yang dibukukan Barcelona musim lalu adalah berkat kontribusi Messi. Jika Messi tidak ada, apakah mereka bisa tetap sama? Melihat musim lalu, kami sedikit pesimistis dengan Aguero tapi tidak dengan Depay.

Bersama Olympique Lyon, Depay mencetak kontribusi gol dan assist terbaik sepanjang kariernya musim lalu dengan total 32 gol dan assist. Jumlah tersebut mengalahkan catatan yang ia buat pada musim 2017/18, yakni 31 gol dan assist.

Di lini belakang, Eric Garcia yang digadang-gadang bakal memberikan jaminan mutu, belum amat teruji. Sejak meninggalkan Barcelona pada 2017, ia hanya tampil 19 kali di kompetisi resmi bersama Manchester City.

Satu yang bisa diharapkan oleh Barcelona musim ini adalah Pedri. Penampilan apiknya selama membela Spanyol di Euro 2020 dan Olimpiade 2020 seakan memberi bukti bahwa ia siap jadi kunci lini tengah Barcelona.

Real Madrid


Kepergian duet bek utama, Sergio Ramos dan Raphael Varane, jadi masalah terbesar Real Madrid sejauh ini. Masuknya David Alaba seakan hanya menutup satu lubang, sedangkan masih ada satu lubang tersisa.

Jika Madrid tidak mendatangkan pemain baru, pilihan satu-satunya, ya, mempercayakan posisi bek tengah lain kepada pemain yang ada. Dibandingkan Nacho dan Jesus Vallejo, Eder Militao rasanya boleh dicoba.

Meski hanya tampil 14 kali musim lalu, Militao punya kontribusi jauh lebih besar ketimbang Nacho dan Vallejo. Militao bahkan mampu membuat 1,4 tekel dan 1,4 intersep per pertandingan--lebih tinggi dari angka Ramos (1 tekel dan 1,3 intersep) dan Varane (0,7 tekel dan 1,2 intersep).

Persoalan lain Madrid adalah mencari pemain lain yang dapat mengurangi beban Karim Benzema di lini depan. Musim lalu, Benzema tampak bekerja sendirian. Nyaris setengah dari 67 gol Madrid di La Liga bahkan hasil dari kerja keras Benzema.

Sevilla


Melihat musim lalu, apa yang bisa dilakukan oleh Sevilla musim ini? Barangkali jika Jules Kounde tetap bertahan, mereka bisa benar-benar memanaskan persaingan juara.

Sevilla punya potensi amat besar untuk mengejutkan persaingan juara. Musim lalu, mereka hanya selisih dua angka dari Barcelona yang ada di posisi ketiga. Musim lalu, mereka bahkan sempat tidak terkalahkan dalam 8 pertandingan secara beruntun.

Di bursa transfer, Sevilla berhasil mendapatkan Erik Lamela. Adanya Lamela seakan memberikan senjata baru untuk lini depan Sevilla mengingat mereka musim lalu amat mengandalkan Lucas Ocampos untuk meneror lawan dari sayap.

Yang perlu dipikirkan Sevilla adalah kemungkinan hijrahnya pemain belakang mereka. Kounde jadi nama yang paling sering disebut-sebut bakal meninggalkan Sevilla pada musim panas ini untuk bergabung Chelsea.

Selain Kounde, bek tengah lain yang diisukan akan pergi adalah Diego Carlos. Arsenal dan Liverpool kabarnya tertarik mendatangkan Carlos setelah ia membawa Brasil menjuarai Olimpiade 2020 lalu.

Terima kasih telah menjadi pembaca setia The Flanker

Jika kamu menikmati konten dari The Flanker, kini kamu bisa memberikan dukungan dengan mentraktir kami via Trakteer. Dengan sistem traktir minimal Rp20.000, kamu bisa terus mendukung The Flanker menghasilkan konten-konten berkualitas dan tanpa iklan yang mengganggu.