Epik Callum Wilson

Selebrasi Callum Wilson. Foto: @callumwilson

Hidup Wilson disesaki kesialan. Namun, kesialan hanya akan membuat Wilson semakin bergairah. 

Hidup Callum Wilson disesaki tragedi. Ada banyak kesialan yang menerjang. Namun ia selalu mempersetankan keadaan dan tak pernah tunduk pada nasib.

Gregor Rioch, mantan guru sepak bola Wilson di akademi Coventry City, mengisahkan bagaimana kemalangan dan kegagalan datang berulang meski usia anak asuhnya belum menyentuh 17 tahun.

"Kisah Wilson berkaitan dengan bagaimana cara mengatasi kemunduran yang berulang," kata Rioch kepada The Athletic.

Tragedi menyesakkan terjadi ketika Wilson berusia 15 tahun. Ketika itu, ia mengalami cedera bahu dan pergelangan kaki. Selain harus menepi, cedera membuat perkembangan Wilson terhambat dan sulit menembus skuat utama Coventry City U-16.

Keraguan klub akan masa depan Wilson bertalu-talu. Tidak ada yang menjanjikan dalam diri Wilson. Jangan jauh-jauh berbicara gol dan assist, menempatkan Wilson di posisi yang tepat pun sulitnya bukan main.

Namun tidak demikian dengan Rioch. Ia melihat Wilson memiliki keistimewaan. Jika kecepatan dan kekuatan Wilson sudah diakui banyak orang, Rioch melihat dari sisi lain. Wilson, katanya, merupakan pemain cerdas.

"Bukan hanya atletis dan kecepatan yang langsung saya lihat, tetapi juga kecerdasan sepak bolanya," ucap Rioch.

Kepercayaan Rioch dibayar tunai oleh Wilson. Selama masa pemulihan, Wilson berlatih lebih keras. Ia mengasah kecepatan dan kekuatan. Tujuannya tentu saja untuk melebihi pemain-pemain, yang kata orang-orang, lebih menjanjikan.

Cerita manis perjalanan Wilson muda tidak pernah tertulis panjang dalam satu bab. Ia memang sempat berlaga bersama tim utama, tetapi setelahnya Coventry City pun meminjamkan Wilson ke klub kasta kelima liga Inggris, Tamworth.

Bukan menit bermain yang Wilson dapatkan selama membela Tamworth, melainkan patah kaki pada pekan ketiga kompetisi. Cedera yang parah membuat Wilson harus jauh-jauh dari lapangan dalam waktu lama.

Rioch tahu betul bahwa sekeras apapun kesulitan menghantam, Wilson akan bangkit dan menjadi lebih kuat dari biasanya. Ketekadan dan kepercayaan diri Wilson, kata Rioch, sangat meletup-letup.

Dua hal itu terekam jelas dari kata-kata yang sering Wilson ucapkan: Saya tahu, saya akan melakukannya.

Ada dua kejadian yang membuat Rioch mengingat betul kata-kata tersebut. Pertama saat Rioch mendoakan Wilson agar segera bermain dengan Timnas Inggris. Kedua ketika Rioch menilai Wilson akan menjadi pemain hebat.

Rioch: Apakah Anda lolos ke skuad utama Coventry City (pada musim 2012/13)?

Wilson: Tidak, tetapi saya sudah berlatih dan memperbaiki diri. Ini akan menjadi tahun besar bagi saya.

Rioch: Dengan sikap itu, kamu pasti akan terus berkembang dan ke puncak karier.

Wilson: Ya, saya tahu, saya akan melakukannya.

"Itu bukan arogansi. Ia anak yang rendah hati dan sederhana.Ia juga sangat percaya diri dengan kemampuannya. Ia tidak akan pernah berhenti berusaha untuk terus berkembang," ucap Rioch.

***

Kepercayaan Coventry City kepada Wilson mulai tumbuh pada akhir musim 2012/13. Atensi orang-orang tertuju pada kecepatan, kekuatan, dan penyelesaian akhirnya. Wilson pun mulai diperhitungkan untuk masuk starting line-up.

Sebelum musim 2012/13 berakhir, Wilson mendapatkan menit bermain yang cukup. Mengacu Transfermarkt, Wilson bermain dalam 11 laga. Meski hanya mengemas 1 gol, performa Wilson dinilai menjanjikan.

Buktinya, Wilson menjadi pilihan utama Coventry City di lini depan pada musim berikutnya. Semua kepercayaan dan kesempatan yang Wilson dapatkan dibayar dengan penampilan apik. Ia mampu menjadi sumber gol.

Rangkuman 21 gol dan 3 assist membuktikan bahwa Wilson adalah striker tajam. Coventry City pun berhasil menjuarai League One dan berlaga di Championship. Bakat dan potensi Wilson mulai terendus klub-klub Championship dan Premier League. Ada dua klub yang menaruh minat, yakni Bournemouth dan Newcastle United.

Wilson mendapat saran ini-itu sebelum memilih Bournemouth sebagai pelabuhan selanjutnya. Salah satu saran yang berkelindan adalah Wilson harus menimbang kans bermain. Tim mana yang akan memberikan kesempatan unjuk gigi lebih baik, itu yang harus dipilih.

Bournemouth saat itu sangat membutuhkan pemain nomor 9 setelah kehilangan Lewis Grabban yang bergabung dengan Norwich City. Situasi pelik Bournemouth dimanfaatkan dengan baik. Kehadiran Wilson akan krusial untuk Bournemouth.  

