Mencari Rumah Baru untuk Harry Kane

Foto: Twitter @SpursOfficial

Spurs boleh menjadi tempat yang indah untuk Harry Kane, tetapi tetap tidak cukup kalau tak ada trofi bergengsi yang diraih.

Bagi pendukung Arsenal, Robin van Persie mungkin tidak akan pernah terlupakan. Pria asal Belanda itu mampu memberikan kesan yang positif maupun negatif kepada Gooners.

Van Persie disebut-sebut sebagai titisan Dennis Bergkamp saat tiba di Highbury pada Juli 2004. Tak cuma sama-sama dari Belanda, Van Persie juga memiliki ciri main yang serupa dengan seniornya itu.

Van Persie memiliki umpan-umpan akurat yang bisa menyokong rekan-rekannya di lini serang. Pria kelahiran Rotterdam itu juga memiliki penyelesaian akhir yang mumpuni untuk bisa membantu timnya menghasilkan angka.

Cedera sempat menghambat karier Van Persie di Arsenal. Namun, usai sembuh, ia mencapai puncak performa dan menjadi senjata utama Arsenal dalam merengkuh poin.

Kontribusi Van Persie bagi Arsenal sangat masif. Usai Cesc Fabregas memutuskan hijrah ke Barcelona pada 2011/12, Van Persie didaulat sebagai kapten The Gunners.

Musim perdananya sebagai kapten, Van Persie langsung memberikan kesan yang baik. Pemain berkaki kidal itu menjadi pencetak gol terbanyak Premier League dengan torehan 30 gol. Persie juga sukses menyabet gelar PFA Player of the Year pada musim yang sama.

Musim setelahnya, jumlah gol Van Persie juga masih banyak. Pada pentas Premier League, Van Persie menyumbang 26 gol untuk 'Meriam London'.

Sayangnya, Van Persie cuma bergelimang gelar individu selama berlaga delapan musim di London Utara. Trofi bersama Arsenal cuma ia raih pada Community Shield 2004 dan Piala FA 2004/05.

Oleh karena itu, saat kontraknya akan habis, Van Persie mulai berpikir untuk hijrah. Bukannya tak cinta, Van Persie pindah karena memang ingin meraih gelar juara.

Dipilihlah Manchester United sebagai destinasi selanjutnya. Lagi pula, United memang memerlukan Van Persie guna menambah ketajaman di lini serang saat itu.

"Ketika saya melihat tim dengan Ryan Giggs, Michael Carrick, Paul Scholes, Nemanja Vidic, dan Rio Ferdinand mereka semua adalah pemenang, mereka memenangi semua gelar," kata Robin van Persie.

"Saya merasa 'ah, saya ingin menjadi bagian dari mereka'. Saya berada dalam periode kehidupan ketika saya merasa seperti seorang juara, tetapi pada kenyataannya tidak meraih gelar juara. Saya harus pergi ke tim yang tahu cara menjadi juara," kata Robin Van Persie dilansir Daily Mirror.

Keputusan Van Persie terbukti jitu. Musim perdananya, ia sudah memberikan gelar Premier League yang ke-20 untuk United. Ia juga sukses merengkuh gelar top skorer pada musim tersebut dengan capaian 26 gol.



Kisah Van Persie hampir sama dengan penyerang Tottenham Hotspur, Harry Kane. Semua pasti tahu kontribusi besar sudah diberikan Kapten Timnas Inggris itu kepada The Lilywhites.

Kane mampu menciptakan 25 gol sepanjang musim 2015/16. Catatan itu membuatnya merebut gelar pencetak gol terbanyak Premier League. Raihan tersebut dipertahankan Kane di musim setelahnya. Bahkan, jumlah gol Kane naik menjadi 29.

Masalahnya serupa. Kane cuma sanggup merengkuh gelar individu bersama Spurs. 

Sebenarnya Kane dua kali hampir memberikan gelar untuk Spurs. Pertama, Kane mampu membawa The Lilywhites mencapai final Liga Champions 2018/19. Sayangnya di partai puncak Kane takluk 0-2 dari Liverpool.

Yang kedua baru terjadi pekan lalu. Kane dan Spurs berhasil melaju ke final Carabao Cup. Lagi-lagi Kane cuma hampir meraih gelar bersama Spurs. Pada pertandingan yang digelar di Wembley Stadium itu, Spurs tumbang 0-1 di hadapan Manchester City.

Dua kali hampir meraih gelar membuat Kane gerah. Pemain asli London itu ingin segera pindah.

