JAKARTA – Para pendukung Manchester United menampilkan aksi protes tak biasa dalam laga melawan AS Roma di Old Trafford. Mereka melemparkan bola-bola tenis ke tengah lapangan pada menit ke-21 pertandingan, sebagai bentuk ekspresi ketidakpuasan terhadap manajemen klub.
Pertandingan yang merupakan bagian dari matchday keempat Liga Champions tersebut dimenangkan Manchester United dengan skor akhir 3-2. Tim tuan rumah berhasil bangkit setelah sempat tertinggal dua gol di babak pertama.
Menurut laporan Mirror, pelemparan bola tenis ini merupakan aksi protes yang terencana. Aksi ini secara spesifik ditujukan kepada kepemilikan klub oleh keluarga Glazer serta manajemen di bawah naungan INEOS.
Pemilihan bola tenis berwarna kuning merujuk pada warna asli Newton Heath, klub yang berdiri pada tahun 1878 sebelum berganti nama menjadi Manchester United pada tahun 1902. Penggemar menggunakan simbol ini untuk mengingatkan kembali pada tradisi dan akar klub.
Aksi protes ini dipilih dilakukan pada menit ke-21 untuk menandai 21 tahun kepemilikan keluarga Glazer atas Manchester United. Seruan ‘Glazers Out’ terus digaungkan oleh para suporter.
Di sisi lain, beredar kabar bahwa keluarga Glazer dikabarkan berencana kembali menjual saham Manchester United. Hal ini diduga dipicu oleh ketidakpuasan mereka terhadap Sir Jim Ratcliffe yang kini memegang kendali klub.






