Daftar The Flanker Academy

Dengan mendaftar Rp500.000, kamu akan mendapatkan kelas-kelas seputar konten sepak bola yang dibagikan langsung oleh para pakarnya. Mulai dari bahasa dalam kepenulisan bersama Dea Anugrah, scriptwriting dengan Rossi Finza Noor, penulisan opini oleh Ilham Zada, analisis taktik bersama Ruang Taktik, riset dalam sepak bola dengan Dex Glenniza, hingga personal branding bersama Coach Justin.

Sign up now

Panduan Grup E Euro 2020

Ilustrasi: Arif Utama

Para matador Spanyol berusaha meraih kembali kejayaannya di Eropa. Namun, mereka mesti lebih dulu mengalahkan serdadu terbaik Swedia, Polandia, dan Slovakia.

Sudah tiga turnamen dilalui Spanyol dengan hasil buruk. Mereka cuma melangkah sampai babak 16 besar di gelaran Piala Dunia dan Piala Eropa terakhir. Piala Dunia 2014 lebih sergut lagi karena Spanyol tumbang di fase grup.

Kabar baiknya, Spanyol bakal sedikit diuntungkan di Piala Eropa kali ini, setidaknya di babak penyisihan. Ketiga duel mereka bakal digelar di Estadio La Cartuja, Seville. Sementara tiga pertandingan sisanya dihelat di Krestovsky Stadium, Saint Petersburg, Rusia. Secara matematis, Spanyol lebih diunggulkan karena mendapat keuntungan geografis, tidak seperti Swedia, Polandia, dan Slovakia.

Pertanyannya, mampukah Spanyol lolos sebagai juara grup? Atau malah kesulitan dan gugur duluan seperti yang sudah-sudah?  

Spanyol

Ada banyak faktor yang membuat Spanyol layak menjadi unggulan pertama di grup ini. Pertama, tentu saja, kualitas pemain. Total 24 personel mereka seluruhnya mentas di lima liga top Eropa. Belum lagi soal rekam jejak. Jangan lupa bahwa Spanyol merupakan tim tersukses di Piala Eropa dengan tiga gelar--setara dengan Jerman.

Laju Spanyol di babak kualifikasi juga impresif: Delapan kemenangan serta dua kali imbang dalam 10 pertandingan. Pun demikian soal gol, La Furia Roja berhasil mengumpulkan 31 gol dan cuma kemasukan 5 kali.

Yang menarik, Spanyol-nya Luis Enrique ini tergolong berani dalam mereformasi skuat. Eks pelatih AS Roma tersebut beralih ke pemain-pemain muda dan menanggalkan para personel senior. Sergio Ramos ia sisihkan sementara Gerrard Pique pensiun, padahal dua bek ini adalah komponen kesuksesan Spanyol di Piala Dunia 2010 serta Piala Eropa 2012.

Foto: Sefutbol

Apakah ketiadaan Ramos dan Pique bikin pertahanan Spanyol rapuh? Enggak juga. Enrique masih punya Cesar Azpilicueta, kapten Chelsea yang baru saja mengangkat trofi Liga Champions, kemudian Pau Torres, primadona anyar La Liga. Bek 24 tahun ini juga sukses mengantar Villarreal menjadi kampiun Liga Europa.

Aymeric Laporte menjadi amunisi teranyar setelah Mei lalu resmi menjadi warga negara Spanyol. Ini jelas menjadi angin segar buat Enrique mengingat Laporte merupakan salah satu ball-playing defender terbaik di Eropa.

Hampir pasti Enrique bakal mengaplikasi pakem dasar 4-3-3 atau 4-1-4-1 di EURO ini, tergantung kebutuhan. Pada dasarnya, ia akan menurunkan satu gelandang bertahan (Sergio Busquets atau Rodri) untuk menyeimbangkan daya kreatif lini tengah. Ada 11 pemain yang bisa mengisi empat pos gelandang, termasuk Mikel Oyarzabal, Ferran Torres, dan Gerrard Moreno.

Nama yang disebut belakangan lagi bagus-bagusnya karena berhasil mengukir 30 gol dan 10 assist di La Liga dan Liga Europa. Nilai plusnya, Moreno bisa bermain sebagai pemain sayap dan juga striker. So, bukan cuma Alvaro Morata doang yang jadi tumpuan lini depan Spanyol nanti.

