Melihat Klopp dalam Diri Nat Phillips

Foto: Twitter @LFC

Perkembangan Nat Phillips tidak dipengaruhi perbaikan dalam sektor permainan saja, tapi juga soal sikap. Phillips dipercaya Klopp dan kini dia menjadi pilihan utama di barisan pertahanan Liverpool.

Sebagai manajer, Juergen Klopp memang luar biasa. Salah satu yang terbaik di dunia saat ini. Dia pernah mendapatkan trofi Bundesliga, Premier League, Liga Champions, sampai Piala Dunia Antarklub. Karier kepelatihannya mentereng.

Namun, sebagai pemain, karier Klopp biasa-biasa saja. Dia hanya berkarier di divisi bawah Liga Jerman, di mana dari 15 tahun kariernya itu, 11 tahun di antaranya dihabiskan bersama Mainz 05.

Klopp adalah pemain medioker. Jika ada kelebihan dari dirinya sebagai pemain, itu adalah kemampuan luar biasa dalam memenangi duel udara. Sampai-sampai, Klopp sendiri pernah berkelakar begini: "Saya punya talenta (pemain) divisi empat dan kepala (pemain) divisi satu."

Klopp tak cuma pandai menyundul bola, dia juga punya penempatan posisi yang baik. Pria kelahiran Stuttgart itu pandai membaca permainan. Klopp tahu skill-nya pas-pasan sebagai pesepak bola dan salah satu hal untuk mengatasi itu adalah dengan memperbaiki pehamanan akan taktik. Itu yang membuatnya jago duel udara.

Selain itu, keterbatasan yang dimiliki oleh Klopp juga ditunjang dengan sikap yang baik. Klopp sebagai pemain memiliki komitmen, kerja keras, dan semangat yang membuatnya jadi favorit di Mainz. Bagaimana tidak, saat ada kesempatan untuk bermain di Bundesliga, dia malah memilih bertahan di Mainz dan bermain di divisi bawah.

Soal itu, Klopp berkaca dari pemain favoritnya, Karlheinz Foerster. Foerster yang merupakan legenda Stuttgart itu selalu menyatakan bahwa sikap dan mentalitas adalah nomor satu. Karena itu, buat Klopp, attitude selalu akan lebih menarik ketimbang talent. Dia memegang teguh soal itu dari sebagai pemain hingga jadi manajer.

Dan kebetulan, di timnya saat ini, Liverpool, terdapat satu pemain yang membuat Klopp teringat akan dirinya saat jadi pemain. Sosok itu adalah Nathaniel Phillips.

Foto: @LFC

***

Di awal musim ini, Nat Phillips hanyalah bek tengah (pilihan) keenam Liverpool. Namanya ada di belakang Virgil van Dijk, Joe Gomez, Joel Matip, Rhys Williams, dan Billy Koumetio. Dua nama terakhir bahkan berusia lebih muda darinya.

Itu jadi alasan mengapa pada bursa transfer musim panas lalu, Phillips pengin hengkang dari Liverpool. Dia mau mencari tempat di mana dia bisa bermain secara reguler. Dan kebetulan, saat itu, Swansea yang baru saja ditinggal Joe Rodon ke Tottenham Hotspur melakukan penawaran. Namun, pada akhirnya kesepakatan tak terjalin. Transfer Phillips ke Swansea kolaps.

Setelah batalnya transfer itu, Klopp memanggil Phillips. Sang manajer meminta agar Phillips kembali berlatih seperti biasa di kamp latihan. Klopp juga menggaransi jika suatu saat ada kesempatan, dia akan memberinya buat Phillips.

Pemain kelahiran Bolton itu kemudian berlatih tanpa menunjukkan kekecewaan. Justru Phillips kemudian muncul sebagai salah satu favorit orang-orang di Liverpool. Dia sosok yang tak neko-neko. Phillips selalu mendengarkan apa yang dikatakan staf pelatih dan selalu mengerjakan tugas dengan baik.

Ketika kesempatan hadir karena para bek inti Liverpool mengalami cedera, Klopp menepati janjinya pada Phillips. Pada awalnya dia memang hanya jadi bagian dari rotasi saja--kadang Klopp lebih memilih Rhys Williams. Namun, belakangan, Phillips muncul jadi pilihan utama Klopp.

Sang manajer melihat ada perkembangan pesat dalam diri pemain berusia 24 tahun itu. "Saya tidak bisa lebih bahagia untuk seseorang daripada saya untuk Nat saat ini," begitu kata Klopp selepas pertandingan Liga Champions menghadapi RB Leipzig.

Phillips memang berkembang. Tak hanya semakin baik secara sikap, tapi dia juga menunjukkan peningkatan permainan. Phillips menjelma sebagai 'aerial monster', jagonya duel udara Liverpool. Bola-bola udara seperti menghampiri kepalanya.

