Derbi Madrid: Waktunya Simeone Memutus Rantai Buruk?

Foto: Instagram @simeone

Atletico gagal meraih kemenangan dalam lima laga terakhir bersua Madrid. Apakah ini jadi waktu yang tepat?

Dari sekian banyak klub yang telah dihadapi oleh Diego Simeone dan Atletico Madrid, barangkali Real Madrid menjadi tim yang paling merepotkan.

Simeone telah menghadapi Madrid dalam 33 pertandingan dan hanya mampu memenangi sembilan di antaranya. Buruknya lagi, ketika menghadapi Madrid, Atletico rata-rata kebobolan 1,6 gol. Angka ini termasuk yang paling tinggi selama dipegang oleh Simeone.

Peluang Atletico untuk menang boleh jadi semakin kecil apabila melihat lima pertandingan resmi terakhir menghadapi Madrid. Selama periode tersebut, Atletico selalu gagal meraih kemenangan dan hanya mampu mencetak satu gol.

Berbekal sejarah tersebut, Atletico tampaknya akan kembali kesulitan saat diharuskan untuk menghadapi Madrid. Kedua tim dijadwalkan akan bertemu pada pekan ke-26 pada laga yang digelar di Wanda Metropolitano, Minggu (7/3/2021) pukul 22.15 WIB.

Pertahanan Atletico yang Memburuk

Atletico kini menempati posisi puncak pada klasemen sementara La Liga. Dari 24 pertandingan, Jan Oblak dkk. berhasil mengumpulkan 58 poin dan berjarak dua poin atas Barcelona yang berada di posisi kedua. Kabar baik lainnya buat Atletico, Barcelona sudah bermain 26 kali.

Meski demikian, Atletico dilarang untuk jemawa. Melihat lima pertandingan terakhir, mereka mendapatkan dua kekalahan dan sekali hasil imbang, selain meraih dua kemenangan. Sebagai catatan tambahan, mereka kebobolan lima gol dari lima pertandingan tersebut.

Melihat lima laga terakhir, ada dua masalah yang menyebabkan Atletico kecolongan: Minimnya inisiatif dari pemain untuk mengawal lawan di kotak penalti serta ruang yang cukup besar antara bek dan gelandang.

Laga melawan Levante (17/2) lalu jadi contoh pertama. Ada banyak momen yang menggambarkan bagaimana para pemain Atletico lebih fokus memotong bola alih-alih menjaga setiap lawan yang masuk ke kotak penalti mereka.

Para pemain Levante (berkostum gelap) tanpa kawalan. Foto: YouTube @beIN Sports

Dalam kejadian tersebut, ada tiga pemain Levante yang bebas berdiri di kotak penalti Atletico. Bola berhasil didapatkan oleh Carlos Clerc (nomor punggung 19) dan berhasil diakhirinya dengan tembakan yang mengarah ke gawang.

Kejadian serupa terlihat dalam pertandingan melawan Chelsea (23/2). Pada momen terjadinya gol dari Olivier Giroud, terlihat Timo Werner yang berdiri bebas di kotak penalti Atletico. Andai bicycle kick dari Giroud tidak berujung gol, Werner punya kemungkinan untuk mendapatkan bola.

Masalah kedua Atletico adalah adanya ruang yang cukup lebar antara bek dan gelandang. Simeone sudah melakukan banyak hal agar masalah ini tidak kembali terjadi, termasuk mengubah susunan pemain.

Percobaan demi percobaan tersebut tidak kunjung berhasil hingga laga melawan Villarreal (28/2). Saat itu, ia berjudi dengan memainkan Koke di posisi gelandang bertahan dan sejauh laga itu, masalah ini bisa teratasi.

Harapan di Pundak Benzema

Sejak kepergian Cristiano Ronaldo dan minimnya kesempatan yang diberikan untuk Gareth Bale, Karim Benzema memegang tanggung jawab besar untuk lini depan Madrid. Kami pernah menuliskannya di 'Ode untuk Benzema'.

