Biarkan Ramsdale Memberi Bukti

Foto: Twitter @Arsenal.

Ramsdale datang dengan penuh cibiran, kini ia terus membuktikan kemampuan untuk merebut posisi sebagai penjaga gawang Arsenal.

Salah satu hal yang membuat David Seaman begitu lama menjadi kiper nomor satu Arsenal bukan hanya kepiawaiannnya dalam melakukan penyelamatan, tetapi juga kehadirannya yang memberikan rasa aman kepada para bek.

Namun, tentu saja rasa aman tersebut lahir karena Seaman tampil relatif konsisten dan sering melakukan penyelamatan bagus. Salah satu penyelamatan yang paling dikenang dari Seaman adalah pada semifinal Piala FA 2002/03. Kala itu, Arsenal bertanding melawan Sheffield United di Old Trafford.

The Gunners menang 1-0 pada pertandingan tersebut, tetapi bisa saja mengakhirinya dengan kebobolan satu gol andai Seaman tidak melakukan penyelamatan itu. Pada satu momen, penggawa Sheffield, Paul Peschisolido, menanduk bola persis di depan gawang. Saat itu, Seaman sudah out of position. Namun, dengan menjatuhkan badan dan merenggangkan tangan, bola berhasil ia halau.

Kehadiran Seaman di bawah mistar gawang juga menjadi salah satu alasan Arsenal sukses merengkuh berbagai macam trofi. Total, ada 12 gelar yang Seaman dapatkan saat berseragam The Gunners. Itu termasuk tiga gelar Premier League pada musim 1991, 1998, dan 2002.

Namun, siapa sangka, Seaman mengawali kariernya di Arsenal dengan cemoohan. Kedatangannya tak benar-benar diinginkan oleh para pendukung Arsenal.

"Saya mulai mendapatkan banyak cemoohan karena para penggemar tidak menginginkan saya. Mereka semua menyanyikan 'Lukic is better than Seaman' dan 'You'll never play for Arsenal'," kenang pria yang terkenal dengan kumisnya itu semasa bermain.

Setelah Seaman pensiun, Arsenal tak lagi memiliki kiper asal Inggris yang mumpuni. Mereka lebih memilih pemain Jerman atau Polandia sebagai pilar di bawah gawang. Sampai akhirnya pada bursa transfer musim panas 2021/22 Arsenal mendatangkan kiper asal Inggris. Namanya adalah Aaron Ramsdale.

Sama seperti Seaman, kedatangan Ramsdale juga dicibir oleh para pendukung 'Meriam London'. Bahkan, Ramsdale mengalami perundungan di media sosial.

Para pendukung Arsenal yang merundungnya menilai bahwa Ramsdale terlalu mahal untuk didatangkan. Lagipula, buat apa Arsenal mengeluarkan dana hampir 30 juta poundsterling untuk kiper yang dua kali gagal membawa timnya bertahan di Premier League.

***

Posisi di bawah mistar memang sudah dipilih Ramsdale sejak kecil. Namun, kiprahnya untuk menjadi kiper profesional tidak dilalui dengan mudah.

Pada usia sekitar 14 tahun, Ramsdale pernah mengalami penolakan. Tubuhnya yang kecil dan tak ideal menjadi kiper membuat Bolton Wanderers melepasnya begitu saja.

"Ada banyak penolakan ketika saya kecil. Salah satunya dilepas begitu saja saat bersama Bolton. Dia mengatakan saya terlalu kecil dan tak bisa menendang," ucap Ramsdale.

Kisah pilu Ramsdale bukan cuma itu saja. Kiper yang lahir di Stoke-on-Trent 23 tahun silam tersebut juga dicap sebagai kiper 'degradasi'.

Pada musim 2019/20, Ramsdale tak bisa membawa Bournemouth bertahan di Premier League. Padahal, dari total 37 kali tampil untuk The Cherries musim itu, Ramsdale melakukan 129 penyelamatan dari 177 upaya ke gawang yang ia terima. Jumlah tersebut membuat Ramsdale jadi kiper ketiga di Premier League dengan penyelamatan terbanyak.

Tentu saja, kinerja lini belakang tidak sepenuhnya bergantung pada kiper. Ada juga barisan bek yang membentuk lini tersebut menjadi sebuah sistem. Namun, banyaknya jumlah penyelamatan yang Ramsdale lakukan menunjukkan bahwa ia mampu tampil bagus meskipun lini belakang yang melindunginya tampil buruk.

Atas alasan itu juga Sheffield United membajak Ramsdale pada musim berikutnya. The Blades membutuhkan kiper anyar untuk menggantikan Dean Henderson yang kembali ke Manchester United.