"Tujuan saat ini sebagai pemain, saya ingin memenangi trofi bersama tim. Saya ingin meraih trofi yang besar, kami tidak cukup bisa melakukan itu. Sangat pahit, tetapi itulah keadaanya," tutur Kane dilansir Sky Sports.

Kode untuk pindah semakin keras karena Spurs saat ini masih berjuang untuk bisa masuk Zona Liga Champions. Kane diperkirakan akan hijrah andai Spurs tak mampu masuk ke Liga Champions di musim depan.

Spekulasi kepindahan itu membuat nama Kane disandingkan dengan beberapa klub besar. Kami akan sajikan klub mana saja yang cocok untuk Kane.

1. Manchester City (Peluang 50 Persen)

Man City punya kans besar untuk bisa mendapatkan Kane. Selain fulus yang melimpah, City memang tengah mencari penyerang tengah untuk mengganti Sergio Aguero yang akan pindah musim panas mendatang.

Kalau jadi pindah, Kane bakal dimanjakan oleh lini tengah City. Kita semua tahu bagaimana kualitas Kevin De Bruyne, Riyad Mahrez, atau Ilkay Guendogan dalam memberikan umpan.

Kane juga sepertinya tak sulit untuk beradaptasi di lini depan. Sebab, ia akan dibantu oleh Raheem Sterling, kawannya di Timnas Inggris. Kombinasi keduanya di lini serang tentu bakal menjanjikan bagi City.

Masalah gelar, Kane juga tak perlu khawatir. Bersama Pep Guardiola, City masih akan menjadi jagoan meraih titel Premier League, bahkan Liga Champions.

2. Manchester United (20 Persen)

United memang memiliki peluang untuk mendapatkan Kane. Namun, urgensi United untuk memiliki eks pemain Norwich City itu memang tak tinggi.

Saat ini, United masih memiliki penyerang berpengalaman dalam diri Edinson Cavani. Kabarnya, mereka juga siap untuk menambah durasi kontrak Cavani di Old Trafford.

Kalau kesepakatan untuk memperpanjang kontrak Cavani tak tercapai, bisa jadi Kane jadi opsi Setan Merah. Sama seperti City, United memiliki kans yang besar untuk merengkuh trofi Premier League atau, minimal, Carabao Cup pada musim depan.

3. Real Madrid (20 Persen)

Madrid menjadi tim di luar Inggris yang kerap dirumorkan akan menggaet Kane. Usia Karim Benzema yang sudah uzur membuat Kane dirasa sebagai tokoh yang tepat untuk menggantikannya.

Los Blancos juga menjadi destinasi yang tepat kalau Kane mau menjadi juara. Sampai saat ini, Madrid masih menjadi raksasa di Spanyol maupun Eropa.

Akan tetapi, Kane juga mesti waspada. Sebab, tak semua pemain Inggris cocok bermain di Real Madrid. 

Michael Owen, misalnya, bermain di Madrid cuma satu musim. Setelah itu, Owen kembali ke Inggris dan lebih banyak bergabung dengan tim gurem, seperti Newcastle United dan Stoke City.

4. Bertahan di Spurs (10 Persen)

Meski kecil, kemungkinan Kane untuk bertahan di Spurs tetap ada. Terlebih, kalau Spurs bisa memastikan satu tempat di Liga Champions musim depan.

Daniel Levy, Chairman Spurs, bisa-bisa saja memberi janji-janji manis agar Kane bertahan. Ia juga bisa menghadirkan pelatih yang baik untuk mengangkat peforma dari klub asal London Utara itu. Namun, kalau musim depan Spurs tak kunjung mendapat trofi, bukan tak mungkin Kane akan angkat kaki.

***

Spurs boleh jadi tempat terindah bagi Kane. Di sana Kane mendapat ruang dan menit bermain yang banyak sehingga ia bisa menjadi penyerang top seperti saat ini.

Akan tetapi, Kane tak datang ke Spurs untuk menikmati keindahan. Ia ada di sana untuk mengangkat trofi dan merengkuh gelar juara.

Terima kasih telah menjadi pembaca setia The Flanker

Jika kamu menikmati konten dari The Flanker, kini kamu bisa memberikan dukungan dengan mentraktir kami via Trakteer. Dengan sistem traktir minimal Rp20.000, kamu bisa terus mendukung The Flanker menghasilkan konten-konten berkualitas dan tanpa iklan yang mengganggu.