Tentang Mereka yang Berniat Menyelamatkan Chelsea

Foto: Instagram @chelseafc

Sejumlah miliarder dikabarkan mengantre mengajukan diri. Para pembesar dikabarkan dekat dengan kepemilikan. Memangnya, siapa saja yang disebut-sebut mendekat kepada Chelsea?

Chelsea sedang dalam bahaya. Hukuman-hukuman yang diberlakukan membuat mereka tidak mampu bergerak leluasa. Dengan begitu, menjual klub menjadi langkah yang dapat diambil untuk menyelamatkan diri. 

Sejumlah miliarder dikabarkan mengantre mengajukan diri. Para pembesar dikabarkan dekat dengan kepemilikan. Memangnya, siapa saja yang disebut-sebut mendekat kepada Chelsea?

1. Konsorsium Hansjorg Wyss dan Todd Boehly

Hansjorg Wyss, sebagaimana dikabarkan media Swiss, Blick, tetap berniat untuk membeli Chelsea. Wyss disebut-sebut siap merogoh kocek hingga £2,5 miliar untuk menancapkan kuku di tanah Stamford Bridge.

Sumber kekayaan Wyss berasal dari penjualan produsen perangkat medis Synthes, yang dia jual ke Johnson & Johnson seharga USD20,2 miliar pada 2012. Sementara, Synthes didirikannya pada 1977.

Dia sekarang memegang saham di perusahaan biotek yang diperdagangkan secara publik, NovoCure dan Molecular Partners. Menurut Forbes Swiss, ialah orang terkaya nomor 11 di Swiss.

Mengutip Blick, Wyss bersama tiga orang lainnya telah menerima penawaran untuk membeli Chelsea. Kata Wyss, serupa para oligarki lainnya, Roman Abramovich tengah dirundung kepanikan. Kondisi itu bisa saja membuat Abramovich tak akan berlama-lama mengambil keputusan. Apalagi, jika harga yang ditawarkan di atas utang Chelsea kepada Abramovich.

Kepanikan tersebut rasanya berhubungan dengan tenggat waktu pengajuan penawaran, yaitu paling lambat 18 Maret 2022. Sebelumnya, tenggat waktunya adalah 15 Maret 2022. Namun, Abramovich berhasil bernegosiasi dan mendapat perpanjangan waktu.


Sementara, Todd Boehly merupakan pendiri dari Eldridge Industries. Perusahaan tersebut berinvestasi di banyak sektor mulai dari teknologi, media, asuransi hingga perumahan. Pria asal Amerika Serikat ini juga memiliki 20 persen saham di tim bisbol Los Angeles Dodgers.

Boehly memang sudah lama berhasrat untuk mengambil alih klub Liga Inggris. Selain Chelsea, ia pernah ingin membeli Tottenham Hotspur, tetapi gagal.

"Sepak bola adalah olahraga terbesar di dunia, semangat yang dimiliki para fans untuk olahraga ini dan tim kesayangan tidak ada bandingannya. Jadi apa yang Anda coba bangun dengan tim-tim ini, Anda benar-benar berusaha untuk menjadi bagian dari komunitas itu," ujar Boehly kepada Bloomberg pada 2019.

Boehly dikabarkan sudah ingin membeli Chelsea pada 2019. Namun, sebagian orang tahu, hingga kini pun--jika tak ada situasi genting ini--Abramovich tak berniat melepas Chelsea. Bagi Abramovich, ini adalah kerajaan yang ia bangun.

Sepakat dengan omongan Boehly, sepak bola adalah olahraga yang besar, popularitasnya mungkin yang tertinggi di dunia. Menguasai sepak bola hampir sama dengan menguasai dunia. Jika kau memang memiliki kekuatan untuk itu, mengapa harus dilepas?

2. Nick Candy

"Saya telah menjadi pendukung Chelsea sejak usia 4 tahun. Saya mencintai Chelsea."

Kalimat itu mungkin terdengar klise. Namun, rasanya sedikit berbeda jika diucapkan oleh orang yang bersedia menyelamatkan Chelsea dalam situasi genting.

Adalah Nick Candy yang mengucapkan kata-kata itu. Candy pula yang disebut-sebut satu dari 'Fantastic Four' yang dikabarkan siap membeli Chelsea.

Candy lahir dan tumbuh di lingkungan bisnis. Ayahnya, Tony Candy, adalah pebisnis tulen. Latar belakang itu pula yang membuat Candy mengabdikan diri pada dunia bisnis.

