Cristiano Ronaldo memutuskan untuk pensiun dari Tim Nasional Portugal, mengakhiri perjalanan panjangnya selama 23 tahun membela negaranya. Keputusan ini diumumkan pada Kamis, 5 November 2026.
Selama membela Portugal, Ronaldo telah mencatatkan berbagai rekor gemilang. Ia menjadi pesepakbola dengan penampilan terbanyak di level internasional dengan total 234 pertandingan. Selain itu, ia juga memegang predikat sebagai pencetak gol terbanyak sepanjang masa untuk timnas dengan 146 gol.
Penampilan terakhir Ronaldo untuk Portugal terjadi pada September lalu di ajang UEFA Nations League. Sebelumnya, ia sempat terlibat perselisihan dengan pelatih Jorge Jesus yang membuatnya meninggalkan kamp pelatihan.
Melalui pernyataan panjang yang diunggah di media sosialnya, Cristiano Ronaldo menyampaikan rasa hormat dan perasaannya mengenai keputusannya untuk gantung sepatu dari tim nasional. Ia mengungkapkan bahwa momen ini telah lama dinantikan.
“Hari ini telah tiba bagi saya untuk mengembalikan jersey nomor 7 tim nasional kita. Saya tidak pernah merasa jersey itu milik saya sendiri. Namun selama 23 tahun, saya mendapat kehormatan dan tanggung jawab untuk mengenakannya, mempertahankannya, dan membawanya ke berbagai stadion di seluruh dunia,” kata Ronaldo.
Ia melanjutkan, “Hari ini, saatnya telah tiba untuk meneruskannya kepada generasi mendatang. Ini bukanlah keputusan yang mudah. Karena beberapa keputusan tidak hanya dibuat dengan akal. Keputusan itu juga dibuat dengan hati.”
Ronaldo mengenang bahwa perjalanan kariernya bersama timnas, yang dimulai pada Agustus 2003, telah mengubah hidupnya. Ia melihat lebih dari sekadar pertandingan, gol, rekor, atau trofi. Baginya, yang terpenting adalah orang-orang dan warga Portugal di seluruh dunia.
“Ketika saya menengok kembali segala hal bersama tim nasional, saya tidak hanya melihat pertandingan, gol, rekor, atau trofi. Saya melihat orang-orang. Saya melihat warga Portugal yang tinggal di luar negeri yang, selama 90 menit, merasa sedikit lebih dekat dengan tanah air. Saya melihat jutaan warga Portugal yang belum pernah saya temui, namun telah menjadi bagian dari hidup saya. Karena pada akhirnya, sepak bola jauh lebih besar daripada sekadar permainan. Sepak bola adalah tentang manusia,” jelasnya.
Selama membela negaranya, Ronaldo selalu berusaha memberikan yang terbaik. “Selama bertahun-tahun, saya belajar beberapa hal yang sangat sederhana: Gol akan pudar. Trofi akan berakhir di museum. Rekor pada akhirnya akan dipecahkan. Namun, ada sesuatu yang takkan pernah bisa dihapus oleh waktu: tempat yang kita tempati di hati orang-orang,” tuturnya.
Ia menambahkan, “Jika saya pernah membuat anda bahagia, jika salah satu gol saya pernah membuat anda memeluk seseorang, melupakan kekhawatiran, atau merasa bangga pada negara anda, maka semua itu sepadan. Karena menjadi orang Portugal juga tentang hal ini. Kita menderita bersama. Kita bangkit bersama. Kita percaya lagi.”
Menutup pernyataannya, Ronaldo berpesan kepada generasi penerus di timnas Portugal.
“Portugal akan selalu membutuhkan generasi muda yang berani bermimpi. Pemain yang tak pernah menyerah. Generasi baru yang percaya bahwa mungkin untuk mencapai tempat yang belum pernah dijangkau sebelumnya. Karena negara yang terus melahirkan pahlawan baru adalah negara yang tak pernah berhenti percaya pada dirinya sendiri,” pungkasnya.






