Siapa Mau Cody Gakpo?

Twitter @PSV

Cody Cakpo berpendar bersama PSV musim ini. Tak heran, namanya acap dikait-kaitkan dengan klub besar Eropa di bursa transfer musim panas. Ke mana Gakpo akan pergi?

PSV Eindhoven tampil mengesankan di musim ini. Pada Eredivisie, PSV berhasil menempel ketat Ajax sampai pekan-pekan terakhir. Apes, PSV gagal menjadi juara usai cuma terpaut dua angka dari sang jawara.

Meski gagal di Eredivisie, PSV bisa menjadi kampiun di KNVB Cup. Dalam laga puncak, PSV sukses mengalahkan Ajax-nya Erik ten Hag dengan skor 2-1. Keberhasilan itu membuat PSV menjadi klub yang paling sukses mendapatkan gelar KNVB Cup dengan jumlah 10.

Prestasi menterang PSV juga berlaku di Eropa. Pasukan Roger Schmidt itu sukses melangkah hingga perempat final UEFA Conference League. PSV kalah dari Leicester lewat agregat 1-2.

Penampilan apik tak lepas dari kerja sama tim dan penerapan strategi jitu sang pelatih. Selain itu, ada satu pemain yang tampil mengesankan musim ini: Cody Gakpo.

Gakpo menjadi top skorer PSV musim ini dengan koleksi 21 gol di lintas kompetisi. Tak cuma gol, Gakpo juga mendulang assist yang banyak dengan jumlah 15.

Tak heran, nama Gakpo menjadi perbincangan hangat karena mendapat incaran dari banyak klub besar Eropa. Bukan tak mungkin, Gakpo akan pindah dan tak lagi membela PSV untuk musim depan.

****

PSV acap dihuni winger-winger andal yang kemudian tampil mengesankan di kompetisi top Eropa. Arjen Robben, Dries Mertens, Memphis Depay, hingga Steven Bergwijn menjadi nama-nama yang pernah merumput dan sukses di Phillip Stadium. Tongkat estafet itu tak putus karena sekarang Cody Gakpo yang siap melanjutkannya.

Gakpo benar-benar putra daerah Eindhoven. Di usia enam tahun, pemain bernama lengkap Cody Mathes Gakpo itu sudah bergabung bersama tim akademi PSV. Berkembang dengan baik di tim akademi, Gakpo diberi kesempatan mentas bersama tim utama pada musim 2017/18. Fyi, Gakpo mengemas 17 gol dari 26 penampilan untuk tim reserves PSV.

Di bawah arahan Phillipe Cocu, Gakpo melakoni debut di tim utama saat PSV bertemu Feyenoord di pentas Eredivisie. Gakpo main menggantikan Bergwijn yang di musim berikutnya hengkang ke Tottenham Hotspur.

Ketiadaan Bergwijn membuat Gakpo mulai mendapat tempat di tim utama. Meski kini Mark van Bommel yang memegang kendali kepelatihan, Gakpo tetap dipercaya lewat 16 penampilan di Eredivisie dan satu Liga Champions.

Setelahnya, Gakpo terus menjadi pilihan utama di lini serang PSV. Ia pun turut serta dengan skuad Belanda di Piala Eropa 2020. Gakpo debut saat Belanda bertemu Makedonia Utara di fase grup.

****

Gakpo bukan winger yang memiliki trik cepat dengan bola. Namun, Gakpo sangat powerful dan cepat saat melewati lawan-lawannya. Tubuhnya yang tinggi menjulang membuatnya jadi anomali lain seorang penyerang sayap.

Dengan posturnya yang apik itu, Gakpo juga bisa ditempatkan sebagai penyerang tengah. Musim ini saja, Gakpo sudah tiga kali bermain sebagai penyerang tengah.

Senjata lain Gakpo adalah kesadarannya akan ruang kosong. Dengan kecepatan yang dimiliki, Gakpo bisa muncul di ruang-ruang kosong untuk menyongsong umpan-umpan dari rekan-rekannya.

Sama seperti winger lain, Gakpo gemar melakukan pergerakan ke dalam, lalu melepaskan tembakan. Masalah melepaskan tembakan, Gakpo cukup rajin dengan rata-rata 1,42 per 90 menit.

Namun, Gakpo yang masih berusia 23 tahun punya kelemahan dalam track back dan membantu pertahanan. Hal tersebut yang harus diasah oleh Gakpo agar menjadi winger yang hebat di pentas Eropa maupun dunia.

"Jika dibandingkan dengan Mane dan Salah, Gakpo masih harus banyak belajar. Mane dan Salah juga baik dalam bertahan, Gakpo masih harus berkembang di poin tersebut," ucap Direktur Sepak Bola PSV, John de Jong.

****

Sejauh ini ada tiga klub Premier League yang dikabarkan kesemsem dengan performa Gakpo. Lantas, tim mana yang benar-benar butuh Gakpo?

Arsenal

Penampilan mengecewakan Nicolas Pepe membuat Arsenal memburu winger untuk musim depan. Kandidat kuat yang diinginkan Mikel Arteta adalah Cody Gakpo. The Athletic bahkan melaporkan The Gunners sudah menyiapkan dana sebesar 35 juta poundsterling untuk mendaratkan Gakpo ke Emirates Stadium.

Kebiasaan Arsenal bermain menggunakan flank untuk menyerang dirasa akan cocok dengan gaya main Gakpo. Kegemaran Gakpo yang menusuk ke kotak penalti juga bisa memberikan ruang untuk Kieran Tierney atau Nuno Tavares dalam melakukan overlapping. Masalah bertahan, Gakpo bisa mendapatkan cover dari Granit Xhaka yang bertugas mengover sisi kiri musim lalu.

Masalahnya nanti, Gakpo kemungkinan akan bersaing dengan Gabriel Martinelli di pos kanan penyerangan Arsenal. Sebab, di musim ini, Martinelli menempati pos tersebut secara reguler.

Manchester United

Erik ten Hag kabarnya mengincar Gakpo untuk memperkuat sektor winger 'Setan Merah'. Pos winger memang berkurang setelah masalah yang dialami Mason Greenwood dan performa angin-anginan Marcus Rashford.

Kehadiran Gakpo bisa melengkapi trisula di lini serang United. Ia bisa melakukan rotasi di depan bersama Cristiano Ronaldo dan Jadon Sancho. Ketajamannya bisa juga menjadi pembeda agar lini serang United lebih berbahaya.

Liverpool

Isu kepindahan Sadio Mane dan Salah yang tak kunjung memperpanjang kontrak membuat nama Gakpo diincar oleh Liverpool. Secara permainan, Gakpo memang sangat fit untuk Liverpool.

Cepat dan tangguh memang menjadi kriteria idaman Juergen Klopp. Belum lagi, Gakpo juga kemampuan duel udara yang baik sehingga bisa menjadi opsi lini depan Liverpool.

Terima kasih telah menjadi pembaca setia The Flanker

Jika kamu menikmati konten dari The Flanker, kini kamu bisa memberikan dukungan dengan mentraktir kami via Trakteer. Dengan sistem traktir minimal Rp20.000, kamu bisa terus mendukung The Flanker menghasilkan konten-konten berkualitas dan tanpa iklan yang mengganggu.