News

Madueke Sebut Mac Allister Pancing Kartu Merah dalam Laga Arsenal vs Liverpool

Noni Madueke merasa Alexis Mac Allister sengaja memprovokasi agar dirinya mendapat kartu merah dalam pertandingan Arsenal melawan Liverpool.

Madueke Sebut Mac Allister Pancing Kartu Merah dalam Laga Arsenal vs Liverpool
Foto: REUTERS/Phil Noble

Noni Madueke, winger Arsenal, mengungkapkan kekesalannya terhadap pemain Liverpool, Alexis Mac Allister. Madueke menuding Mac Allister berusaha memprovokasinya agar mendapatkan kartu merah dalam pertandingan yang berakhir dengan kemenangan Arsenal 1-0 di Anfield.

Kemenangan tersebut menjadi yang pertama bagi Arsenal di Anfield dalam 16 tahun terakhir, berkat gol tunggal Kai Havertz di babak pertama. Namun, intensitas pertandingan meningkat pada menit ke-79.

Saat itu, Mac Allister terlibat adu mulut dengan pemain Arsenal, Jurrien Timber. Situasi kemudian memanas ketika beberapa pemain dari kedua tim, termasuk Madueke, berusaha melerai. Puncaknya, terjadi insiden saling menyundul antara Noni Madueke dan Alexis Mac Allister.

Setelah insiden tersebut, Mac Allister tampak terjatuh sambil memegangi kepalanya. Wasit memutuskan untuk tidak memberikan kartu kepada Madueke, namun memberikan kartu kepada Mac Allister dan Timber. Kejadian ini memicu perdebatan.

Pasca pertandingan, Madueke menyatakan bahwa ia tidak melakukan pelanggaran terhadap Mac Allister, meskipun sempat khawatir akan mendapat kartu merah. “Terus terang, kurasa itu bukan apa-apa. Entah kartu kuning atau kartu merah, wasit tidak berpikir demikian. VAR tidak berpikir demikian. Jadi kita semua sepakat di situ,” ujar Madueke kepada Viaplay.

Ia menambahkan bahwa tindakan Mac Allister sangat cerdik. “Itu tuh gerakan yang natural, dan dia (Mac Allister) pastinya cerdik. Dia mencoba memancingku agar dikartu merah di sana,” lanjut mantan pemain Chelsea tersebut.

Madueke mengaku sempat berpikir bahwa insiden tersebut bisa berujung kartu merah baginya. “Di dalam benakku, aku akan terus terang kepada anda, di benakku saat itu: ‘Ini memungkinkan, dengan VAR’. Ini tentang siapa yang menafsirkannya. Aku enggak tahu apa yang mereka pikirkan. Tapi untungnya tidak,” pungkasnya.