JAKARTA – Ole Gunnar Solskjaer mengungkapkan bahwa dirinya sempat menawarkan diri untuk kembali menangani Manchester United sebagai pelatih interim. Tawarannya ini datang setelah pemecatan manajer Ruben Amorim pada Januari 2026, yang hanya menjabat selama 14 bulan.
Manchester United menunjuk Michael Carrick sebagai pelatih sementara setelah memberhentikan Amorim, sebelum akhirnya mempermanenkan Carrick sejak Mei tahun yang sama. Solskjaer, yang pernah membesut Setan Merah selama hampir tiga tahun dari 2019 hingga 2021, menjelaskan detail pembicaraannya dengan petinggi klub.
Ia mengaku berbicara dengan direktur olahraga James Wilcox dan CEO Omar Berrada. Dalam percakapan tersebut, Solskjaer menyatakan kesiapannya untuk kembali memimpin Manchester United jika diminta, tanpa menuntut imbalan apa pun. “Tidak ada dari kami yang ngebet mendapatkan pekerjaan itu. Kami mungkin akan bersedia jika mereka meminta. Saat itu, ada pembicaraan tentang menjadi pelatih sementara untuk sisa musim,” ungkapnya kepada TV2, seperti dilansir the Sun.
Solskjaer juga memberikan dukungan kepada Michael Carrick. “Saat saya berbicara dengan United, saya juga membanggakan Michael. ‘Jika kalian memilih dia, kalian akan mendapatkan seorang pria yang bagus.’ Saya bilang begitu. Dia juga melakukan yang serupa kepada saya,” tambah mantan penyerang yang dijuluki ‘the baby face assassin’ itu.
Lebih lanjut, Solskjaer menegaskan bahwa pembicaraannya dengan Jason Wilcox dan Omar Berrada tidak menyentuh detail kontrak. “Saya sempat mengobrol dengan Jason Wilcox (direktur olahraga) dan Omar Berrada (CEO). Kami tidak membicarakan soal durasi kontrak atau apapun semacam itu. Saya menawarkan diri jika dibutuhkan dan tidak menuntut apa pun,” jelasnya.
Ia menambahkan bahwa dirinya juga memberikan masukan mengenai langkah-langkah yang diperlukan klub untuk berkembang. “Saya memberikan masukan terkait apa yang dibutuhkan klub untuk maju ke depan. Sekadar obrolan kecil saja. Tidak ada negosiasi apa pun,” pungkas Solskjaer.






