Nico Paz mengungkapkan emosi mendalam saat memberikan penghormatan kepada mendiang Jesus de Miguel setelah mencetak gol untuk Como 1907. Pemain muda Argentina itu menjadi sorotan dalam kemenangan telak timnya atas Lens dengan skor 9-1 di Liga Champions.
Saat mencatatkan namanya di papan skor pada menit ke-40, Paz tidak dapat menahan air matanya. Ia berlari ke pinggir lapangan, mengambil kaus bergambar mendiang Jesus de Miguel dengan tulisan ‘Rest in Peace’, dan mengibarkannya sebagai bentuk penghormatan. Momen ini sontak menghadirkan suasana haru di stadion.
Tragedi yang menimpa Jesus de Miguel, pemain Tenerife yang meninggal dunia akibat insiden benturan di lapangan, menyentuh hati Paz secara pribadi. Hal ini dikarenakan Nico Paz sendiri merupakan putra asli Tenerife. Ia lahir di Santa Cruz de Tenerife, Kepulauan Kanaria, Spanyol, tempat ayahnya, Pablo Paz, pernah berkarier sebagai pemain sepak bola selama enam tahun (1996-2002) dan mencatatkan 127 penampilan kompetitif untuk klub yang sama.
Kedekatan emosional Paz dengan kota dan klub Tenerife semakin terasa karena ia juga mengawali karier sepak bolanya di akademi klub tersebut pada tahun 2014 hingga 2016, sebelum akhirnya melanjutkan pendidikannya di La Fabrica, akademi Real Madrid. Pengalaman masa lalu inilah yang membuatnya merasakan duka mendalam atas kepergian Jesus de Miguel.
“Saya ingin memberikan selebrasi ini untuk memberikan kekuatan kepada keluarganya, meskipun saya tahu itu tidak mudah,” ujar Nico Paz kepada Sky Sport Italia. “Saya adalah penggemar Tenerife. Saya menonton pertandingannya, dan itu sangat sulit. Kemarin saya merasa tidak enak karena ini. Ini adalah hal-hal yang tidak Anda harapkan, dan saya ingin mengirimkan kekuatan kepada orang-orang yang dicintainya.”






