Arsenal vs Chelsea: Menantikan Efek Romelu Lukaku

Twitter: @Chelsea

Lukaku diprediksi bakal berimpak pada lini serang Chelsea saat menghadapi pertahanan Arsenal yang ringkih.

Mikel Arteta dalam tekanan. Arsenal tak meraih kemenangan di tujuh laga beruntun Premier League musim 2020/21. Laga berikutnya pun rumit, mereka akan bersua sesama tim London yakni Chelsea.

Susunan pemain diubah oleh Arteta. Emile Smith-Rowe yang belum pernah jadi starter dipercaya oleh Manajer asal Spanyol. Begitu juga Gabriel Martinelli yang dimainkan di sisi kiri penyerangan The Gunners.

Dengan mainnya banyak pemain muda, Arsenal tampil sangat agresif. Pressing tinggi diterapkan hingga membuat Chelsea kesulitan mengembangkan permainan. 'Meriam London' sangat kreatif dan menghasilkan banyak peluang.

Hasil baik pun didapatkan oleh Arsenal. Mereka menang dengan skor 3-1. Setelah laga itu, Arsenal tak kalah di enam laga beruntun Premier League.

Sebaliknya, kekalahan itu malah membuat trend permainan Chelsea menurun. The Blues tak menang di tiga laga beruntun. Hasil tersebut membuat Frank Lampard didepak dari kursi kepelatihan.

Manajemen Chelsea lalu menunjuk Thomas Tuchel menjadi pengganti Lampard. Tuchel memberikan impak positif bagi permainan Chelsea.

Pelatih asal Jerman itu membawa Chelsea menembus empat besar klasemen akhir Premier League. Klub yang bermarkas di Stamford Bridge itu juga menjadi runner up Piala FA. Tersukses tentunya Tuchel bisa membawa Chelsea menjadi juara Liga Champions untuk kedua kalinya.

Minggu (22/8), Arsenal dan Chelsea akan bertemu di gameweek kedua Premier League. The Gunners berada di bawah tekanan usai menderita kekalahan di laga pertama melawan tim promosi Brentford.

Kekalahan tersebut membuat Arteta kembali dalam tekanan. Banyak pendukung Arsenal yang menyerukan eks asisten Pep Guardiola itu untuk mundur dari kursi kepelatihan The Gunners.

Situasi berbeda dialami oleh Chelsea. The Blues baru saja memenangi UEFA Supercup usai menumpaskan Villarreal via adu penalti.

Jorginho dan kolega juga melahap pekan pertama Premier League dengan sempurna. Chelsea berhasil meraih kemenangan 3-0 atas Crystal Palace pada laga yang digelar di Stamford Bridge.

Efek Romelu Lukaku

Melawan Arsenal, Chelsea mendapat suntikan tenaga baru, yakni Romelu Lukaku. Penyerang Belgia itu diprediksi akan tampil memimpin lini serang Chelsea.

Untuk mendampingi Lukaku, Tuchel bisa memainkan Mason Mount dan Timo Werner. Keduanya memiliki tipikal yang berbeda dan bisa memberi warna baru di lini serang Chelsea.

Werner dengan kecepatannya akan bergerak menyisir daerah tepi. Apalagi, lawan yang akan dihadapinya adala Calum Chambers. Bek sayap yang kedodoran oleh kecepatan saat Arsenal bersua Brentford.

Kemampuan Lukaku dalam melindungi dan menjadi tembok juga dapat menguntungkan Werner. Penyerang Jerman itu bisa melakukan kombinasi untuk memecah pertahanan Arsenal.

Sementara, Mason Mount akan lebih masuk ke dalam untuk menginisiasi serangan Chelsea. Mount juga memiliki kemampuan passing yang bisa memanjakan Lukaku. Gelandang berusia 22 tahun itu mencatatkan rata-rata 2,4 umpan kunci di Premier League musim lalu.

Mount dan Werner mungkin akan bergerak lebih ke dalam. Sebab, Chelsea punya wing-back yang agresif dalam diri Marcos Alonso dan Cesar Azpilicueta.

Keduanya akan agresif saat menyerang. Umpan-umpan silang keduanya bisa menjadi makanan empuk untuk Lukaku.

Namun, Chelsea juga harus waspada dengan lini belakangnya yang belum kokoh. Saat melawan Villarreal, lini belakang Chelsea kerap kesulitan menghadapi umpan silang dan tusukan penyerang lawan dari tengah. Gol Gerard Moreno ke gawang Edouard Mendy berasal dari kombinasi di pos tengah pertahanan Chelsea.

Harus Lebih Tajam

Arsenal memiliki segudang masalah. Thomas Partey, Gabriel Magelhaes, Alexandre Lacazette masih harus absen karena masalah kebugaran.

Pierre Emerick Aubameyang juga masih diragukan tampil karena kondisinya yang belum prima. Arsenal memang sudah merampungkan proses transfer Martin Odegaard. Namun, sang pemain belum bisa bermain karena masalah visa.

Tanpa Partey dan Odegaard, Arsenal harus mencari cara untuk bisa membongkar pertahanan Chelsea. Sebab, keduanya tak hanya memiliki passing yang mumpuni, tetapi juga bisa melakukan dribel masuk ke dalam kotak penalti lawan.

Kerja Smith-Rowe dan Bukayo Saka harus lebih maksimal di laga ini. Saka yang baru masuk di babak kedua saat laga melawan Brentford memang memberi warna baru di lini serang Arsenal.

Link up playnya dengan Kieran Tierney di sisi kiri berjalan dengan baik. Apesnya, Arsenal tak klinis di depan gawang. Mereka tak memiliki penyerang tajam yang bisa menuntaskan peluang.


Sudah tumpul di depan, Arsenal juga memiliki lubang di lini belakang. Pablo Mari yang diduetkan dengan Ben White kerap kesulitan menghadapi lawan yang memiliki speed dan kemampuan baik melindungi bola.

Bek asal Spanyol itu terlihat ringkih dan kaku menjaga lini belakang Arsenal. Hal yang sama juga terjadi untuk Chambers yang mengisi pos bek tepi kanan.

Arteta mungkin akan menerapkan pressing tinggi di laga kali ini. Sebab, hal yang sama ia lakukan kala mengalahkan Chelsea era Thomas Tuchel di Stamford Bridge Mei lalu.

Smith Rowe bisa jadi akan ditugaskan untuk mengawal Jorginho agar pemain Italia itu tak leluasa mengalirkan bola. Arteta juga bisa mencoba Gabriel Martinelli sebagai penyerang tengah. Ngototnya Martinelli bisa membantu sistem pressing yang diterapkan Arteta.

Untuk pos lini belakang, Chambers bisa digeser ke tengah untuk berduet dengan Ben White. Keduanya memiliki postur yang baik untuk mengawal Lukaku. Arteta bisa memberikan kepercayaan kepada Nuno Tavares sebagai bek kanan. Kecepatannya bisa membantu menanggulangi garis pertahanan tinggi The Gunners.

Terima kasih telah menjadi pembaca setia The Flanker

Jika kamu menikmati konten dari The Flanker, kini kamu bisa memberikan dukungan dengan mentraktir kami via Trakteer. Dengan sistem traktir minimal Rp20.000, kamu bisa terus mendukung The Flanker menghasilkan konten-konten berkualitas dan tanpa iklan yang mengganggu.