Aktivitas mata-mata, yang lazimnya identik dengan dunia kriminal dan politik, ternyata juga merambah ke dunia sepak bola. Berbagai skandal penyadapan telepon telah mengguncang industri ini, bahkan melibatkan klub-klub ternama dan pemain bintang.
Salah satu kasus yang menghebohkan terjadi pada tahun 2001 melibatkan Christian Vieri, yang menjadi korban penyadapan oleh klubnya sendiri, Inter Milan. Penyadapan ini berlangsung antara tahun 2001 hingga 2003, dan baru terungkap pada tahun 2006 melalui dokumen investigasi perusahaan telekomunikasi Italia, Telecom.
Dokumen tersebut mengonfirmasi bahwa Inter Milan, bekerja sama dengan Telecom, melakukan penyadapan terhadap telepon Vieri dengan tujuan memantau aktivitasnya di luar lapangan. Mantan kepala keamanan Telecom, Giuliano Tavaroli, mengungkapkan bahwa ada dua insiden penyadapan. Insiden pertama pada tahun 2001 terkait upaya Inter untuk memastikan perilaku pemain sesuai kontrak, sementara insiden kedua pada tahun 2003 berkaitan dengan pemantauan panggilan telepon Vieri saat menghadiri acara testimonial Pirelli.
Akibat skandal ini, Christian Vieri mengajukan gugatan terhadap Inter Milan dan Telecom. Pada tahun 2012, pengadilan menjatuhkan sanksi kepada kedua pihak untuk membayar kompensasi sebesar 1 juta Euro kepada Vieri.
Skandal Calciopoli Berawal dari Penyadapan
Rival sekota Inter Milan, Juventus, juga pernah terseret dalam skandal memalukan yang bermula dari penyadapan. Pada tahun 2006, kepolisian berhasil menyadap telepon Manajer Umum Juventus, Luciano Moggi.
Hasil sadapan mengungkap bahwa Moggi menghubungi pejabat Federasi Italia terkait pemilihan wasit untuk pertandingan Serie A. Ia terbukti memengaruhi pejabat yang berwenang dalam penentuan wasit. Kasus ini kemudian berkembang menjadi investigasi yang mengungkap keterlibatan klub lain seperti AC Milan, Reggina, Fiorentina, dan Lazio.
Juventus menjadi klub yang paling merasakan dampaknya. Dua gelar Serie A dicabut, klub terdegradasi ke Serie B, dan Luciano Moggi dijatuhi sanksi larangan beraktivitas di dunia sepak bola seumur hidup.
Skandal Pengaturan Skor di Eropa
Selain di Italia, aksi penyadapan juga kerap terjadi di berbagai belahan dunia lain dalam konteks sepak bola. Di Inggris, pemain seperti Wayne Rooney dan John Terry pernah menjadi korban.
Pada tahun 2009, terbongkarnya skandal pengaturan skor di sepak bola Eropa juga dipicu oleh penyadapan. Pihak berwenang berhasil menyadap aktivitas kriminal di Bochum, Jerman, yang kemudian berujung pada penggerebekan di berbagai negara, termasuk Austria, Swiss, Inggris, dan Tiongkok.






