News

Calvin Verdonk Raih Man of The Match Liga Champions, UEFA Ungkap Alasannya

Bek Timnas Indonesia, Calvin Verdonk, dinobatkan sebagai Man of The Match laga Bodo/Glimt vs Lille di Liga Champions. Simak alasan UEFA memilihnya.

Calvin Verdonk Raih Man of The Match Liga Champions, UEFA Ungkap Alasannya
Calvin Verdonk memenangkan Man of The Match di laga Liga Champions. (Foto: dok. Twitter/losclive)

Jakarta – Calvin Verdonk terpilih sebagai Man of the Match (MOTM) dalam pertandingan antara Lille melawan Bodo/Glimt di Liga Champions. Pemilihan bek Timnas Indonesia ini oleh UEFA didasarkan pada sejumlah alasan kuat.

Pertandingan pekan keempat Liga Champions yang digelar di Aspmyra Stadion pada Rabu (4/11/2026) dini hari WIB tersebut berakhir dengan skor imbang 0-0. Verdonk tampil penuh selama pertandingan, mengisi posisi bek kiri untuk Lille.

Selama 90 menit bermain, Verdonk menunjukkan performa solid dalam aspek pertahanan. Ia berhasil mencatatkan 4 tekel sukses, 3 sapuan bola, dan 1 intersep krusial. Kemampuannya dalam mengawal lini belakang Lille terbilang efektif.

Tidak hanya tangguh dalam bertahan, Verdonk juga berkontribusi dalam membangun serangan timnya. Ia melepaskan 3 umpan kunci yang membuka peluang bagi rekan setimnya. Selain itu, ia juga mengirimkan 3 percobaan bola panjang yang akurat dan mencatatkan akurasi passing keseluruhan mencapai 83 persen.

Performa impresif Verdonk melawan Bodo/Glimt tidak hanya membawanya meraih penghargaan MOTM, tetapi juga mencatatkan sejarah sebagai pemain Indonesia pertama yang meraih penghargaan tersebut di ajang Liga Champions.

Grup Pengamat Teknis UEFA memberikan penjelasan mengenai keputusan mereka memilih Verdonk. Menurut mereka, Verdonk menunjukkan efektivitas baik dalam bertahan maupun menyerang.

“Saat menguasai bola dia bermain bagus di area sayap, mengoper dan menerima bola secara efektif, dan selalu siap untuk segera bergabung dalam serangan,” ungkap Grup Pengamat Teknis UEFA melalui laman resmi Liga Champions.

Mereka menambahkan, “Saat tidak menguasai bola, dia unggul dalam lari pemulihan saat transisi, dan efektif dalam duel dan bertahan di area sayap.” Pernyataan ini menegaskan kontribusi menyeluruh Verdonk dalam pertandingan.

Hasil imbang 0-0 yang diraih Lille di kandang Bodo/Glimt membuat tim asal Prancis itu pulang membawa satu poin. Poin ini menjadi yang pertama bagi Les Dogues di Liga Champions musim ini, setelah mengalami tiga kekalahan pada laga sebelumnya.