Jatuh Bangun Victor Osimhen

Foto: Twitter @SSCNapoli.

Osimhen menuai kritik pada musim perdananya bersama Napoli. Perlahan ia menjawab kritik tersebut dengan gol-gol yang mulai rutin ia cetak musim ini.

Nigeria memang dikenal punya tim nasional muda yang sangat kuat. Buktinya terpampang: Sudah lima kali wakil Afrika itu menjadi kampiun Piala Dunia U-17.

Terakhir kali Nigeria menjadi juara Piala Dunia U-17 pada edisi 2015. Dari turnamen tersebut berpendar salah satu pemain yang kemudian mencuat di kompetisi Eropa. Namanya Victor Osimhen.

Dalam turnamen yang digelar di Chile itu, Osimhen keluar sebagai top skorer lewat lesatan 10 gol dalam tujuh penampilan. Salah satu golnya tercipta pada pertandingan puncak kala Nigeria mengalahkan Mali 2-0.

Dari situ Osimhen mulai dilirik banyak klub besar Eropa. Hampir dua tahun setelah turnamen, ia bergabung dengan klub Jerman, VfL Wolfsburg.

***

Osimhen tak memulai langkah menuju kesuksesan dengan mudah. Jalannya sangat terjal dan itu dimulai sewaktu dirinya masih bocah. Sejak kecil, Osimhen sudah ditinggal oleh ibunya. Ia juga harus bekerja menjual air kemasan untuk membantu menopang keuangan keluarga.

Kehidupan keras pada masa kecil itu yang membangun mental Osimhen. Maka, ketika pemain kelahiran 29 Desember 1998 mendapatkan hujan kritik, semuanya berlalu bak debu yang menerpa.

Osimhen datang ke Wolfsburg pada bursa transfer musim dingin 2017. Namun, kedatangan Osimhen ke Jerman memunculkan rasa skeptis dari pendukung Wolfsburg, sekalipun ia datang setelah bersinar di Piala Dunia U-17.

Dengan segera, rasa skeptis para pendukung tersebut terbukti. Osimhen memang kesulitan untuk memperlihatkan tajinya di Jerman. Beberapa kendala seperti cuaca, makanan, hingga bahasa menghalangi adaptasinya. Wajar, Wolfsburg merupakan tim pertamanya di Eropa dan saat itu ia masih berusia 18 tahun.

Namun, jalan Osimhen tak patah. Buat seorang pemuda yang merasakan susahnya hidup bertumpu pada pijakan yang tak ajeg, ini hanyalah sekadar rintangan lain yang kudu ia lalui. Ketika jalan yang ada di depannya tertutup, yang ia perlu lakukan hanyalah melihat ke arah lain dan mencari jalan lain yang masih tersambung dengan tempatnya berpijak.

Toh, ia sudah menguatkan hatinya; ia pergi ke Eropa untuk menjadi seorang pemain sepak bola di kompetisi teratas. Maka, ketika hal tersebut tak ia raih di Wolfsburg, ia mundur sejenak untuk kemudian melangkah lebih jauh di kemudian hari. Akhirnya, ia memutuskan untuk pindah ke RSC Charleroi sebagai pemain pinjaman, yang lantas berdampak apik untuk keberlangsungan kariernya.

Selama satu musim bersama klub Belgia tersebut, Osimhen memperlihatkan kemampuannya. Torehan 20 gol dari 36 penampilan memperlihatkan kualitas Osimhem sebagai penyerang muda berbakat.

Setelah satu anak tangga berhasil ia pijak, target selanjutnya adalah memijak anak tangga berikutnya. Berkat penampilan yang apik bersama Charleroi, Osimhen dibidik oleh Lille. Pada musim 2019/20, Lille yang dilatih Chrstophe Galtier mendapatkan jasa Osimhen dan memberikannya kontrak berdurasi lima tahun.

Kesempatan itu datang kembali: Osimhen kembali bermain di salah satu kompetisi terbaik di Eropa. Ia tak ingin menyia-nyiakannya lagi kali ini. Pada musim perdananya, ia mencetak 18 gol di semua kompetisi. Catatan itu membuatnya menjadi top skorer klub pada musim tersebut.

Dengan pencapaian itu, lumrah kalau beberapa klub dari liga-liga top lain melirik. Tidak terkecuali Napoli. Ketertarikan Partenopei tersebutlah yang membuat kebersamaan Osimhen dengan Lille hanya berlangsung semusim saja.

Ketertarikan Napoli sekalipun Osimhen baru bersinar selama satu musim di Lille cukup valid. Beberapa pemandu bakat dari klub lain juga meyakini bahwa ia masih bisa berkembang, bukan sekadar one-season wonder.

Dua klub Premier League, Liverpool dan Tottenham Hotspur, menjadi klub lain yang juga terpikat pada permainan Osimhen. Sebagai striker, Osimhen punya kemampuan yang cukup komplet. Ia tak hanya bisa menjadi target man, tetapi juga dapat diandalkan ketika timnya melakukan serangan balik cepat.

