Napoli, Rumah yang Nyaman untuk Dries Mertens

Foto: Twitter @Dries_Mertens14.

Kehadiran Dries Mertens berarti dua hal: Penambah kreativitas dan daya gedor lini serang Napoli. Partenopei memang sudah seperti rumah kedua untuk pemain asal Belgia tersebut.

Ketika Napoli menunjuk Rafael Benitez sebagai pelatih pada awal musim 2013/14, mereka berusaha mewujudkan mimpi. Manajemen Napoli ingin klubnya tak cuma berjaya di pentas lokal, melainkan juga di Eropa.

Oleh karena itu, Benitez diberi dana segar (dan lumayan melimpah) untuk memugar skuad Napoli. Sejumlah pemain, semisal Jose Callejon, Gonzalo Higuain, hingga Dries Mertens, langsung ia gaet. Higuain menjadi yang paling mahal dengan nilai mencapai 37 juta euro.

Meski begitu, bukan Higuain yang pada akhirnya identik dengan Napoli, melainkan Mertens. Malah, Dries Mertens sudah mendapatkan tempat di hati pendukung Napoli.

Mertens datang dari PSV Eindhoven dengan mahar 10 juta euro. Kala itu, dia menjadi pembelian pertama Benitez di Napoli. Angka tersebut cukup murah bila melihat kontribusi Mertens untuk PSV sebelumnya.

Pemain asal Belgia itu sanggup menghadirkan 45 gol dan 43 assist dalam 88 penampilannya bersama Rood-witten. Mertens juga mampu memberikan gelar Eredivisie dan Piala KNVB untuk klub yang bermarkas di Phillips Stadium tersebut.

Pada musim perdananya di Napoli, Mertens langsung memberikan kontribusi positif. Jumlah golnya pada pentas Serie A menjadi yang tertinggi ketiga di Napoli. Catatannya cuma kalah dari Gonzalo Higuain dan Jose Callejon.

Mertens tak cuma cermat membuat gol. Pemain yang lahir di Leuven, Belgia, itu juga cukup piawai mendulang assist pada musim perdananya. Ia membuat delapan assist, hanya kalah dari Lorenzo Insigne yang menciptakan 10 assist.

Pada musim perdananya juga, Mertens langsung menghadirkan gelar untuk klub yang bermarkas di San Paolo itu. Napoli berhasil menjuarai Coppa Italia usai mengalahkan Fiorentina dengan skor 3-1. Mertens yang bermain sejak menit ke-63 turut menyumbangkan gol pada laga yang digelar di Olimpico Roma itu.

Meski begitu, layaknya jalan hidup, tak selamanya roda berada di atas. Satu musim yang cemerlang kemudian berganti menjadi musim yang redup. Pada musim keduanya, Mertens kalah bersaing dengan Lorenzo Insigne dan Callejon yang lebih diutamakan menemani Higuain di lini depan.

Namun, Mertens emoh mengeluh. Alih-alih begitu, ia memilih untuk menunduk dan bekerja keras seperti biasanya. Tak ada niatan untuk pindah dari Naples.

Kesabaran Mertens akhirnya berbuah pada musim 2016/17. Kepergian Higuain ke Juventus menjadi anugrah tersendiri untuk Mertens.

Napoli memang mengganti Higuain dengan Arkadiusz Milik--plus masih ada Manolo Gabbiadini yang sudah bergabung sejak 2014/15. Akan tetapi, kedua pemain itu lebih banyak masuk ruang perawatan ketimbang merumput di atas lapangan.

Selayaknya pemain yang tak perlu banyak berbicara dan lebih memilih membuktikan diri di atas lapangan, Mertens membuktikan dirinya layak untuk diandalkan. Sementara Milik dan Gabbiadini berkutat dengan masalah kebugaran, Mertens selalu berada dalam posisi siap tampil.

Dari 38 pertandingan Serie A musim itu, Mertens tampil pada 35 di antaranya. Dari puluhan kesempatan itu, ia mencetak 28 gol. Catatan tersebut menjadi torehan tersuburnya sampai saat ini.

Maurizio Sarri berperan penting dengan moncernya penampilan Mertens pada musim itu. Eks pelatih Empoli tersebut mengubah posisi Mertens dari seorang winger menjadi penyerang tengah.

Ketajamannya di depan gawang lawan membuat Mertens tak kesulitan tampil sebagai seorang penyerang tengah. Selain mencetak 28 gol, Mertens juga menyumbang 10 assist. Kalau ditotal, ia membuat 34 gol dan 12 assist untuk Napoli di lintas ajang.

