Como berhasil memetik kemenangan besar 9-1 atas Lens dalam lanjutan Liga Champions. Kemenangan ini menunjukkan bahwa I Lariani lebih dari sekadar tim yang dimiliki oleh pemilik kaya raya.
Pertandingan yang berlangsung di Stade Bollaert-Delelis, Lens, pada Kamis (5/11/2026) dini hari WIB, melihat Anastasios Douvikas mencetak hat-trick untuk Como. Enam gol lainnya dibagi rata oleh enam pemain berbeda, yaitu Nico Paz, Lucas Da Cunha, Marc-Oliver Kempf, Mattia Liberali, Martin Baturina, dan Matteo Papaccioli.
Sejak promosi ke Serie A pada tahun 2024, Como telah mencuri perhatian. Klub ini dibeli oleh Grup Djarum melalui SENT Entertainment. Awalnya, Como direncanakan menjadi wadah untuk Garuda Select, namun terganjal aturan di Italia.
Setelah diakuisisi, Como kemudian dibangun kembali. Dalam kurun waktu lima tahun, klub ini berhasil menjadi papan atas di Italia dan bahkan lolos ke Liga Champions. Grup Djarum menjadi sorotan di Italia berkat kekayaan mereka yang mencapai Rp 221 triliun atau setara 12,2 miliar dollar AS.
Mantan pemain Liverpool, Stephen Warnock, menilai adanya sinergi yang baik antara Como dan pelatih Cesc Fabregas menjadi kunci keberhasilan klub saat ini. “Como adalah tim yang sangat menarik untuk ditonton, tetapi ada juga keseimbangan di dalamnya. Mereka tahu cara bertahan, tetapi saat menyerang, mereka sangat berbahaya,” kata Warnock dikutip dari BBC.
Warnock menambahkan, “Saya pikir hal besar ketika Anda melihat apa yang sedang mereka lakukan adalah bahwa, ya, mereka memiliki pemilik yang kaya, tetapi hal itu saja tidak menjamin keberhasilan-Anda harus membeli pemain yang tepat agar sesuai dengan sistem yang tepat. Cesc Fabregas juga memilih para pemain muda yang lapar akan kesuksesan, tetapi juga dapat terus berkembang dan bertumbuh, sama seperti dirinya sebagai seorang manajer.”
“Jadi, perkembangan tim ini hampir seperti mencerminkan perkembangannya sendiri, dalam artian mereka akan berproses bersama-sama. Ini adalah kisah yang sangat luar biasa,” tutupnya.






