Villarreal – Paris Saint-Germain (PSG) tampil perkasa dengan membantai tuan rumah Villarreal 6-0 dalam lanjutan Liga Champions. Pelatih PSG, Luis Enrique, menilai kemenangan telak tersebut merupakan bentuk penghormatan timnya kepada lawan.
Pertandingan pekan keempat Liga Champions yang digelar di Estadio de la Ceramica pada Rabu (4/11/2026) dini hari WIB, memperlihatkan dominasi penuh PSG atas Villarreal. Tim tamu mencatatkan 23 tembakan dengan 12 di antaranya mengarah ke gawang, serta menguasai bola sebanyak 67 persen. Sementara itu, Villarreal hanya mampu menciptakan 14 percobaan tembakan dengan 3 yang akurat dan menguasai bola 33 persen.
PSG langsung tancap gas sejak awal pertandingan. Mereka berhasil mencetak empat gol hanya dalam waktu 17 menit. Joao Neves membuka keunggulan pada menit kesembilan, diikuti oleh gol Desire Doue (menit ke-12), Senny Mayulu (menit ke-13), dan Fabian Ruiz (menit ke-17).
Fabian Ruiz kemudian mencetak gol keduanya pada menit ke-50, memperbesar keunggulan PSG. Gol penutup dari David Boly pada menit ke-78 mengunci kemenangan telak 6-0 untuk tim asal Prancis tersebut.
Kemenangan ini juga mencatatkan rekor bagi PSG. Mereka menjadi tim tercepat yang mampu mencetak empat gol dalam sejarah Liga Champions, hanya memerlukan waktu 16 menit dan 2 detik untuk melakukannya.
Menanggapi performa impresif timnya, Luis Enrique mengungkapkan bahwa PSG memang bertekad untuk meraih kemenangan besar di kandang lawan. Ia menekankan bahwa para pemain tidak mengendurkan serangan karena ingin menunjukkan rasa hormat kepada Villarreal.
“Setelah tertinggal 0-3, hanya sedikit tim yang dapat mengatasinya. Kami mencoba untuk menghormati lawan kami dengan bermain dengan cara yang sama sepanjang pertandingan,” ujar Enrique, seperti dikutip dari L’Equipe.
Ia juga membandingkan situasi ini dengan final Liga Champions sebelumnya melawan Inter Milan. “Kami dapat mengingat final Liga Champions pertama melawan Inter (5-0). Kami tidak pernah berpikir untuk mempertahankan keunggulan,” tambahnya.
Enrique melanjutkan, “Kami selalu ingin bermain dengan intensitas yang sama dan dalam keadaan yang sama. Meski begitu, saya tidak senang melihat lawan saya kesulitan seperti ini.”






