Baru saja merayakan pencapaian individu prestisius, Harry Kane langsung dihadapkan pada sebuah dilema: memilih antara Ballon d’Or yang baru saja diraihnya atau trofi Liga Champions.
Namun, pertanyaan tersebut tampaknya tidak terlalu sulit bagi kapten tim nasional Inggris ini. Kane menegaskan bahwa ia akan selalu mengutamakan kepentingan tim, sebuah prinsip yang telah melekat pada dirinya sebagai pemain yang selalu berorientasi pada kolektivitas.
Meskipun Ballon d’Or tahun ini menjadi yang pertama baginya dan menjadikannya pemain Inggris pertama yang meraih penghargaan tersebut sejak tahun 2001, Kane lebih mendambakan momen kemenangan bersama tim. Ia teringat kegagalannya meraih gelar bersama Tottenham Hotspur pada musim 2018/2019, dan membayangkan penebusan di usia 33 tahun bersama Bayern Munich akan sangat menghiasi akhir kariernya.
“Saya akan memilih Liga Champions, sih. Tapi saya punya kesempatan untuk meraih keduanya, mari kita lihat apa yang terjadi,” ujar Kane seperti dikutip dari BBC.
Ia menambahkan, “Ballon d’Or itu adalah sebuah pencapaian, itu menempatkan saya ke level yang lebih besar. Tapi Anda mesti merasakan final-final besar ini, Liga Champions, untuk bisa merasakan emosi bersama-sama rekan setim juga.”
“Trofi tim itu alasan kami bermain sepakbola. Aspek tim dari olahraga kita ini sungguh-sungguh penting. Ballon d’Or pekan lalu adalah salah satu perasaan terbaik dalam hidup dan karier saya,” lanjutnya.
“Tapi mendapatkan momen-momen bersama tim, merayakannya dengan klub, untuk bisa mengangkat trofi Liga Champions bersama Bayern Munich akan jadi perasaan yang luar biasa,” tutup Kane.






