News

Timnas Indonesia Fokus TC di Bali Selama FIFA Matchday November

Timnas Indonesia batal berlaga di FIFA Matchday November karena situasi geopolitik. PSSI putuskan gelar pemusatan latihan di Bali untuk persiapan Piala Asia dan Kualifikasi Piala Dunia.

Timnas Indonesia Fokus TC di Bali Selama FIFA Matchday November
Foto: Agung Pambudhy / detikfoto

JAKARTA – Tim Nasional Sepak Bola Indonesia dipastikan tidak akan mengikuti pertandingan dalam kalender FIFA Matchday yang berlangsung pada November 2026. Alih-alih bertanding, skuad Garuda akan fokus menjalani pemusatan latihan (TC) di Bali.

Sebelumnya, Timnas Indonesia dijadwalkan menghadapi Yordania dalam laga uji coba pada Jumat (13/11). Namun, agenda tersebut batal terlaksana akibat memanasnya situasi geopolitik di kawasan Timur Tengah. Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, telah mengonfirmasi pembatalan ini.

Menyikapi kondisi tersebut, Kepala Pelatih Timnas Indonesia, John Herdman, memutuskan untuk memaksimalkan periode FIFA Matchday dengan hanya menggelar pemusatan latihan di Bali. Langkah ini diambil untuk menjaga momentum persiapan tim menuju Piala Asia yang jadwalnya diundur ke akhir tahun 2027.

Pemusatan latihan ini juga menjadi bagian krusial dalam persiapan Timnas Indonesia menghadapi Kualifikasi Piala Dunia 2030. Fokus utama program ini adalah memperkuat kedalaman skuad, meningkatkan kualitas permainan secara keseluruhan, serta membangun fondasi tim yang semakin solid.

“Menyusul penundaan Piala Asia AFC serta mempertimbangkan eskalasi situasi regional di Timur Tengah, kami memutuskan untuk tidak melanjutkan agenda pertandingan yang sebelumnya direncanakan di kawasan tersebut,” ujar John Herdman dalam keterangan tertulis.

Ia menambahkan, “Kami akan memanfaatkan periode FIFA Matchday November untuk menggelar pemusatan latihan selama tujuh hari di Bali, dengan fokus pada penguatan kedalaman skuad dan melanjutkan persiapan menuju Kualifikasi Piala Dunia.”

Program pemusatan latihan ini akan melibatkan perpaduan antara pemain dari skuad utama dan sejumlah pemain baru. Selain itu, sesi ini juga menjadi ajang pematangan ide permainan yang diusung oleh pelatih kepala.

“Kami akan melibatkan kombinasi pemain dari skuad utama dan sejumlah pemain baru. Ini menjadi kesempatan untuk mengevaluasi potensi mereka, memperdalam pemahaman taktik, serta memperkuat kerja sama antarpemain dalam tim nasional,” jelas John Herdman.