Tentu kita tak bisa melewatkan Torres begitu saja. Kompetensinya sebagai pemain serbabisa sampai diakui Pep Guardiola, kok. Soal ketajaman, jangan ditanya. Total 13 gol dibuat Torres untuk Manchester City di semua kompetisi. Belum lagi dengan sepasang golnya dari 3 laga babak kualifikasi Piala Dunia pada Maret silam.

Skuad Spanyol

Pelatih: Luis Enrique

Penjaga gawang: David de Gea (Manchester United), Unai Simon (Athletic Bilbao), Robert Sanchez (Brighton & Hove Albion)

Pemain bertahan: Jose Gaya (Valencia), Jordi Alba (Barcelona), Pau Torres (Villarreal), Aymeric Laporte (Manchester City), Eric García (Manchester City), Diego Llorente (Leeds United), Cesar Azpilicueta (Chelsea)

Pemain tengah: Thiago Alcantara (Liverpool), Sergio Busquets (Barcelona), Koke (Atletico Madrid), Marcos Llorente (Atletico Madrid),Dani Olmo (RB Leipzig), Rodri (Manchester City), Fabian Ruiz (Napoli), Pablo Sarabia (Paris), Ferran Torres (Manchester City), Adama Traoré (Wolves)

Pemain depan: Alvaro Morata (Juventus), Gerard Moreno (Villarreal), Mikel Oyarzabal (Real Sociedad), Pedri (Barcelona)


Swedia

Swedia ke Piala Eropa tanpa dewa. Ya, tak ada Zlatan Ibrahimovic dalam skuat Janne Andersson. Sebenarnya, sih, striker 39 tahun itu sempat comeback usai pensiun dari timnas pada 2016. Sayang, ia didera cedera lutut dan mesti absen dalam gelaran empat tahunan ini.

Ketiadaan Ibrahimovic tak lantas membuat Swedia layak dipandang sebelah mata. Nyatanya mereka berhasil menembus perempat final Piala Dunia 2018 tanpa topskorer sepanjang masanya itu.


Swedia meraih tiket Piala Eropa secara otomatis tanpa play-off. Mereka finis sebagai runner-up grup F di bawah Spanyol. Betul, calon lawan mereka di fase grup sekarang.

Ini bisa jadi plus-minus. Spanyol kemungkinan sudah menghapal skema main Swedia. Pun sebaliknya, Andreas Granqvist cs. berpotensi untuk meredam taktik Enrique. Faktanya Swedia sendiri mengalami eskalasi performa di babak kualifikasi. Mereka sukses menahan seri Spanyol 1-1 di leg kedua setelah keok 0-3 di pertemuan pertama.

Overall, Swedia cuma kalah sekali dari 10 pertandingan. Produktivitas Blågult juga tak jelek karena rata-rata mencetak 2,3 gol per laga. FYI, jumlah ini membawa mereka masuk 10 besar tim terproduktif di kualifikasi. Adalah

Robin Quaison, Viktor Claesson, dan Alexander Isak yang jadi penghasil gol terbanyak Swedia di fase kualifikasi.Bisa dibilang Isak yang paling berpotensi buat mencuri atensi. Pemain 21 tahun ini menjadi topskorer Real Sociedad lewat 17 golnya di La Liga.

Andersson bisa memasrahkan lini kedua kepada Emil Forsberg. Gelandang Leipzig ini cukup tajam selain juga cakap dalam memproduksi peluang. Toleh saja 9 gol dan 6 assist yang dia buat selama musim 2020/21.

Sebenarnya masih ada Dejan Kulusevski yang biasa mengisi pos tepi kanan dalam wadah 4-4-2. Namun apes, personel Juventus itu positif COVID-19 dan bakal absen di laga pembuka versus Spanyol. Ada kemungkinan Andersson kembali memasang Claesson atau bisa saja mengandalkan gelandang gaek macam Sebastian Larsson.

Departemen belakang, nih, yang rada ngeri. Dua personel tetap mereka, Andreas Granqvist dan Carl Lustig, sudah berusia lebih dari 34 tahun. 

Praktis cuma Victor Lindeloef yang bakal menjadi pentolan di area defensif meski sebenarnya Andersson masih memiliki Filip Helander buat ngepos sebagai bek sentral. Soal performa, bek berpostur 192 cm itu tak buruk-buruk amat. Dia 15 nirbobol dari 20 penampilan di Liga Primer Skotlandia.