Sial, Ramsdale seperti mengalami deja vu: Lagi-lagi, ia gagal membantu timnya bertahan di Premier League. Sheffield terjun ke Championship Division usai menempati posisi buncit di akhir klasemen.

Akan tetapi, Ramsdale sebenarnya memiliki catatan yang positif. Presentase penyelamatannya mencapai 70 persen. Ia juga menjadi penjaga kedua di Premier League yang memiliki jumlah saves terbanyak pada musim tersebut. Segala pencapaian pribadinya itu membikin Ramsdale masuk skuad Inggris di Euro 2020.

****

Penampilan Bernd Leno pada awal-awal musim ini menuai kritik. Penjaga gawang asal Jerman itu kemasukan sembilan gol dari tiga pertandingan yang sudah dilalui oleh Arsenal. Memang, tak adil rasanya bila menyalahkan Leno seorang karena, lagi-lagi, kinerja lini pertahanan bukan cuma urusan kiper seorang. 

Akan tetapi, ada beberapa momen kala Leno seharusnya tampil lebih baik untuk menjaga gawangnya dari kebobolan. Lawan Brentford pada pekan perdana Premier League, misalnya. Pada gol kedua Brentford yang dibuat Christian Norgaard, Leno mendapat kritik karena tak melakukan duel udara untuk menghalau bola.

Selain itu, Leno juga tak nyaman memainkan bola dengan kakinya. Kala menghadapi Chelsea, Leno terlihat ragu-ragu untuk memberikan passing pendek kepada bek Arsenal untuk memulai build-up serangan dari bawah.

Kejadian-kejadian tersebut membuat Leno diparkir oleh Mikel Arteta. Pelatih asal Spanyol itu lalu memberikan kepercayaan kepada Ramsdale untuk mengawal gawang The Gunners.

Ramsdale kemudian memegang amanah itu dengan sangat baik: Dua buah catatan nirbobol ia dapatkan sebagai bonus dari kemenangan Arsenal.

Sebagai kiper, Ramsdale memberikan kenyamanan untuk lini belakang Arsenal. Ia berani memotong bola-bola silang lawan. Presentase memotong bola di udaranya mencapai 6,9 persen. Catatan yang lebih baik dari Leno yang cuma 6,7 persen dengan jumlah laga yang sama.

Tak cuma berani berduel dan menghalau bola udara, Ramsdale juga sangat nyaman memainkan bola di kakinya. Momen Ramsdale menggocek Teemu Pukki di laga melawan Norwich menjadi bukti shahih betapa nyamannya dia bersama bola.

Ramsdale juga seorang distributor bola jauh yang sangat baik. Capaian long pass-nya pada dua laga awal berada di angka 44,1 persen. Lagi-lagi angka itu lebih baik dari Leno yang cuma 38,3 persen.

Kelebihan Ramsdale lainnya adalah vokal di lini belakang. Beberapa kali ia teriak dan mengapresiasi rekan-rekannya yang berhasil menepis dan membuang bola. Menyoal refleks, Ramsdale juga sangat bagus.

Saat berhadapan dengan Burnley, Ramsdale memperlihatkan refleks dan kecepatan kakinya dengan sangat baik. Ini bukan perkara menepis bola. Back-pass yang nanggung dari Ben White berhasil dicuri oleh Matej Vydra.

Pemain Burnley itu lalu berduel dengan Ramsdale dan terjatuh. Anthony Taylor selaku wasit langsung memberikan hadiah penalti. Namun, usai meninjau VAR, penalti tersebut batal diberikan.

Dalam video tersebut, bola memang sudah dijauhkan oleh Vydra. Pemain asal Ceko tersebut coba menyangkutkan kakinya ke Ramsdale. Namun, kiper Arsenal itu buru-buru menarik kakinya hingga tak menimbulkan kontak dengan Vydra. Adegan itu yang membuat penalti tak diberikan dan gawang Arsenal aman.

***

Mikel Arteta berulang kali mengatakan ia sedang merestrukturisasi skuad Arsenal saat ini. Eks asisten Pep Guardiola di Manchester City itu mendatangkan pemain yang sesuai dengan sistem permainan yang ingin diterapkannya dan tentunya masih muda. Dan Ramsdale menjadi salah satu bagian dari proyek yang sedang dibangun Arteta.

Terima kasih telah menjadi pembaca setia The Flanker

Jika kamu menikmati konten dari The Flanker, kini kamu bisa memberikan dukungan dengan mentraktir kami via Trakteer. Dengan sistem traktir minimal Rp20.000, kamu bisa terus mendukung The Flanker menghasilkan konten-konten berkualitas dan tanpa iklan yang mengganggu.