Waktu Singkat untuk Jude Bellingham

Foto: @teambellingham.

Untuk Gareth Southgate: Beri Jude Bellingham kesempatan dan nikmati manfaatnya.

Gareth Southgate kebingungan. 3 hari menjelang uji tanding Inggris dengan Republik Irlandia, 12 November 2020, ia harus kehilangan dua anak asuhnya, Trent Alexander-Arnold dan James Ward-Prowse, akibat cedera dalam sesi latihan.

Absennya Alexander-Arnold tidak terlalu merisaukan Southgate. Sebab, di posisi tersebut, ia masih memiliki Kyle Walker, Kieran Trippier, dan Reece James. Selain itu, masih ada Joe Gomez dan Ainsley Maitland-Niles yang piawai bermain di sana.

Masalah ada di posisi yang disiapkan untuk Ward-Prowse, gelandang serang tengah. Di posisi tersebut hanya ada nama Mason Mount. Tidak ada pilihan bagi Southgate kecuali memanggil pemain lain. Sehari berikutnya, Jude Bellingham, yang tengah mengikuti training camp Inggris U21, akhirnya diputuskan untuk menggantikan Ward-Prowse.

Laga melawan Irlandia menjadi debut Bellingham untuk Inggris setelah dimasukkan pada menit ke-73 menggantikan Mount. Pada usia yang baru menginjak 17 tahun 136 hari, Bellingham tercatat sebagai pemain paling muda ketiga yang tampil untuk The Three Lions setelah Theo Walcott dan Wayne Rooney.

***

Sersan Mark Bellingham adalah salah satu polisi paling terkenal di wilayah West Midlands. Meski demikian, namanya tenar bukan karena beraksi mengungkap kejahatan, melainkan aksinya di level sepak bola amatir setempat.

Selain menjadi polisi, Mark muda rutin menghabiskan waktunya dengan bermain sepak bola di kelas amatir. Menurut pengakuan teman dekatnya, Gary Hackett, kepada The Guardian, Mark telah mencetak lebih dari 700 gol selama bermain sepak bola di wilayah West Midlands.

“Mark punya bakat untuk menjadi seorang pesepak bola. Larinya cepat dan tendangannya amat keras. Ia juga amat tekun berlatih. Hampir setiap hari kami melihatnya berlatih sepak bola,” kata Hackett.

Menurut Hackett, semua yang dimiliki Mark menurun ke anak pertamanya, Jude Bellingham. Oleh karena itu, Hackett tidak kaget apabila sekarang melihat Bellingham bermain untuk Inggris meski masih berusia amat muda.

Perpaduan bakat dan skill tampak sejak Bellingham kecil. Pada usia tujuh tahun, kemampuan Bellingham sudah jauh melampau anak-anak seusianya. Pada usia itu pula, Birmingham City kepincut dan menawarinya bergabung di kelompok pra-akademi.

Nama Bellingham mencuat amat cepat di Birmingham. Ia tidak pernah kesulitan menjadi yang pertama di ujian saringan untuk naik tingkat. Hingga pada akhirnya, ia mendapatkan kesempatan bermain di tim U18 pada usia 14 tahun.

“Bellingham mampu melakukan semua tugas dengan sama baiknya, dari melakukan tekel, bergerak ke segala penjuru lapangan, mengkreasikan serangan hingga mencetak gol,” kata Mike Dodds, mantan pelatih Bellingham di Birmingham kepada The Athletic.

Kesempatan untuk Bellingham akhirnya datang pada musim 2019/20. Ia diturunkan oleh pelatih Pep Clotet dalam laga melawan Portsmouth di ajang Piala FA. Usia yang baru menginjak 16 tahun 38 hari menjadikannya sebagai pemain termuda yang pernah diturunkan oleh Birmingham.

Setelahnya, nasib Bellingham seperti yang diperkirakan orang-orang. Bellingham tak butuh waktu lama untuk mengunci status pemain utama. Ia bahkan diturunkan 41 kali oleh Clotet dari total 46 pertandingan.

Pada pertengahan musim itu, Bellingham sempat diisukan pergi ke Manchester United. United bahkan dikabarkan telah menyiapkan 20 juta poundsterling demi mendapatkan jasanya. Pada akhirnya, Bellingham baru pergi pada akhir musim dan memilih bergabung Borussia Dortmund.

***

Tidak ada yang mengagetkan saat Bellingham menjadi salah satu nama yang dipanggil Inggris untuk Euro 2020. Terlebih melihat penampilannya bersama Dortmund dan Inggris selama satu tahun ke belakang.