Catatan yang gemilang itu membuat Mertens masuk ke dalam Serie A Team of The Year 2016/17. Mertens, Marek Hamsik, dan Kalidou Koulibaly menjadi nama-nama pemain yang mewakili Napoli.

Sejak saat itu, Mertens mulai dipercaya bermain di posisi penyerang tengah. Raihan golnya pun menunjukkan bahwa ia mampu bermain di posisi itu. Per musimnya, ia rata-rata mencetak 15 gol di semua kompetisi.

Bagi para pendukung Napoli, mendatangkan Mertens bak menghadirkan Diego Maradona baru meski gaya main, karisma, dan arketipe keduanya jelas berbeda. Posturnya yang tak terlalu tinggi, kemampuan ciamiknya untuk membuat gol dan assist mengingatkan para tifosi Napoli dengan Maradona.

Mertens pun dipanggil dengan julukan El Dries. Sama seperti halnya Maradona yang kerap disapa El Diego. Meski begitu, Mertens enggan disamakan dengan pemain asal Argentina tersebut. Menurutnya, apa yang sudah diberikan Maradona untuk Napoli sangatlah luar biasa.

"Saya benci ketika orang-orang membandingkan saya dengan Maradona. Hal itu karena Maradona sudah melakukan sesuatu yang spesial di sini," ucap Mertens.

Sanjungan pendukung Napoli memang begitu tinggi kepada Mertens. Sebab, Mertens mampu melampaui torehan gol Maradona dan menjadi pencetak gol terbanyak Napoli sepanjang masa. Sampai sekarang, Mertens sudah mengemas 130 gol untuk Napoli. Unggul 15 gol atas Maradona yang berada di tempat ketiga.

***

Di bawah arahan Gennaro Gattuso musim ini, Mertens tak lagi tampil sebagai penyerang tengah. Posisi pemain bernomor punggung 14 itu lebih ke dalam, berada di belakang penyerang dalam pola 4-2-3-1.

Kendati berubah lagi posisinya, Mertens tak alpa memberikan kontribusi. Sejauh ini, Mertens menjadi penyumbang assist paling banyak untuk Napoli dengan torehan enam. Rata-rata key passes Mertens juga paling tinggi dengan angka 1,8 per laganya.

Menariknya, expected assist (xA) Mertens bukan yang paling tinggi di Napoli. Pemain berusia 33 tahun itu memiliki expected assist sebesar 2,81. Ia kalah dari Lorenzo Insigne yang mengemas 4,30 xA.

Kendati demikian, Mertens juga tak absen membuat gol. Sejauh ini, Mertens sudah menghasilkan empat gol untuk Napoli di ajang Serie A.

Kehadiran Andrea Petagna dan Victor Osimhen yang menjadi target man Napoli memudahkan Mertens memberikan umpan. Ya, para bomber yang dimainkan Napoli itu bisa memancing pertahanan lawan untuk keluar dari posnya.

Foto: Twitter @Napoli_Vnzla.

Hal tersebut membuat dua winger Napoli mampu masuk untuk mengisi ruang-ruang tersebut. Di sinilah umpan-umpan terobosan Mertens berguna untuk kedua winger yang biasa diturunkan oleh Gattuso.

Hirving Lozano dan Insigne yang biasa main di tepi menjadi pendulang gol terbanyak Napoli lewat sembilan gol. Di tempat ketiga ada Matteo Politano yang bisa mencatatkan enam gol di pentas Serie A.

Sialnya, kiprah Mertens musim ini acap terganggu cedera. Tercatat, ada delapan laga yang harus dilewati Mertens karena mengalami cedera engkel.

Tanpa Mertens, Napoli kesulitan untuk merengkuh kemenangan. Partenopei cuma meraih tiga kemenangan dari tujuh laga tanpa kehadiran Mertens. Ini menjadi bukti pentingnya sosok yang sudah menjalani musim kedelapannya dengan Napoli tersebut.

Kehadiran Mertens berarti dua hal: Penambah kreativitas dan daya gedor lini serang Napoli. Sebagai orang yang sudah menjadikan Napoli sebagai rumah keduanya, tentu saja catatan tersebut bukan hal yang mengherankan.

Terima kasih telah menjadi pembaca setia The Flanker

Jika kamu menikmati konten dari The Flanker, kini kamu bisa memberikan dukungan dengan mentraktir kami via Trakteer. Dengan sistem traktir minimal Rp20.000, kamu bisa terus mendukung The Flanker menghasilkan konten-konten berkualitas dan tanpa iklan yang mengganggu.