Perpaduan Alguacil dan Sociedad

Foto: @realsociedad

Setelah menjuarai Copa del Rey 19/20, apakah Alguacil mampu membawa Sociedad terbang kian tinggi?

Imanol Alguacil tidak bisa menyembunyikan rasa senang. Meski tim asuhannya, Real Sociedad, hanya bermain imbang 2-2 dengan Atletico Madrid, Senin (25/10) dini hari WIB, ia menutup pertandingan dengan senyuman lebar.

Wajar apabila Alguacil senang. Menahan imbang Atletico Madrid di Wanda Metropolitano jelas tidak pernah ada benaknya. Sebagai pelatih yang menghabiskan seluruh karier kepelatihannya di Sociedad, mulai dari akademi hingga tim senior, hasil ini seperti mimpi.

Yang bikin Alguacil makin senang adalah hasil ini menjaga posisi Sociedad di puncak klasemen sementara La Liga. Posisi tersebut jadi yang terbaik untuk Sociedad setelah terakhir kali menempati posisi puncak pada musim 2002/03.

***

Alguacil menghabiskan 10 tahun di Sociedad. Sociedad tidak hanya menjadi tempatnya memulai karier, tetapi juga mendapatkan nama. Tidak heran, ketika memutuskan pensiun pada 2003, hanya Sociedad yang ada di pikiran Alguacil.

Ia memulai karier sebagai pelatih di tim junior Sociedad pada 2011. Dua tahun berselang, ia dipercaya menjadi staf kepelatihan Sociedad B. Pada akhir 2014, ia naik tingkat menjadi pelatih kepala Sociedad B.

Menurut jurnalis Phil Ball kepada AS, Alguacil mulai tenar saat menjadi pelatih kepala Sociedad B. Sebabnya, ia menggunakan pendekatan yang berbeda ketimbang tim utama yang saat itu masih dipimpin Jagoba Arrasate.

“Alguacil memainkan permainan yang berbeda dengan Arrasate. Saat itu, Alguacil fokus pada penguasaan bola dan terus menekan lawan. Sedangkan Arrasate bermain lebih bertahan dan mengandakan serangan balik,” kata Ball.

Bakat Alguacil lantas tercium oleh pelatih baru Sociedad, David Moyes. Menurut Ball, Moyes bahkan sempat menawarinya satu posisi pelatih di tim utama kepada Alguacil. Namun Alguacil menolak dengan dalih masih ingin memegang tim B.

Kesempatan Alguacil untuk menjadi pelatih tim utama akhirnya tiba pada Maret 2018 saat Eusebio Sacristan dipecat. Alih-alih senang menerima pekerjaan barunya, ia merasa bahwa saat itu bukan waktu yang tepat. Pada akhirnya, ia hanya menerima kontrak sebagai pelatih sementara.

Pemecatan Asier Garitano pada Desember 2018 akhirnya benar-benar membuka pintu Alguacil. Ia tidak bisa lagi menolak. “Kami merasa bahwa ini saat yang tepat baginya untuk memimpin tim ini,” kata Roberto Olabe, direktur olahraga Sociedad.

Setahun lebih jadi pelatih, Alguacil memberikan gelar Copa del Rey 19/20 untuk Sociedad. Manisnya lagi, mereka mengalahkan sang rival, Athletic Bilbao, dengan skor 1-0 lewat gol salah satu alumnus akademi mereka, Mikel Oyarzabal.

***

Alguacil menjadikan 4-4-2 dan 4-3-3 sebagai dua pola utama. Lewat dua pola tersebut, ia menggunakan pendekatan yang tidak jauh berbeda dengan apa yang dulu diterapkan di Sociedad B, mendominasi permainan dan bermain lewat umpan-umpan pendek.

Di bawah Alguacil, Sociedad jadi tim yang punya pertahanan solid. Dalam 10 pertandingan yang sudah mereka lakoni, mereka rata-rata menerima 9.3 percobaan dari lawan. Di La Liga musim ini, hanya Atletico Madrid yang menerima percobaan dari lawan lebih sedikit.

Sedikitnya percobaan dari lawan disebabkan banyak alasan. Mereka punya gelandang dan penyerang yang amat aktif dalam menutup pergerakan lawan. Saat bertahan, gelandang dan penyerang Sociedad berada di sekitar pemain lawan dan bakal melakukan pressing saat lawan terdekat menguasai bola.

Pendekatan tersebut membuat Sociedad mendulang predikat sebagai tim ketiga yang paling aktif melakukan pressing di pertahanan lawan setelah Bilbao dan Getafe. Tidak hanya itu, Julen Lobete, yang membukukan 11,5 pressing per 90 menit, jadi salah satu penyerang paling rajin menekan lawan.

Garis pertahanan tinggi tidak selalu menjadi pilihan. Di luar itu, Sociedad juga kerap menggunakan man-marking untuk mematikan serangan lawan. Man-marking dipakai saat Sociedad menghadapi lawan yang lebih superior.

Ketika menyerang, Alguacil memberikan kebebasan kepada anak asuhannya, mulai dari cara menyerang hingga penempatan posisi. Dalam laga menghadapi Atletico Madrid, pekan lalu, dua penyerang Sociedad, Alexander Sorloth dan Alexander Isak, sama-sama rajin bergerak ke sayap.

Saat penyerang bergerak ke sayap, Alguacil menginstruksikan satu atau dua pemain masuk ke tengah pertahanan lawan. Tugas ini biasanya dilakoni oleh para gelandang serang, seperti David Silva dan Oyarzabal.

***

“Kami percaya kepadanya. Kami mempercayai metode permainan yang ia kembangkan, pengetahuan, dan ambisinya,” kata Olabe saat menunjuk Alguacil. Nyaris tiga tahun sejak ucapan tersebut, nyaris tidak terlihat adanya kebebasan yang dicabut dari Alguacil.

Satu hal yang diinginkan oleh Alguacil di awal melatih Sociedad adalah memasukkan banyak pemain akademi ke tim utama. Di skuad saat ini, ada 13 pemain yang notabene adalah alumnus akademi mereka.

Alguacil dikenal amat dekat dengan pemainnya. Menurut salah satu pemain Sociedad, Mikel Merino, Alguacil selalu membuka pintu ruangan. Ia siap mendengar keluh kesah semua pemain, tanpa terkecuali.

“Apa yang ia lakukan di luar lapangan jadi kunci kami bisa melaju sejauh ini. Ia selalu berpikir bagaimana tim ini bisa bermain tanpa beban,” kata Merino. Menurut Merino, cara tersebut sukses membuat pemain bermain kian lepas.

“Banyak yang mengatakan bahwa taktik adalah satu-satunya fondasi tim untuk meraih kesuksesan jangka panjang. Namun, Alguacil percaya bahwa ada hal lain yang juga harus dipikirkan: Bagaimana pemain bisa bermain tanpa beban,” lanjut Merino.

Sejauh ini, Alguacil tidak hanya berhasil mengembalikan marwah Sociedad sebagai tim yang disegani. Ia juga menunjukkan bahwa di Basque ada tim lain yang punya akademi lebih baik ketimbang Bilbao.



Terima kasih telah menjadi pembaca setia The Flanker

Jika kamu menikmati konten dari The Flanker, kini kamu bisa memberikan dukungan dengan mentraktir kami via Trakteer. Dengan sistem traktir minimal Rp20.000, kamu bisa terus mendukung The Flanker menghasilkan konten-konten berkualitas dan tanpa iklan yang mengganggu.