Di Premier League musim ini, Phillips mencatatkan 5,6 duel udara sukses per 90 menit. Angka itu, dibanding para bek tengah Premier League yang setidaknya punya delapan penampilan, adalah yang terbaik. Selain itu, rasio duel udara sukses per 90 menit milik Phillips juga menyentuh angka 66,7%. Catatan yang tentu saja bagus.

Baiknya Phillips dalam duel udara ini juga seperti Klopp: dipadukan dengan penempatan posisi yang bagus dan pembacaan permainan yang baik. Phillips tahu kapan harus melompat untuk memenangkan bola yang ada di atas kepalanya.

Selain itu, dia juga mulai menunjukkan ketenangan. Tau kapan harus bermain lebih kalem, tau kapan harus bertindak agresif. Phillips tahu dirinya tak dianugerahi kecepatan seperti Virgil van Dijk atau Joe Gomez. Karena itu, dia harus tahu waktu. Salah mengambil keputusan, maka dirinya akan dihukum oleh kecepatan pemain lawan.

Ditambah lagi, Phillips juga merupakan bek yang langsung memilih aksi defensif ketika berduel dengan lawan. Dia tak suka menunggu dan lebih memilih langsung melakukan tekel atau sapuan. Karenanya, itu membutuhkan ketenangan dan pengambilan keputusan yang baik.

Secara statistik, Phillips memang cuma mencatatkan 0,8 tekel sukses dan 1 kali dilewati lawan per 90 menit. Namun, pemain yang pernah dipinjamkan ke Stuttgart itu punya 4,3 sapuan dan 1,4 intersep per 90 menit. Tentu saja tak buruk. Selain itu, rasio pressing sukses per 90 menit miliknya juga hampir mencapai angka 40%.

Melihat penampilannya yang kian matang, catatan-catatan itu sepertinya bisa terus diperbaiki Phillips. Terlebih, dirinya juga mulai kelihatan nyaman dengan bola. Phillips memang tak sebaik bek tengah Liverpool lainnya saat melakukan distribusi bola, tapi dia mulai menunjukkan perbaikan pada sektor tersebut.

Phillips punya presentase 86% umpan sukses per 90 menit. Dan kalau mau dibedah lagi, catatan presentase umpan pendek suksesnya sudah menyentuh angka 91%. Dia hanya perlu memperbaiki rasio umpan lambung sukses yang masih ada di angka 67%.

Anak dari mantan pemain Bolton Wanderers, Jimmy, ini sepertinya sudah jadi pilihan pertama Klopp hingga akhir musim nanti. Ini menengok dari tiga laga Liverpool terakhir di mana Phillips selalu jadi starter, termasuk dalam laga Liga Champions melawan RB Leipzig.

Dan kalau Van Dijk, Gomez, atau Matip sudah kembali dari cedera pun, Phillips akan jadi pelapis yang baik. Pengalamannya bertambah, permainannya berkembang seiring dengan kesempatan yang hadir untuknya musim ini. Terlebih jika penampilannya di Liga Champions juga sama baiknya.

Kontraknya di Liverpool tersisa dua tahun lagi dan, kalau ternyata nanti tidak diperpanjang, rasanya Phillips sudah membuktikan bahwa sekarang levelnya sudah bukan lagi Championship atau 2. Bundesliga. Berkat perkembangannya, pemain yang dijuluki 'Bolton Baresi' itu layak mendapat panggung yang lebih besar.

***

Dalam diri Nat Phillips, Klopp melihat dirinya di masa lalu. Melihat sosok dengan talenta pas-pasan, tapi punya sikap dan semangat yang bagus. Bahwa sang pemain mau belajar untuk menjadi lebih baik lagi. Bahwa dia siap menuntaskan semua tugas yang diberi Klopp dengan ponten bagus.

Klopp melihat pemain dengan talenta divisi bawah dengan kepala divisi utama. Phillips, sebelum mendapat tempat di Liverpool musim ini, juga bermain di divisi kedua Bundesliga. Selain itu, sama seperti Klopp, dia juga tak mendapat tempat di tim utama klub idamannya. Klopp ditolak Eintracht Frankfurt, Phillips tak mendapat kontrak dari Bolton.

Namun, jika nama Klopp melesat baru ketika dia jadi manajer, Phillips rasanya akan meroket ketika masih jadi pemain. Tentu saja itu bisa dilakukan juga lewat bantuan Klopp.

===

*sumber statistik: WhoScored, Fbref

Terima kasih telah menjadi pembaca setia The Flanker

Jika kamu menikmati konten dari The Flanker, kini kamu bisa memberikan dukungan dengan mentraktir kami via Trakteer. Dengan sistem traktir minimal Rp20.000, kamu bisa terus mendukung The Flanker menghasilkan konten-konten berkualitas dan tanpa iklan yang mengganggu.