Bersama saudara laki-lakinya, Christian Candy, ia membangun perusahaan properti bernama Candy and Candy. Perusahaan ini membeli properti pertama mereka pada 1995. Pada 2018, namanya berubah menjadi Candy Property karena Nick Candy menjadi pemilik tunggal. Perusahaan propertinya terkenal di Inggris menangani kompleks perumahan dan ritel mewah, One Hyde Park, di Knightsbridge, Inggris.

Selain terjun di bisnis properti, Candy juga memiliki 14,8% platform podcast, Audioboom. Ia juga memperluas bisnisnya dengan mendirikan Candy Ventures yang bermitra dengan Qualcomm Ventures untuk mengakuisisi kekayaan intelektual perusahaan rintisan augmented reality (AR) terkemuka, Blippar, pada Januari 2019. Candy dikabarkan telah mengajukan penawaran sebesar 2,5 miliar poundsterling untuk menjadi pemilik baru Chelsea.

Barangkali yang membuat penawaran Candy terasa berbeda adalah cinta kepada Chelsea yang diumbarnya. Gesture ini semacam menjadi pertanda yang mengisyaratkan bahwa calon pemilik baru yang satu ini tidak bicara tentang uang melulu. Mungkin saja, ungkapan cinta kepada Chelsea itu bisa menjadi sinyal bahwa bila The Blues jatuh ke tangannya, mereka jatuh ke tangan yang tepat.

3. Josh Harris

Bersama David S. Blitzer dari perusahaan ekuitas swasta Blackstone Group, Josh Harris menjadi salah satu pendiri dan mitra pengelola grup investasi, Harris Blitzer Sports & Entertainment yang memenangi tawaran $280 juta untuk pembelian Philadelphia 76ers dari Comcast Spectacor pada 2011. 

Kiprahnya di ranah olahraga tak berhenti di kepemilikan klub NBA. Pada 15 Agustus 2013, Harris dan Blitzer resmi menjadi pemilik saham mayoritas klub hoki yang berlaga di NHL, New Jersey Devils. Lantas pada 2018, ia membeli 18% saham Crystal Palace.

Sepak terjang di kepemilikan klub-klub olahraga ini menjadi portofolio yang mumpuni sehubungan dengan pemberitaannya tentang kepemilikan baru Chelsea. Bagaimanapun, pengalaman beroperasi di ranah olahraga dinilai dapat membantunya untuk menangani Chelsea. The Blues jadi memiliki harapan mereka tak asal jatuh ke tangan orang berduit yang tak tahu apa-apa tentang mengelola klub olahraga.

4. Mohamed Al-Khereiji

Para taipan Timur Tengah kian menancapkan kukunya di ranah sepak bola Inggris. Setelah Sheikh Mansour dan Yasir Al-Rumayyan, kini menggema nama baru, Mohamed Alkhereiji. Ia dikenal sebagai pebisnis Arab Saudi yang menjalankan Saudi Media Group. Dia juga merupakan CEO perusahaan induk Engineer Holding Group yang didirikan oleh ayahnya, Abdulelah Al-Khereiji.

Saudi Media Group diklaim sebagai grup media terbesar di Timur Tengah yang juga memiliki anak-anak perusahaan di bidang perhotelan, perbankan, periklanan, dan olahraga.

Al-Khereiji dikabarkan mengajukan kenawaran senilai 2,7 miliar poundsterling. Penawaran ini konon menjadi yang tertinggi. Ditambah lagi, Al-Khereiji melakukan manuver serupa Nick Candy, menyebut dirinya sebagai suporter Chelsea.


Masalahnya barangkali terletak pada prinsip. Belakangan kepemilikan Arab Saudi sedang diributkan karena catatan gelap mereka terkait Yaman. Sejak Februari 2022, Arab Saudi gencar melakukan serangan terhadap Yaman. Kenyataan ini membuat Federasi Sepak Bola dianggap munafik. Bagaimana tidak? Bos besar Newcastle United yang merupakan orang Arab Saudi tenang-tenang saja, sementara Chelsea tengah kalang kabut. 

Pendapat publik yang beredar, seharusnya sanksi serupa juga diberlakukan terhadap Newcastle. Meski demikian, hukuman terhadap Chelsea itu disebut-sebut sebagai buntut dari isu kedekatan Abramovich dan Vladimir Putin. Ada kedekatan dengan sosok yang diklaim sebagai penyulut perang. Barangkali di situlah letak perbedaannya.

Terima kasih telah menjadi pembaca setia The Flanker

Jika kamu menikmati konten dari The Flanker, kini kamu bisa memberikan dukungan dengan mentraktir kami via Trakteer. Dengan sistem traktir minimal Rp20.000, kamu bisa terus mendukung The Flanker menghasilkan konten-konten berkualitas dan tanpa iklan yang mengganggu.