Skuad Swedia

Pelatih: Janne Andersson

Penjaga gawang: Karl-Johan Johnsson (København), Kristoffer Nordfeldt (Gençlerbirliği), Robin Olsen (Everton)

Pemain bertahan: Ludwig Augustinsson (Werder Bremen), Pierre Bengtsson (Vejle), Marcus Danielson (Dalian Yifang), Andreas Granqvist (Helsingborg), Filip Helander (Rangers),Pontus

Jansson (Brentford), Emil Krafth (Newcastle United), Victor Lindeloef (Manchester United), Mikael Lustig (AIK)

Pemain tengah: Jens-Lys Cajuste (Midtjylland), Viktor Claesson (Krasnodar), Albin Ekdal (Sampdoria), Emil Forsberg (Leipzig), Dejan Kulusevski (Juventus), Sebastian Larsson (AIK), Kristoffer Olsson (Krasnodar), Robin Quaison (Mainz), Ken Sema (Watford), Mattias Svanberg (Bologna), Gustav Svensson (Guangzhou)

Pemain depan: Marcus Berg (Krasnodar), Alexander Isak (Real Sociedad), Jordan Larsson (Spartak Moskva)


Polandia
Polandia, ya, Robert Lewandowski. Takrif ini bukan dibuat-buat. Toh, Lewandowski memang Polish spesial, bahkan yang terbaik sepanjang sejarah. Di musim ini saja Lewandowski sukses memecahkan rekor jumlah gol semusim striker legendaris Bayern Muenchen, Gerd Mueller. Torehan 41 golnya itu juga membawanya meraih Sepatu Emas Eropa.

Namun, Polandia jelas tak sama dengan Bayern. Tidak ada penyaji peluang ulung macam Thomas Mueller, Joshua Kimmich, Leroy Sane, atau Kingsley Coman di sana. So, jangan heran kalau rerata gol per laga Lewandowski bersama Polandia tak sebanyak di Bayern.

Paulo Sousa tahu betul soal itu. Makanya ia memutuskan buat menanggalkan serangan balik, yang lekat dengan permainan Polandia, dan beralih ke penguasaan bola. Dengan begitu, timnya bakal lebih dominan dan punya kesempatan lebih untuk menyusun serangan.


Sousa relatif intens mengaplikasi pakem dasar 4-4-2. Pelatih asal Portugal itu bahkan sempat dua kali mengusung pakem 3 bek di kualifikasi Piala Dunia pada Maret lalu, termasuk saat berhadapan dengan Inggris.

Keputusan itu masuk akal. Kehadiran 5 pemain di lini tengah ini nantinya bakal mendongkrak kreativitas lini tengah. Setidaknya, Polandia jadi memiliki beberapa alternatif untuk menyuplai bola kepada Lewandowski. Adalah Piotr Zieliński yang paling berpotensi.

Begini, Zielinski ini punya andil besar di Napoli. Dia bisa disebut sebagai mezzala mengingat kemampuannya dalam menyerang dan menyeimbangkan permainan.

Secara teknis Zielinski menjadi andalan Gennaro Gattuso untuk memastikan bola tetap mengalir di area lebar dan bisa merangsek ke depan sewaktu-waktu. Rapornya juga tak bisa dibilang buruk. Total 8 gol dan 10 assist dibuatnya di Serie A musim ini.

Skuad Polandia

Pelatih: Paulo Sousa

Penjaga gawang
: Łukasz Fabiański (West Ham), Łukasz Skorupski (Bologna), Wojciech Szczęsny (Juventus)

Pemain bertahan
: Jan Bednarek (Southampton), Bartosz Bereszyński (Sampdoria), Kamil Glik (Benevento), Michał Helik (Barnsley), Tomasz Kędziora (Dynamo Kyiv), Kamil Piątkowski (Raków Częstochowa), Tymoteusz Puchacz (Lech Poznań), Maciej Rybus (Lokomotiv Moskva)

Pemain tengah
: Paweł Dawidowicz (Verona), Przemysław Frankowski (Chicago Fire), Kamil Jóźwiak (Derby), Mateusz Klich (Leeds), Kacper Kozłowski (Pogoń Szczecin), Grzegorz Krychowiak (Lokomotiv Moskva), Karol Linetty (Torino), Jakub Moder (Brighton), Przemysław Płacheta (Norwich), Piotr Zieliński (Napoli)

Pemain depan
: Dawid Kownacki (Fortuna Düsseldorf), Robert Lewandowski (Bayern Muenchen), Karol Świderski (PAOK), Jakub Świerczok (Piast Gliwice)


Slovakia
Berbicara soal peluang, Slovakia berada di posisi paling luar buat lolos dari Grup E ini. Tidak seperti ketiga kompetitornya yang lolos otomatis, Socoli mesti melewati dua pertandingan play-off buat tampil di putaran final. Peringkat FIFA mereka saja menjadi yang terendah dibandingkan dibandingkan Spanyol, Swedia, dan Slovakia.