Orang-orang Bournemouth bertanya: Siapa Wilson? Apa dia hebat? Dan seterusnya. Pertanyaan seperti itu keluar juga dari mulut Marc Pugh yang akan menjadi rekan Wilson di Bournemouth.

"Saya tidak tahu apa yang diharapkan darinya karena saya tidak banyak melihatnya," kata Pugh. "Lalu, ia memperlihatkan kebolehannya merusak pertahanan lawan. Ia cepat, kuat, dan bertenaga."

Sampai pada akhirnya semua mengakui ketajaman Wilson. Di akhir musim, Wilson merangkum 20 gol sekaligus mengantarkan Bournemouth berlaga di Premier League, kompetisi terjanji yang disesaki ekspektasi.

Berlaga di Premier League tentu membahagiakan sekaligus menantang bagi Wilson. Tapi, sebelum ia membuktikan diri, cedera kembali menghambat laju kariernya. Setelah merangkum empat gol pada pekan ketujuh, Wilson mengalami cedera ACL. Cedera itu memaksanya menepi selama enam bulan.

Jika melihat catatan Transfermarkt, Wilson nyaris tidak melewatkan musim tanpa cedera bersama Bournemouth. Tiga bulan setelah sembuh dari ACL, ia juga kembali mengalami ACL di kaki sebelahnya. Selama enam musim memperkuat Bournemouth, Wilson mengalami enam kali cedera dan melewatkan 68 pertandingan.

Meski cukup sering cedera, Wilson tidak pernah mengasihani diri sendiri. Yang terjadi, ia justru semakin termotivasi untuk terus berkembang.

"Cedera adalah bagian tak terpisahkan dari permainan. Dan saya mendapatkan bagian yang adil," kata Wilson kepada FourFourTwo.

"Saya tidak pernah merasa kasihan kepada diri sendiri. Dua cedera ACL hanya sial, dan cedera hamstring adalah konsekuensi dari kecepatan saya. Saat kamu lelah, kamu mungkin akan jatuh. Jadi, ini semua (cedera) hanya tentang bagaimana menjadi kuat," imbuhnya.

Cedera masih menjadi angin ribut dalam karier Wilson bahkan setelah bergabung Newcastle United pada musim 2020/21 dengan mahar 20 juta poundsterling. Transfermarkt mencatat, Wilson mengalami empat kali cedera dan absen dalam 12 laga di musim 2020/21.

Namun, ketika Wilson bermain, ia akan memberikan penampilan terbaik. Ia pun menjadi topskors Newcastle dengan rangkuman 12 gol dan 5 assist. Yang menjadi sisi positif Wilson bukan hanya produktivitas, tetapi juga agresivitas.

Wilson bergerak dengan sangat dinamis. Ia akan turut terlibat dalam fase bertahan dan bergerak hingga tengah lapangan. Selain itu, ia rajin memberikan tekanan kepada bek lawan. Apa yang dilakukannya kerap membuat build-up lawan terganggu.

Merujuk FBref, jumlah pressure Wilson mencapai 335 di musim 2020/21. Jumlah itu memang kalah dari jauh dari Miguel Almiron yang mencatat 506 pressure. Namun, Wilson jumlah persentase pressure suksesnya lebih baik (26,9%, Almiron 22,5%).

Pressure Wilson penting untuk melancarkan serangan balik, apalagi ia punya kemampuan dribel yang mumpuni. Jika berhasil merebut bola, ia akan berlari cepat ke arah gawang lawan.

Musim ini, performa Wilson pun cukup menjanjikan. Meski Newcastle United terseok-seok di zona degradasi, ia sudah mengemas 4 gol. Ia pun masih mendapat tugas dan peran yang sama. Selain menjadi sumber gol, Wilson terus memberikan tekanan kepada lawan. Dengan kecepatan dan kekuatannya, ia tentu bisa menunaikan tugasnya dengan baik.

***

27 Februari mendatang, Wilson akan berusia 30 tahun. Kecepatan dan kekuatannya dinilai akan mengerut. Itu tentu berpengaruh besar kepada performanya.

Peralihan kepemilikan Newcastle United dari Mike Ashley ke konsorsium Arab Saudi pun mendentumkan nada-nada sumbang soal masa depan skuat mereka. Dengan dana melimpah, The Magpies tentu bisa mendatangkan pemain-pemain kelas dunia, termasuk untuk posisi nomor 9 yang selama ini ditempati Wilson.

Sudah banyak rumor Newcastle United akan mendatangkan si ini-si itu. Posisi Wilson pun berpotensi tergeser. Jika ingin mengukuhkan tempatnya, Wilson tentu harus membuktikan diri.

Melihat usia yang sudah tak lagi muda dan kondisi terkini Newcastle United, Wilson patut waspada. Namun..... bukan Wilson kalau ia menyerah pada keadaan. Seperti kata Rioch, kesulitan hanya akan membuat Wilson semakin bergairah.

"Usia 30 tahun bisa menjadi awal dari karier sepak bola, bukan akhir," ucap Wilson. "Jadi, ya, saya percaya bahwa saya bisa lebih baik lagi sebagai seorang striker."

Terima kasih telah menjadi pembaca setia The Flanker

Jika kamu menikmati konten dari The Flanker, kini kamu bisa memberikan dukungan dengan mentraktir kami via Trakteer. Dengan sistem traktir minimal Rp20.000, kamu bisa terus mendukung The Flanker menghasilkan konten-konten berkualitas dan tanpa iklan yang mengganggu.