Bersama Dortmund dan Inggris, Bellingham dimainkan sebagai gelandang tengah dalam peran box-to-box. Peran ini mengakomodasi kemampuannya berduel dengan gelandang lawan serta bergerak dinamis.

Per musim lalu, Bellingham memenangi 1,48 duel udara dan 3,97 aksi defensif (tekel dan intersep). Soal pergerakan, ia melepaskan 4,7 umpan ke sepertiga akhir pertahanan lawan per 90 menit dan 2,17 umpan di antaranya berakhir menjadi peluang.

Catatan tersebut membuatnya menempati ranking kedua gelandang box-to-box dengan catatan menawan. Di atasnya, ada nama gelandang Bayern Muenchen, Leon Goretzka, yang lebih banyak memenangi duel, melakukan aksi defensif, dan melepaskan umpan ke pertahanan lawan .

Saat Inggris menghadapi Kroasia lalu, Southgate memberikan kesempatan bagi Bellingham untuk turun. Tampil sejak menit ke-81, Bellingham lebih banyak berurusan aksi bertahan dan minim kontribusi terhadap serangan.

Pada menit ke-82, ia berhasil mengintersep bola yang mengarah ke Luka Modric dan memberikannya kepada Raheem Sterling. Pada injury time, ia melepaskan tekel ke Josip Brekalo, meski akhirnya bola gagal dikuasai Inggris.

Waktu yang dimiliki Bellingham untuk membuktikan memang cukup singkat. Namun, setidaknya ia berhasil membuktikan bahwa ia dapat diandalkan. Apabila suatu waktu Inggris membutuhkan tenaga baru lagi, ia bisa dipertimbangkan.

Bagaimana jika Inggris butuh kreator serangan baru? Apakah Bellingham bisa menjadi opsi? Tentu saja. Melihat Dortmund di Bundesliga musim lalu, Bellingham pernah bermain sekali di belakang penyerang dan hasilnya memuaskan.

Bellingham diturunkan sebagai kreator serangan dalam laga melawan VfB Stuttgart, awal April 2021. Di laga tersebut, ia tidak hanya berhasil merepotkan pertahanan Stuttgart lewat pergerakan-pergerakan di area half space, tapi juga mencetak gol pembuka Dortmund.

Dalam laga melawan Skotlandia, serangan Inggris tidak variatif. Serangan via tepi lapangan yang menjadi jurus utama mudah dipatahkan oleh barisan pemain Skotlandia. Begitu pula dengan umpan terobosan yang sulit menjadi peluang berbahaya.

Metode serangan yang tidak terlihat dari Inggris di laga tersebut adalah pergerakan dinamis di depan kotak penalti lawan. Melihat kapasitas Bellingham di laga melawan Stuttgart, tentu ia bisa saja dimaksimalkan.

***

Bellingham tidak butuh banyak waktu untuk bersinar. Di Birmingham, ia selalu menjadi pemain tercepat yang merangkak ke setiap kelompok umur. Setibanya di tim utama, ia hanya butuh satu musim untuk menjadi kunci permainan tim.

Begitu pula saat ia pindah ke Dortmund. Ia tak seperti Jadon Sancho yang melewatkan satu musim untuk beradaptasi. Dalam tiga bulan pertama, Bellingham bahkan hampir selalu menjadi pemain utama di lini tengah.

Bellingham juga butuh waktu singkat untuk membuat kejutan. Di laga perdananya bersama Birmingham, ia menjadi pemain terbaik. Debutnya di kandang Birmingham juga berakhir menakjubkan setelah ia mencetak gol kemenangan.

Riwayat tersebut berlanjut di Dortmund. Dalam debutnya berseragam Dortmund, ia mencetak 1 dari 5 gol kemenangan. 5 hari kemudian, yang menjadi pertandingan Bundesliga pertamanya, ia membuat assist untuk gol Giovanni Reyna.

Lantas, apa yang dapat ia lakukan untuk Inggris di Euro 2020? Penampilan menawan atau bahkan gol?

Terima kasih telah menjadi pembaca setia The Flanker

Jika kamu menikmati konten dari The Flanker, kini kamu bisa memberikan dukungan dengan mentraktir kami via Trakteer. Dengan sistem traktir minimal Rp20.000, kamu bisa terus mendukung The Flanker menghasilkan konten-konten berkualitas dan tanpa iklan yang mengganggu.