Barangkali Slovakia sudah melumrahkan label "tim pupuk bawang" yang selalu tersemat ke mereka. Ajaibnya, mereka selalu berhasil mematahkannya.

Lihat bagaimana Slovakia berhasil menembus Piala Dunia 2010. Lebih dari itu, Marek Hamsik dkk. sukses menyegel posisi kedua usai menjungkalkan Italia di matchday ketiga. Sayangnya, Slovakia kandas di babak 16 besar. Mereka keok 1-2 dari Belanda yang kemudian keluar sebagai runner-up turnamen.

Prestasi Slovakia berlanjut di Piala Eropa 2016. Mereka finis sebagai peringkat tiga terbaik dan berhak melangkah ke fase gugur. Sial, Jerman yang kemudian jadi musuhnya. Slovakia tunduk tiga gol tanpa balas dan terpaksa angkat koper.

Slovakia sekarang dibesut Stefan Tarkovic, mantan asisten pelatih mereka di Piala Eropa 2016. Menariknya, Tarkovic ini baru dinobatkan sebagai pelaih pada Oktober tahun lalu, saat Slovakia melakoni babak play-off.

Kemungkinan besar Tarkovic akan menerapkan formasi dasar 4-2-3-1 atau 4-1-4-1 seperti di beberapa pada awal tahun. Barisan belakang digalang Martin Dubravka dan Milan Skriniar. Sementara departemen sentral bakal diisi nama-nama macam Hamsik, Jurac "Kuco" Kucka, dan Ondrej Duda.


Barang tentu Hamsik masih menjadi pentolan. Tak hanya pencatat caps terbanyak, ia juga menjadi topksorer sepanjang masa Slovakia lewat 26 golnya. Kuco juga tak kalah impresif karena cukup subur bersama Parma. Total 7 gol ia buat sekaligus menahbiskannya sebagai produsen gol terbanyak I Gialloblu di Serie A 2020/21.

Sementara Ondrej Duda juga berpotensi buat unjuk gigi. Bersama FC Koeln, pemain 26 tahun itu mencatatkan 7 gol dan 4 assist, terbanyak di antara rekan-rekan setimnya.

Nilai plusnya lagi, Duda bisa menjadi opsi Tarkovic untuk pos penyerang--selain bermain di posisi naturalnya sebagai gelandang tengah. Menurut catatan Whoscored, Duda tercatat 17 kali bermain sebagai penyerang bersama Koeln dan mencetak 3 gol dan 3 assist.


Skuad Slovakia

Pelatih: Stefan Tarkovic

Penjaga gawang: Martin Dúbravka (Newcastle), Dušan Kuciak (Lechia Gdańsk), Marek Rodák (Fulham)

Pemain belakang
: Dávid Hancko (Sparta Praha), Tomáš Hubočan (Omonoia), Martin Koscelník (Liberec), Peter Pekarík (Hertha Berlin), Ľubomír Šatka (Lech Poznań), Milan Škriniar (Inter Milan), Martin Valjent (Mallorca), Denis Vavro (Huesca)

Pemain tengah
: László Bénes (Augsburg), Ondrej Duda (Köln), Ján Greguš (Minnesota), Marek Hamšík (IFK Göteborg), Lukáš Haraslín (Sassuolo), Jakub Hromada (Slavia Praha), Patrik Hrošovský (Genk), Juraj Kucka (Parma), Stanislav Lobotka (Napoli), Tomáš Suslov (Groningen), Vladimír Weiss (Slovan Bratislava)

Pemain depan
: Róbert Boženík (Feyenoord), Michal Ďuriš (Omonoia), Róbert Mak (Ferencváros), Ivan Schranz (Jablonec)

Daftar The Flanker Academy

Dengan mendaftar Rp500.000, kamu akan mendapatkan kelas-kelas seputar konten sepak bola yang dibagikan langsung oleh para pakarnya. Mulai dari bahasa dalam kepenulisan bersama Dea Anugrah, scriptwriting dengan Rossi Finza Noor, penulisan opini oleh Ilham Zada, analisis taktik bersama Ruang Taktik, riset dalam sepak bola dengan Dex Glenniza, hingga personal branding bersama Coach Justin.

Sign up now
Issue!

Panduan Fase Grup Euro 2020

Panduan lengkap persaingan di keenam grup Euro 2020.