Webstory: Pelepas Dahaga Real Madrid

Foto: Website Real Madrid (realmadrid.com)

20 Mei 1998, Real Madrid ditahbiskan sebagai yang terhebat di antara klub-klub Eropa. Itu adalah hari saat Madrid merengkuh gelar juara Liga Champions 1997/98.

Dahaga 32 tahun itu tuntas. 20 Mei 1998, Real Madrid ditahbiskan sebagai yang terhebat di antara klub-klub seantero Eropa. Itu adalah hari saat Madrid merengkuh gelar juara Liga Champions 1997/98. Adalah Juventus yang mereka taklukkan di partai puncak lewat kemenangan 1-0.

Hingga kini Madrid memang jadi tim yang paling sering mengangkat trofi Si Kuping Besar. Namun, final Liga Champions 1997/98 tampaknya akan selalu menetap dalam kepala para suporter Madrid.

Itu tak hanya bicara soal puasa tiga dekade lebih itu, tetapi juga susah-payah Madrid di sepanjang musim. Bukan rahasia lagi bahwa di musim tersebut tangan besi si presiden klub, Lorenzo Sanz, jadi pembicaraan. Terlebih begitu Fabio Capello disingkirkan dari kursi kepelatihan.

Jupp Heynckes yang datang sebagai suksesor Capello tak hanya harus mengurusi taktik tim, tetapi juga atmosfer ruang ganti yang tak sedap, termasuk di final Liga Champions yang berlangsung di Amsterdam Arena itu. Beban Madrid tambah berat karena yang menjadi lawan adalah Juventus, sang juara Serie A dan Supercoppa.

Benar saja, laga berlangsung dalam tensi tinggi sejak awal. Juventus diperkuat oleh pemain-pemain papan atas seperti Didier Deschamps, Zinedine Zidane, Edgar Davids, Filippo Inzaghi, dan Alessandro Del Piero. Belum lagi Angelo Peruzzi yang berdiri di bawah mistar gawang.

Untuk mengenang laga dramatis tersebut, kalian bisa menyimak webstory ini.

Terima kasih telah menjadi pembaca setia The Flanker

Jika kamu menikmati konten dari The Flanker, kini kamu bisa memberikan dukungan dengan mentraktir kami via Trakteer. Dengan sistem traktir minimal Rp20.000, kamu bisa terus mendukung The Flanker menghasilkan konten-konten berkualitas dan tanpa iklan yang mengganggu.