News

Mantan Wapres Suriname Cetak Gol di Usia 65 Tahun

Ronnie Brunswijk, mantan wakil presiden Suriname, mencetak gol pertamanya di kasta tertinggi sepak bola Suriname pada usia 65 tahun melalui titik penalti.

Mantan Wapres Suriname Cetak Gol di Usia 65 Tahun
Ronnie Brunswijk, medio 2010. Foto: AFP/LOUIS ALFAISIE

Jakarta – Ronnie Brunswijk, mantan wakil presiden Suriname, mencetak gol pertamanya di kasta tertinggi sepak bola Suriname pada usia 65 tahun. Gol tersebut dicetak melalui titik penalti saat ia memperkuat klub miliknya sendiri, Inter Moengotapoe.

Momen bersejarah ini terjadi dalam pertandingan lanjutan Suriname Major League pada Sabtu (31/10/2026), ketika Inter Moengotapoe berhadapan dengan Politie Voetbal Vrienden (PVV). Dalam laga tersebut, Inter Moengotapoe berhasil meraih kemenangan telak dengan skor 5-0 melawan tim yang berada di dasar klasemen.

Brunswijk, yang juga merupakan pemilik klub, tampil sebagai pemain dalam pertandingan tersebut. Ketika Inter Moengotapoe sudah unggul 4-0, wasit menunjuk titik putih. Tanpa ragu, Brunswijk mengambil bola dan melakukan eksekusi penalti. Tendangannya berhasil masuk ke sudut kanan gawang, melengkapi kemenangan timnya menjadi 5-0. Ia kemudian merayakan gol tersebut dengan mengangkat kedua tangannya ke udara.

Gol ini menandai gol pertama Brunswijk di kasta tertinggi sepak bola Suriname sejak Suriname Major League dibentuk pada tahun 2024. Ia juga memiliki catatan sebagai mantan pelatih klub yang kini masih kerap memasukkan namanya sendiri ke dalam daftar susunan pemain.

Inter Moengotapoe sendiri bukanlah klub sembarangan di Suriname. Mereka telah meraih gelar juara liga sebanyak 11 kali dan memainkan laga kandang di Stadion Ronnie Brunswijk, yang namanya diambil dari sang pemilik.

Kontroversi Seputar Ronnie Brunswijk

Nama Ronnie Brunswijk tidak terlepas dari berbagai kontroversi. Sebelum dikenal sebagai politikus dan pemilik klub sepak bola, ia pernah menjabat sebagai pemimpin pemberontak di Suriname. Brunswijk sendiri pernah menjabat sebagai wakil presiden Suriname pada periode 2020 hingga 2025.

Namun, rekam jejaknya juga diwarnai kasus hukum terkait dugaan penyelundupan kokain. Pada tahun 1999, pengadilan di Belanda menjatuhkan vonis delapan tahun penjara kepada Brunswijk secara in absentia atas keterlibatannya dalam penyelundupan kokain. Ia disebut sebagai otak di balik tiga pengiriman kokain dari Suriname ke Belanda pada periode 1996-1997. Brunswijk tidak pernah menjalani hukuman tersebut di Belanda karena tidak diekstradisi dari Suriname dan selalu membantah terlibat dalam penyelundupan tersebut.

Kontroversi lain terjadi pada tahun 2021. Saat itu, Brunswijk yang berusia 60 tahun memutuskan untuk memasukkan namanya sendiri ke dalam susunan pemain Inter Moengotapoe untuk menghadapi klub Honduras, CD Olimpia, dalam ajang CONCACAF League. Pertandingan tersebut berakhir dengan kekalahan telak 0-6 bagi Inter Moengotapoe. Setelah pertandingan, beredar video yang memperlihatkan Brunswijk membagikan uang di ruang ganti tim lawan.

Menyusul kejadian tersebut, CONCACAF melakukan penyelidikan dan menyatakan adanya pelanggaran serius terhadap aturan integritas kompetisi. Akibatnya, Inter Moengotapoe dan CD Olimpia didiskualifikasi, sementara Brunswijk dijatuhi larangan terlibat dalam kompetisi CONCACAF selama tiga tahun.

Terlepas dari berbagai kontroversi yang menyertai pemiliknya, Inter Moengotapoe mengawali musim Suriname Major League 2026 dengan hasil yang positif. Kemenangan 5-0 atas PVV membuat mereka belum terkalahkan dalam tiga pertandingan pertama musim ini. Klub yang dijuluki sebagai juara 11 kali itu berupaya keras mempertahankan tren positifnya dalam persaingan liga.