Benzema membalas tanggung jawab tersebut lewat permainan yang konsisten, tak terkecuali di musim ini. Dari 43 gol yang telah dibukukan oleh Madrid di La Liga, Benzema berkontribusi pada 17 gol atau sekitar 39,5%.

Masalahnya, Benzema tengah menjalani perawatan dari cedera usai laga melawan Valencia (14/2). Ia pun absen dalam tiga pertandingan berikutnya, yakni saat menghadapi Real Valladolid, Atalanta, dan Real Sociedad.

Bagaimana penampilan Madrid saat Benzema absen? Tentu saja kesulitan. Coba tengok bagaimana Madrid, yang melepaskan 19 tembakan ke gawang Atalanta hanya mampu mengakhiri pertandingan dengan sebiji gol.

Masalah serupa juga terjadi ketika mereka bersua Real Sociedad (1/3) lalu. Saat itu, mereka meneror gawang lawan lewat 20 percobaan. Dari jumlah tersebut, hanya satu yang berujung gol, yakni dari pemain pengganti, Vinicius Junior.

Jumat (5/3), Benzema terlihat sudah mengikuti latihan tim. Zinedine Zidane juga mengatakan dalam konferensi pers bahwa pemain asal Prancis tersebut akan tampil dalam pertandingan melawan Atletico.

Lantas, masalahnya di mana? Zidane belum memberikan keterangan apakah Benzema siap untuk dimainkan sejak menit pertama. Masalah kedua, Benzema tak punya catatan spesial saat bersua Atletico.

Sejak bergabung Madrid, Benzema hanya mampu berkontribusi total pada sembilan gol. Ia mencetak lima gol di antaranya dan memberikan assist ke pemain lain sebanyak empat kali.

Angka ini terhitung cukup sedikit untuk lawan yang sudah dihadapi 32 kali. Bandingkan dengan rekornya saat bersua Barcelona. Dalam 33 pertandingan, ia mampu berkontribusi lewat sembilan gol dan sembilan assist.

Waktunya Atletico Mencoba Dembele?

Luis Suarez memulai jalannya di Atletico dengan catatan menawan. Dari 21 pertandingan, penyerang berusia 34 tahun tersebut berhasil membukukan 16 gol.

Ketajaman Suarez perlahan mulai buntu. Dalam lima pertandingan terakhir, ia sama sekali gagal mencetak gol. Padahal, dalam kurun waktu tersebut, ia hanya sekali tidak bermain selama 90 menit dan melepaskan 15 percobaan ke gawang lawan.

Pertanyaan pun mencuat? Apakah sudah waktunya Simeone untuk mempercayakan lini depannya pada Moussa Dembele?

Dembele adalah tipikal penyerang dengan mobilitas tinggi yang jeli melihat ruang. Ia tidak segan untuk bergerak ke segala sisi pertahanan lawan untuk menjemput bola atau mencari ruang yang tersedia.

Melihat riwayat penampilan Dembele, ia terbilang gemar melahap umpan terobosan dan mayoritas golnya berasal dari skema tersebut. Biasanya, ia akan menempatkan diri di antara dua bek lawan sebelum bergerak secara diagonal untuk menjemput umpan terobosan.

Berkaca dari pertandingan Madrid melawan Sociedad, Dembele bisa jadi pilihan bagi Atletico. Dalam pertandingan tersebut, duet bek tengah yang dimainkan Madrid, Nacho dan Raphael Varane, kerap kecolongan saat bersua penyerang dengan pergerakan dinamis.

Terima kasih telah menjadi pembaca setia The Flanker

Jika kamu menikmati konten dari The Flanker, kini kamu bisa memberikan dukungan dengan mentraktir kami via Trakteer. Dengan sistem traktir minimal Rp20.000, kamu bisa terus mendukung The Flanker menghasilkan konten-konten berkualitas dan tanpa iklan yang mengganggu.