Lisandro Martinez mendapat kecaman dari legenda Manchester United, Nicky Butt, yang juga menyinggung aksi sang pemain membentangkan bendera Malvinas. Martinez belakangan ini memang menjadi sorotan di Old Trafford.
Sebelumnya, bek asal Argentina itu sempat mengkritik direktur klub dalam sebuah wawancara. Puncaknya, ia mendapat kartu merah saat Manchester United kalah 0-2 dari Chelsea di Stamford Bridge akhir pekan lalu. Kekalahan tersebut membuat tim asuhan Michael Carrick terperosok ke peringkat 17 klasemen Liga Inggris, hanya satu tingkat di atas zona degradasi.
Musim ini, Lisandro Martinez telah tampil dalam 10 pertandingan dan mencetak satu gol. Namun, kontribusinya belum mampu mengangkat performa tim secara keseluruhan.
Penampilan Martinez yang dinilai kurang memuaskan menjadi alasan Nicky Butt melayangkan kritiknya. Mantan gelandang Manchester United itu bahkan secara spesifik menyinggung aksi Martinez saat Piala Dunia 2026 lalu, yaitu membentangkan bendera Malvinas setelah Argentina mengalahkan Inggris di semifinal. Malvinas, atau Kepulauan Falkland, merupakan wilayah sengketa antara Inggris dan Argentina.
“Dia tinggal di negara kita dan menari-nari sambil membawa bendera Argentina di Piala Dunia. Apa yang kamu lakukan?” sindir Nicky Butt dalam wawancaranya bersama Piers Morgan di kanal Uncensored. “Lalu kamu berharap orang-orang akan menghiburmu saat kamu bermain buruk.”
Butt melanjutkan, “Beberapa orang ini perlu mengerti, apa gunanya kalau kamu menghasilkan 200.000 paun seminggu sambil mengendarai Rolls Royce, melintasi desa kecilmu sambil mengira dirimu seorang raja?”
“Kamu boleh saja melakukan itu sesuka hatimu, tapi jangan harap orang-orang akan menepuk punggungmu saat permainanmu sangat buruk, dan kamu malah menghina orang lain,” kecamnya.
Lebih lanjut, Nicky Butt menilai bahwa kritik Martinez terhadap manajemen klub kurang relevan mengingat performanya yang buruk. Ia menyoroti penampilan Martinez saat melawan Chelsea, yang dinilai sangat buruk hingga berujung kartu merah.
“Kamu tidak bisa bicara kepada para pemain ini karena mereka jadi sangat sensitif. Lalu dia berani-beraninya melakukan wawancara dan menghina pihak berwenang soal pembelian pemain, padahal dia sendiri bahkan tidak bermain dengan baik,” ujarnya.
“Dan jika mereka memang akan membeli pemain, dia harus waspada karena dia adalah salah satu yang pertama akan digantikan.”
“Dia sengaja melakukannya beberapa hari lalu (melawan Chelsea) dengan sikutannya. Alasan dia melakukannya ya karena dia tidak cukup kuat untuk bertahan dengan baik,” pungkasnya.






