BEIJING – Di tengah upaya boikot di layar kaca, wajah bintang sepak bola Kylian Mbappe ternyata masih menghiasi rak-rak toko kelontong di China. Produk minuman yang menampilkan striker Real Madrid itu terpantau masih dijual bebas kepada publik di berbagai toko, termasuk di distrik Chaoyang, Beijing.
Sebelumnya, brand minuman yang memproduksi produk tersebut telah menghentikan kontrak kerja sama dengan Mbappe menyusul kasus yang viral. Dongpeng, produsen minuman asal China, mengumumkan penghentian kerja sama tersebut. Namun, para penjual di tingkat akar rumput tampaknya belum sepenuhnya menyadari atau peduli dengan isu boikot tersebut.
Seorang penjual minuman bergambar Mbappe, yang enggan disebutkan namanya, mengaku hanya mengetahui berita tersebut secara sepintas dan tidak memahami secara detail. “Saya hanya melihat berita tentang ini secara sepintas, jadi saya tidak tahu persis apa yang dia (Mbappe) katakan,” ujarnya.
Manajer kios lain menyatakan ketidaktahuannya mengenai isu tersebut. “Kami tidak tahu tentang itu,” katanya singkat. Ia menambahkan bahwa urusan tersebut adalah masalah negara dan tidak terlalu relevan dengan kehidupan sehari-harinya sebagai pedagang. “Ini adalah masalah negara. Saya tidak tertarik dengan itu. Yang saya pedulikan adalah apakah saya bisa menghasilkan uang di toko saya hari ini. Urusan nasional ya negara yang menangani. Mereka tidak banyak hubungannya dengan orang biasa seperti kita,” imbuhnya.
Situasi berbeda terlihat di layar kaca televisi nasional China, CCTV. Stasiun televisi tersebut tidak menyiarkan pertandingan Real Madrid akhir pekan lalu sebagai bentuk boikot terhadap Mbappe. Akses informasi mengenai Mbappe di media sosial China juga terbilang sulit. Pengguna internet di China dilaporkan perlu menggunakan VPN untuk mencari informasi terkait Mbappe, yang sebagian besar masih belum diketahui publik.
Seorang pengguna Weibo mengungkapkan kebingungannya, “Apa sebenarnya yang dilakukan Mbappe? Saya tidak dapat menemukan apa-apa tentang itu.” Pengguna lain menimpali, “Carinya di internet di luar firewall China, dan Anda akan menemukannya. Mereka tidak membiarkan Anda melihatnya di internet Cina.”