Dengan atribut seperti itu, wajar kalau Liverpool (yang biasa bermain direct) dan Tottenham (yang senang melakukan serangan balik) membidiknya. Namun, Napoli-lah yang paling menunjukkan keseriusan.

Mereka kemudian rela merogoh kocek dalam-dalam dan mengeluarkan uang senilai 70 juta euro untuk memboyong Osimhen ke selatan Italia. Dengan nilai transfer tersebut, Osimhen menjadi pemain termahal sepanjang sejarah Napoli dan Afrika.

Kendati demikian, tak semuanya cerah dan bergemerlapan buat Osimhen. Musim perdananya tak berjalan mulus. Jumlah golnya cuma 10 dari 30 pertandingan yang ia mainkan. Kritik pun berdatangan kepadanya, terlebih ia bernilai sangat mahal dan tak mampu membawa Napoli melangkah ke Liga Champions.

Osimhen langsung berbenah pada musim berikutnya. Selain membenahi perkara teknis dan mengasahnya pada sesi latihan, ada peran pelatih anyar Napoli, Luciano Spalletti, pada membaiknya performa Osimhen. Seperti yang terlihat pada awal musim 2021/22 ini, Osimhen menjadi pemain yang lebih subur.

Bersama Spalletti, Osimhen mengaku lebih pede musim ini. "Spalletti membantu saya dengan terus memberikan kepercayaan. Saya harap bisa membayarnya dan saya merasa terhormat bisa memiliki pelatih sepertinya," ucap Osimhen.

Ada tujuh gol dari tujuh pertandingan yang sudah dibuat Osimhen sejauh ini di semua kompetisi. Ia juga masuk jajaran top skorer Serie A dengan koleksi empat gol. Cuma terpaut dua gol dari Ciro Immobile yang bertengger di posisi teratas.

***

Bagi Osimhen, tidak ada sosok yang paling patut ia jadikan panutan selain Didier Drogba. Untuk urusan gaya bermain, Osimhen betul-betul mencontoh gaya bermain eks striker Chelsea tersebut.

"Drogba adalah panutan saya, dia mewakili tipe pemain yang saya inginkan. Dia adalah legenda dan saya ingin sekali bisa bermain seperti dia atau bahkan lebih baik dari dia," ucap Osimhen dalam wawancaranya dengan ESPN.

Secara postur, Osimhen memiliki tubuh yang atletis. Oleh karena itu, Osimhen sangat kuat dalam melindungi bola dan menjadi pemantul yang ulung.

Kehadiran Osimhen juga memberikan variasi untuk serangan Napoli. Dengan tubuhnya yang kekar, Osimhen menjadi target long ball para pemain Napoli. Hal ini membuat Napoli tampil lebih direct dan bisa mengeliminasi pressing lawan.

Sejauh ini, Osimhen menjadi target sasaran umpan mencapai 162 kali. Peresentase keberhasilannya mencapai 53,7 persen.

Selain memiliki tubuh yang tinggi nan atletis, Osimhen diberkahi kecepatan laiknya. Ia juga tak jarang melakukan dribel untuk membelah pertahanan lawan. Rerata dribel suksesnya di Serie A mencapai 1,2. Nomor tiga tertinggi di skuad Napoli saat ini.

Namun, Osimhen bukan perkara badan atletis dan kemampuan fisik saja. Ia juga memiliki kecerdasan karena paham ke mana mesti membuka ruang untuk pemain lainnya. Catatan 74 sentuhan di sepertiga akhir pertahanan lawan menjadi bukti dinamisnya pergerakan Osimhen. Ia lebih gemar turun untuk menjadi opsi umpan dan membantu rekan-rekannya menembus barikade pertahanan lawan.

Yang tak kalah spesial dari Osimhen lainnya adalah kemampuan untuk melakukan pressing. Ia tak segan mengejar bek lawan yang sedang menguasai bola dan memaksannya untuk membuat kesalahan.

Musim ini, dilalui Osimhen dengan cukup meyakinkan. Torehan empat gol pada pentas Serie A dibuat dari angka harapan golnya yang cuma 3,2. Ia juga cukup klinis di depan gawang. Dari delapan upaya on target, setengah bisa menghasilkan gol.

Kendati apik, musim masih panjang. Tidak ada pembuktian yang lebih baik bagi Osimhen selain menunjukkan bahwa ia bisa konsisten dari awal sampai akhir musim.

Terima kasih telah menjadi pembaca setia The Flanker

Jika kamu menikmati konten dari The Flanker, kini kamu bisa memberikan dukungan dengan mentraktir kami via Trakteer. Dengan sistem traktir minimal Rp20.000, kamu bisa terus mendukung The Flanker menghasilkan konten-konten berkualitas dan tanpa iklan yang mengganggu.