Pelatih Atletico Madrid, Diego Simeone, memberikan pandangannya mengenai taktik yang akan diterapkan timnya saat menghadapi Bayern Munich di Liga Champions. Pertandingan ini krusial bagi kedua tim yang sama-sama belum menunjukkan performa dominan di fase grup.
Atletico Madrid akan menjamu Bayern Munich di Metropolitano Stadium pada Rabu (4/11/2026) dini hari WIB, dalam laga Matchday 4 Liga Champions. Kedua tim baru meraih satu kemenangan dari tiga pertandingan awal, sehingga hasil di laga ini akan sangat menentukan.
Pertemuan ini mempertemukan dua tim dengan filosofi permainan yang kontras. Bayern Munich dikenal dengan gaya menyerang agresif dan telah mencetak 10 gol di fase grup, sementara Atletico Madrid identik dengan pertahanan solid dan disiplin. Meskipun demikian, Simeone belakangan ini menunjukkan fleksibilitas dalam pendekatan taktisnya.
Diprediksi, Simeone akan menginstruksikan timnya untuk memancing Bayern keluar dari pertahanan mereka dan memanfaatkan kecepatan di sisi sayap. Dengan pertahanan garis tinggi yang kerap diterapkan Bayern, Atletico berpotensi memanfaatkan celah untuk melakukan transisi cepat.
Menanggapi pertanyaan mengenai rencana permainan, Simeone mengungkapkan pendekatan yang diambil timnya dengan nada sarkastis. Ia mengakui bahwa kualitas Bayern dalam mengalirkan bola dan melakukan pressing membuat strategi untuk mendominasi penguasaan bola dan pressing tinggi secara terus-menerus bukanlah pilihan yang bijak.
“Idealnya, saya penginnya kami menyerang selama 80 menit dan menyisakan mereka 10 menit terakhir untuk menyerang kami sesaat. Saya mau kami melakukan pressing tinggi, melihat tim melakukan umpan kombinasi dan menciptakan segitiga permainan, dan mencetak gol setelah 20 rentetan umpan,” ujar Simeone, seperti dikutip dari situs UEFA.
Namun, Simeone menyadari realitas pertandingan yang akan dihadapi. “Tapi realitanya berbeda dan besok kami akan menangani apapun situasi di lapangan. Kami akan menghadapi tim yang kuat, tangguh, dan pastinya kami bakal melalui periode-periode sulit dan berat, ketika kami bakal perlu menemukan jalan keluar dari tekanan mereka, sebab mereka sangat bagus dalam melakukan pressing segera setelah kehilangan bola,” imbuhnya.






